Pria Jelek Itu, Suamiku

Pria Jelek Itu, Suamiku
hancur sudah


__ADS_3

Keduanya melakukan panggilan video hingga tertidur, dan akhirnya karena kehabisan baterai.


Ponsel keduanya pun mati, keesokan harinya Lista bangun dan tersenyum mengingat apa yang terjadi.


Karena hari ini dia harus menghadiri acara di balai desa yang ajan kedatangan tamu dari kepala daerah lain.


Karena desa mereka menjadi desa percontohan dari desa yang berkembang sangat pesat dan tak hanya itu.


Desa itu memiliki banyak hasil ide kreatif yang diperjual belikan, tak hanya dari segi makanan tapi masih banyak lagi.


Bahkan desa yang juga memiliki rumah sakit besar sendiri, karena kepala desa tak segan mengelontorkan dana besar untuk itu.


Begitu dengan pabrik-pabrik yang tak jauh dari sana, karena di desa itu harus hijau karena lahan persawahan di sekitar tak boleh di bangun bangunan yang merusak tanah dan lingkungan.


Para tamu yang melihat perkembangan desa itu tak percaya, entah berapa banyak yang yang di habiskan oleh Romo Jalal.


"Ini pembangunan dari uang pribadi, dan bukan dari anggaran desa?" tanya pak gubernur.


"Tentu pak semuanya aset pribadi, karna jika menunggu dana dari anggaran desa mana cukup, untuk membantu warga memiliki rumah layak huni saja, hanya bisa satu tahun dua rumah, bagaimana desa terpencil seperti kami ini bisa berkembang, itulah kenapa aku memiliki keluarga hebat, istri dan para putriku mengurusnya," kata Romo Jalal.


Pak gubernur pun memberikan salam, ternyata tiga orang berdiri di sana, dan Romo Jalal memanggil Nanang.


"Ini perkenalkan pak dia direktur rumah sakit, dan dia yang menanggani semua yang di butuhkan rumah sakit, mulai dari alat dan apapun itu, bahkan berkat dia banyak dokter spesialis yang bekerja di rumah sakit ini, terutama kami fokus pada penangganan racun," kata Romo Jalal.


"Itu sangat jarang, apa kalian tak sayang dengan semua uang yang di habiskan, biasanya orang akan lebih memilih uang di bandingkan dengan peduli seperti ini," kata pak wakil gubernur.


"Itu orang lain, bukan Romo Jalal," kata semua orang.


Akhirnya para tamu di sambut dengan meriah oleh anak-anak sekolah.


Bahkan semua tarian yang di persembahkan oleh anak-anak itu hasil dari Dewi dan Lista mengajari selama tiga hari.


Kalau dulu nyonya Naina yang akan nge-vlog untuk mempromosikan semua jajanan di desa.

__ADS_1


Kini giliran Dewi dan Lista, keduanya bahkan punya asisten untuk memegangi kamera yaitu Juned dan Acung.


Mereka mulai membahas semua yang ada di stand hari ini, mulai dari makanan dan juga cinderamata dan semua perabotan dapur ulang.


Bahkan Lista memperkenalkan semua pegawainya yang ikut dalam sanggar lansia.


Di desa benar-benar sangat nyaman, hingga pak gubernur pun memberikan julukan desa mandiri prestasi.


Setelah para tamu pulang, kini semua warga pun bebas menikmati makanan yang ada, tak lupa tadi Lista dan Dewi juga memberikan oleh-oleh pada tamu yang datang.


Mereka berdua kini menikmati mie ayam dan bakso jumbo, bahkan Keduanya duduk lesehan bersama keluarganya


"Ayah tumben berani makan soto?" tanya Dewi.


"Pingin ndok, ya lagi pula jatah ayah makan micin bulan lalu tidak terjadi karena bunda dan Lista terus memberikan makanan sehat dan enak," kata Romo Jalal.


"Bukankah itu bagus, ayah harus menjaga kesehatan," kata nyonya Naina.


Setelah puas dan memberikan uang pada para penjual yang sudah di borong mereka pun pulang, dan tentu saja Lista pasti terakhir karena membagikan uang pada para orang-orangnya.


