Pria Jelek Itu, Suamiku

Pria Jelek Itu, Suamiku
bom waktu meledak 2


__ADS_3

Hari itu adalah saat terburuk untuk Dewi, "mbak Dewi!" teriak Arga yang langsung mengendong Dewi pergi ke rumah sakit.


Di rumah sedang tidak ada orang, karena Romo Jalal dan Nanang sedang di luar kota.


Bahkan karena semua dokter menanggani Siska, jadilah Arga membawa Dewi ke rumah sakit lain


Tapi sayang, Arga tak bisa menyelamatkan bayi milik kakaknya itu.


Dewi sangat terpukul atas kejadian itu, dan hanya bisa menangis, Arga pun semakin membenci Dirga dan Siska.


Belum lagi dia kecewa dengan perlakuan ibu kandung mereka, Dewi menolak untuk di rawat.


Jadi Arga yang mengurusnya selama kondisi wanita itu belum membaik, sesampainya di rumah.


Dewi di gendong oleh Arga, dan nyonya Naina yang melihat itu pun merasa heran kenapa Dewi begitu pucat dan lemah,


"Ada apa dengan Dewi, kenapa dia terlihat begitu pucat, apa dia diet lagi, dasar tak bisa di bilangin,"


"Kenapa bunda peduli, urus saja anak kesayangan mu itu, dan aku yang akan mengurus kakak ku," kata Arga yang terdengar dingin.


Mulai dari saat itu, meski nyonya Naina bisa mengatur Arga tapi tidak sekuat Dewi.


Arga masih bisa melawan, tapi berbeda jika Dewi yang bicara, dan Romo Jalal tak mempersoalkan hal itu.


Karena baginya Putranya tetap anak kandungnya, terlebih Arga adalah anak yang memiliki kemauan besar.


Setelah kejadian itu, nyonya Naina sudah kehilangan dia anaknya demi satu anak yang selalu dia sayangi dan lebih di utamakan.


----KEMBALI KE MASA SEKARANG ---


"Sekarang kamu mengerti, kenapa dua anak mu ini sering menentang mu, terutama Arga, karena kamu terlalu pilih kasih, hanya karena Dirga putra pertama ku, aku juga tak akan mewariskan semuanya padanya," kata Romo Jalal.


"Maksud kang mas," bingung nyonya Naina.


"Ya karena aku sudah tau apa yang terjadi di kota, kamu kira putra mu itu sangat hebat bukan, dia itu hanya tau bersenang-senang dan berjudi, bahkan dia perusahaan sudah di ambil alih oleh Arga, putra yang selalu kau jadikan anak tiri karena fokus kasih sayang mu pada Dirga," kata Romo Jalal.


"Aku lebih suka cara Romo yang terlihat dingin pada semua anaknya di banding bunda yang selalu mendahulukan kepentingan Dirga," kata Arga yang menghapus air matanya.

__ADS_1


Tanpa terduga Lista mengenggam tangan suaminya itu, dan sekarang dia semakin yakin karena suaminya itu ternyata juga mengalami hal yang sama dengannya.


"Aku tau perasaan itu," kata Lista.


Arga merangkulnya, "itulah kenapa aku lebih memilih mu dari pada Gita, meski bunda terus memaksakan ingin Gita menjadi Arga, tapi aku tak setuju, itulah kenapa aku memohon pada Dirga untuk berbohong, dan lihat yang terjadi, putra kesayangan bunda itu mata keranjang," kata Dewi yang semakin membuat nyonya Naina terpojok dan sedih.


Tapi itu memang benar, Dirga ini tak bisa melihat wanita cantik sedikit saja, maka dia akan berusaha memilikinya.


"Maafkan aku, aku tak sadar melakukan itu, aku benar-benar ibu yang buruk bagi anak-anak ku," kata nyonya Naina.


"Tidak dek, kamu bukan ibu yang buruk, hanya saja pola pengasuhan mu yang salah, tapi berkat hal itu aku kini memiliki dua anak yang lebih pintar dan cerdik, dan dua menantu yang bisa mengimbangi mereka, jadi jika kamu hanya perlu minta maaf pada mereka," kata Romo Jalal.


