Pria Jelek Itu, Suamiku

Pria Jelek Itu, Suamiku
kondisi Gita


__ADS_3

di kota, Gita terus sakit-sakitan entah kenapa, tapi wanita itu perlahan kondisinya memburuk.


terlebih sekarang kehidupannya dan juga Siska berubah seratus delapan puluh derajat.


dia kehilangan semua harta karena suaminya yang menjual semua yang di miliki demi pembuktian.


Dirga ingin semua keluarganya melihat jika dia bisa sukses besar tanpa harus menganggu bantuan saudaranya ataupun keluarganya.


bahkan Gita dan Siska memilih membantu dengan membuka toko kue yang cukup laris.


karena Gita memang suka membuat kue meski dulu tak pernah ke dapur sekalipun.


"apa kamu baik Gita, karena wajah mu sangat pucat pasti seperti ini," tanya Siska yang merasa kasihan.


"tak apa-apa mbak, aku memang seperti ini kalau lelah, itulah kenapa dulu aku begitu di manja di rumah," jawab Gita.


Siska tau jika madunya itu tengah sakit, dia memang awalnya tak menyukai Gita, tapi perlahan mereka kini malah seperti saudara, sebagai kakak dia tak mau adiknya itu sakit seperti ini.

__ADS_1


jadi hari ini Gita di antarkan ke rumah sakit oleh Siska, mereka berada di bagian dokter umum.


"apa yang di keluhkan Bu?"


"ini dokter, saya merasa jika tubuh saya begitu lemah, dan perut saya tak enak sekali, setiap pagi saya pasti mual, mungkin asam lambung saya kambuh," kata Gita.


dokter memeriksanya dan tersenyum saja, "sepertinya anda harus ke bagian kandungan," kata dokter itu.


mendengar hal itu mengejutkan Siska dan Gita, bagaimana bisa dia hamil di saat seperti ini.


akhirnya keduanya pindah ke bagian kandungan, dokter memeriksa kondisi kandungan dari Gita.


karena letaknya bisa membahayakan kondisi ibu yang mengandung.


"karena ini hamil di luar kandungan, sebaiknya kita harus segera mengambil tindakan, sebelum nyawa ibu dalam bahaya jika di biarkan," kata dokter menerangkan.


Gita dan Siska pun tampak syok,anak yang begitu Dirga inginkan malah harus di singkirkan dengan cara seperti ini.

__ADS_1


sedang di desa, Dewi di sambut dengan suka cita karena Romo Jalal baru tau jika putrinya itu sedang hamil.


"nak jaga kondisi mu,dan jika butuh mbok lagi kamu bisa merekrutnya, dan mulai besok kamu harus istirahat di rumah bersama Lista," kata Romo Jalal.


"tapi kenapa ayah,aku bisa mati bosan jika di rumah saja, aku ingin menjalani aktivitas ku seperti biasa," kata Dewi.


"tapi Dewi, setelah apa yang pernah terjadi,bunda tidak mau kamu terluka seperti dulu," kata nyonya Naina.


"tidak akan bunda, lagi pula di sekolah juga add bunda yang akan menjaga ku," terang Dewi yang mencoba meyakinkan ibunya itu.


sedang Lista hanya bisa tersenyum saja, sebenarnya dia juga ada kabar bahagia, tapi doa memilih menyembunyikannya karena tak mau membuat semua kebahagiaan untu Dewi terbagi.


"ayah lihatlah ini,aku menemukan ini di rumah, apa pelayan ku ada yang hamil," kata Arga memberikan hasil testpack pada ayahnya.


"apa yang kamu ucapkan, memang kamu menemukan ini dimana?" tanya Romo Jalal.


"di kamar mandi kamar ku," jawab Arga yang menoleh ke arah istrinya yang terlihat kaget.

__ADS_1


"maafkan aku, seharusnya aku merahasiakan ini karena tak mau menganggu kebahagiaan mbak Dewi," kata Lista dengan suara lirih.


"aku bukan sedih tapi bahagia, akhirnya orang tua ku akan mendapatkan cucu dari anak-anaknya,kamu tau jika mereka begitu menginginkan anak kami," kata Dewi yang tak keberatan membagi kebahagiaan itu.


__ADS_2