Saat Lista begitu rendah hati, baik dan cantik, kebalikan dari gadis itu adalah saudara kembarnya Gita.


Tanpa mereka semua duga, Dirga pulang ke desa untuk bertanya kenapa sekarang dia hidup susah pada kedua orang tuanya.


Dia tak terima karena sekarang Arga bisa hampir menguasai usaha milik keluarga.


Padahal Arga memiliki semua itu dengan cara yang benar bukan seperti Dirga yang hanya bisa mengambil dan menerima.


Mobil mewah berisi tiga orang itu sampai di rumah kediaman Rahmat, Romo Jalal yang mendapatkan kabar jika Dirga datang langsung berjalan keluar untuk menyambut putra pertamanya itu.


Tapi bukan menyambut dengan tangan terbuka melainkan kali ini dia ingin menghajar putra pertamanya itu karena kebodohannya sudah membuat banyak masalah.


"Ayah... aku ingin bertanya sesuatu," kata Dirga yang berjalan mendekati ayahnya itu.

__ADS_1


Tanpa terduga sebuah tamparan melayang dan mendarat di pipi pria itu dengan keras.


Plak...


"Ayah! kenapa menamparku," tanya Dirga tak terima.


"Kau tanya kenapa,memberikan seluruh perusahaan di kota untuk kau kelola adalah kebodohan terbesarku,sekarang aku menerima semua perusahaan itu, dan silahkan kamu mulai untuk bekerja sendiri, karena aku tak mau repot mengurusi yang tak becus ini," marah Romo Jalal.


"Apa ayah,serang ayah mengatakannya aku tak becus dan ingin menyerahkan semua pada Arga, pria buruk rupa itu," kata Dirga yang tak terima.


"Siapa yang kau sebut buruk rupa, sepertinya mata mu memang sudah rusak ya," kata Arga yang baru datang dari kota juga.


Dewi dan Lista baru pulang setelah menyelesaikan beberapa hal tadi, melihat sosok suaminya datang Lista pun tersenyum senang.


"Kang mas," panggil Lista yang langsung lari ke arah Arga.


Keduanya pun berpelukan,dan Gita tak menyangka adiknya yang punya luka di wajah juga sudah sembuh dan sekarang semakin terlihat perbedaan di antara keduanya.


"Sayang ada ayah di sini," kata Arga .


"Maafkan saya ayah mertua, saya permisi..."


Dirga yang melihat Lista pun merasa jatuh cinta, ingin rasanya dia memiliki wanita itu.


"Jangan pernah berani memikirkan hal buruk kepada istriku, dan ayah harus tau dia perusahaan di tangan Dirga juga sudah mengalami masalah besar, karena mereka terus kalah tender dengan perusahaan lain, jadi mereka tak bisa melakukan apapun." kata Arga.


Nyonya Naina ingin sekali keluar dan membantu putranya itu, tapi Romo Jalal sudah mewanti-wanti dirinya agar tak ikut campur.


Jadi dia hanya bisa diam di dalam rumah, "setidaknya dia lebih hebat daripada dirimu, bahkan semua warga di sini mengakuinya, dan aku tak akan menyangka akan mengatakan ini, mulai sekarang aku akan menghentikan semua sokongan ku padamu, dan sekarang kamu harus hidup dari kemampuan mu sendiri, jadi jangan menganggu adik-adik mu dan keluarganya," kata Romo Jalal tegas.


"Romo membuang ku hanya karena aku tak bisa mempertahankan perusahaan istri tua mu," marah Dirga.


"Dirga!!" suara nyonya Naina.

__ADS_1


Wanita itu keluar dan langsung menampar putra kesayangannya itu, "cukup kamu sudah terlalu banyak membuat masalah, sekarang kami tak ingin melihat dan di ganggu oleh mu, ingat ini sekarang kamu akan hidup dari apa yang bisa kamu lakukan sendiri," kata nyonya Naina tegas.


"Baiklah jika itu yang bunda katakan, aku juga tak mau tinggal di sini lagi, dan ingat jika aku bisa sukses jangan pernah memanggilku anak lagi, kalian semua menjengkelkan," marah pria itu yang langsung pergi meninggalkan rumah keluarganya dengan marah.


__ADS_2