Pria Jelek Itu, Suamiku

Pria Jelek Itu, Suamiku
jangan bertingkah


__ADS_3

kedua orang tua dari Lista di ijinkan masuk, keduanya di persilahkan untuk menunggu di bale tamu.


karena semua tamu yang datang harus menunggu di sana, mbok Yulia pun menghidangkan makanan untuk keduanya.


terlihat pak Jamal begitu menikmati makanan yang di suguhkan, tanpa bicara mbok Yulia pun pamit.


setelah sepuluh menit, Arga dan Lista keluar dari rumah mereka untuk mendatangi keduanya.


terlihat pak Jamal tetap angkuh tak mau menyapa menantunya itu, "mau apa datang kesini, seharusnya tak akan ada yang boleh menganggu ku dengan istriku, terlebih tamu yang tak memiliki janji dengan ku," kata Arga yang duduk dibdeoan kedua mertuanya


"bagaimana pun kami ini adalah orang tua istrimu, jadi yang sopan, jangan bertingkah seperti ini," kata pak Jamal.


"orang tua, apa anda lupa apa yang anda katakan saat kami menikah, jadi jangan banyak bicara, sebenarnya anda kesini mau apa?" tanya Arga yang tak suka melihat tingkah pria tua itu.


"maafkan ayah mertua mu nak, sebenarnya kamu kesini mau meminta tolong untuk pembasmian tikus-tikus yang merajalela di desa dukuhan kami, tentunya Romo Jalal biasanya mau membantu," kata Bu Jamal

__ADS_1


"kalau begitu tunggu lima hari lagi karena ayah dan bunda akan pulang dari jalan-jalan mereka," kata Arga santai.


"tapi bukankah kamu juga bisa?"


"tapi aku tak ingin membantu mu," kata Arga dingin.


"kang mas," kata Lista yang mendengar jawaban suaminya.


"kenapa, dia itu dulu menghina mu begitu buruk, kenapa aku harus membantunya," kata Arga.


"ada! mereka dulu menghina mu dan menggelu-elukan Gita bukan, kenapa tidak meminta tolong Dirga saja, biar aku lihat pria bangkrut itu bisa apa?" kata Dirga menyeringai.


"apa, suami Gita bangkrut?" tanya pak Jamal.


"anda baru tau, kasihan sekali, padahal pria itu selalu membuat susah orang lain, ha-ha-ha-ha," tawa Arga yang sangat puas melihat reaksi dari pria itu.

__ADS_1


"apa yang terjadi? bagaimana bisa putra pertama Romo Jalal bisa jatuh bangkrut," kata pak Jamal.


"kamu perlu tau, kakak pertama ku itu seorang penjudi besar, dia akan memiliki setiap wanita yang dia sukai dengan apapun caranya, dan karena sikapnya itulah Romo mengambil semua kekuasaannya terlebih dia sudah membuat bangkrut tiga perusahaan yang bernilai triliunan rupiah, anda tau itu," kata Arga yang membungkam mulut pria itu.


tak hanya itu, mereka juga tak bisa mengatakan apapun, "sekarang silahkan pulang dan renungkan apa yang akan terjadi, karena sekarang menantu anda itu sudah tak berguna, mengerti," kata Arga yang mengajak istrinya itu pergi


"tapi kang mas bagaimana dengan semuanya, bukankah kita harusnya tetap membantu mereka," tanya Lista.


"tidak perlu karena mereka bisa mengatasi kesulitan mereka sendiri, seperti mereka membuat mu kesulitan bukan," kata Arga yang membuat Lista tak bisa berkutik.


sedang Bu Jamal tak menyangka jika Arga begitu membenci keluarganya, ya itu bukan salah pemuda itu, dari awal mereka yang memang melakukan pilih kasih.


pak Jamal dan istrinya pun pulang dengan tangan kosong, mereka juga bingung harus mengatakan apa pada masyarakat yang sudah berharap.


tapi Arga dan Lista tentu saja tidak akan tinggal diam, meski mereka tampak tak ingin membantu.

__ADS_1


mereka juga memerintahkan pak Jul dan Joko untuk melihat situasi yang terjadi.


__ADS_2