Nyonya Naina pun melihat kedua anaknya, "maafkan bunda... seharusnya bunda memperlakukan kalian dengan sama,"


Tanpa di duga, Dewi dan Arga langsung memeluk ibu mereka dengan erat.


"Tidak usah minta maaf bunda, semua sudah berlalu, sekarang kita mulai dari awal," kata Dewi.


"Aku menyayangi kalian berdua," kata Arga yang memeluk keduanya.


Nanang pun tersenyum saja melihat hal itu, tapi dia ingat jika besok ada hal besar yang harus di lakukan.


"Iya mas," jawab Keduanya.


Romo Jalal kepo, tapi dia merasa malu ingin bertanya, jadi dia memberikan pertanyaan melalui kode mata pada Nanang.


"Besok hidup kedua orang ini akan berubah, karena alat yang aku beli dengan uang yang tak sedikit sudah datang, dan besok kita akan melihat wajah keduanya akan sembuh dari bekas luka itu," kata Nanang


"Benarkah, baiklah aku akan menunggu hasilnya ya," kata Romo Jalal yang tak sabar ingin menunjukkan kedua orang pewarisnya yang akan melanjutkan semua usaha miliknya.


Karena Dirga sudah tercoret secara alami karena kegagalannya mengelola beberapa perusahaan milik sang ayah.


Malam itu, mereka pun beristirahat dengan tenang karena kegiatan yang sudah membuat sibuk selama beberapa hari ini sudah selesai.


Saat Arga sedang membaca buku, tiba-tiba Lista naik ke pangkuan suaminya itu.


"Apa kamu tak lelah sayang,"

__ADS_1


"Tidak, aku hanya ingin duduk di pangkuan kang mas, karena aku menyukai aroma tubuh mu," kata Lista yang tersenyum sambil menaruh telapak tangannya di dada bidang suaminya.


"Kamu membuatnya bangun sayang," kata Arga tersenyum dan langsung menindih tubuh istrinya itu.


"Kalau begitu lakukan apa yang harus di lakukan," kata Lista menyentuh wajah suaminya itu.


"Jangan menyesal, karena aku akan sangat menikmati ini," kata Arga yang langsung memeluk tubuh istrinya itu.


Keduanya menikmati waktu pertama mereka berdua, bahkan Arga tak memberikan istrinya itu waktu istirahat.


Karena ini adalah perasaan yang sangat dia sukai, dan bagi Lista dia merasa senang karena suaminya adalah orang pertama baginya.


"Terima kasih sayang, aku tak menyangka kamu menjaga kesucian mu demi diriku," kata Arga yang sudah mencapai kepuasan.


Keduanya pun melanjutkan untuk tidur, tentu sambil berpelukan erat karena mereka tak bisa jika harus berjauhan.


Keesokan harinya, Lista yang baru selesai keramas, masih bisa merasakan sentuhan suaminya.


Membayangkan saja membuatnya begitu malu, Arga yang melihat istrinya sedang tersipu malu di depan cermin pun menghampirinya.


"Apa yang sedang kamu bayangkan sayang," tanya Arga yang membuat Lista semakin malu.


"Tidak ada kang mas," jawabnya mengalihkan pandangannya.


"Kita bisa melakukannya setiap hati jika kamu mau, tapi sekarang kita harus ke rumah sakit," kata Arga yang menaruh dagunya di bahu istrinya itu.


"Baiklah kang mas, aku akan siap dalam lima menit, tapi tolong keluar sebentar ya," mohon Lista yang tersenyum dan mencium hidung mancung suaminya itu.


Setelah mengikat rambut panjangnya, mereka berdua pun berangkat ke rumah sakit.


Sesampainya di sana ternyata Nanang dan seorang dokter kecantikan sudah menunggu keduanya.


Dan mereka hanya akan melakukan perawat yang akan menyamarkan semua bekas luka.


Karena luka di wajah Arga mudah sembuh karena itu terjadi saat masih remaja.


Sedang untuk luka di wajah Lista membutuhkan waktu, tapi karena kulit gadis itu yang bersih dan ternyata menyerap obat yang sudah di berikan.

__ADS_1


Mungkin perawatan beberapa kali akan membuat kulit wajahnya mulus kembali.


Sedang Arga baru pertama kali tapi warna kulit pria itu sudah merata dan itu sangat bagus dan bekas luka itu langsung terlihat samar.


__ADS_2