
Akhirnya selama lima hari banjir, dan semua orang berkutat dengan semua kegiatan kemanusiaan.
Akhirnya saat ini banjir di desa sudah surut dari bencana yang menyerang, dan semua warga sedang gotong royong membersihkan rumah yang terdampak.
Dan tugas semua wanita di rumah Romo Jalal masih sama, tukang masak dan selalu menjadi tim terdepan.
Bahkan kali ini mereka membuat nasi bungkus dari pagi karena sudah di pastikan akan memakan waktu satu harian
Dewi heran melihat sosok adik iparnya itu, bagaimana bisa wanita bisa sekuat Lista.
Bahkan saat makam hari kadang dia masih memasak, tapi nyatanya dia tetap sangat semangat.
"Dewi ayo bantu, kok malah duduk saja," tegur nyonya Naina.
"Capek bunda, aku bukan robot rasanya pinggang ku rontok ini," kata wanita itu.
"Tapi kenapa melihat Lista tak ada capeknya ya?" kata nyonya Naina heran.
"Karena dia terbiasa menjalani ini semua, apa bunda tau jika dia dan kembarannya itu sangat di bedakan, mulai dari perlakukan dan yang lainnya,"
"Apa maksud mu Dewi," bingung nyonya Naina.
"Iya bunda, jika Gita hidup dengan semua baik, yang tenang dan tak pernah melakukan pekerjaan berat dan kasar, berbanding terbalik dengan Lista yang seperti pembantu di rumahnya sendiri, bahkan saat akan menikah, tim salon yang bunda minta aku kirim di begal oleh Gita, dan karena kesal aku tak membayar jasa itu dan meminta para pegawai itu minta bayaran ke Gita, tapi sepertinya putra bodoh mu itu memang sangat menginginkan gadis cantik tapi bodoh itu," kata Dewi dengan kesal.
"Iya deh gak usah marah gitu, tapi kenapa bunda merasa jika kamu masih sangat membenci Dirga, padahal kalian ini kembar," kata nyonya Naina meras sedih.
"Apa dia menganggap ku, hanya karena Romo memberikan beberapa usaha pada mas Nanang, dia terus menerus membuat ku dalam bahaya, bahkan dia dengan tanpa ampun menghabisi bayi yang bahkan tak salah apapun," kata Dewi.
"Apa maksud mu Dewi," kata nyonya Naina kaget mendengar ucapan putrinya itu.
"Iya bunda, dia membuat ku kehilangan anak ku yang masih berusia tiga bulan dan dengan mudah saat itu bunda bilang apa di depan ku, semua terjadi karena aku yang tak hati-hati malah membuat menantu mu itu celaka, padahal aku tak melakukan apapun, apa bunda sadar saat itu jika bukan karena Arga yang membawa ku ke rumah sakit, mungkin aku juga akan mati seperti siapa pelayan dulu yang pernah bunda usir," kata Dewi yang tanpa sadar mengungkapkan semua yang dia simpan selama ini.
"Dewi!" kata Romo Jalal yang kebetulan pulang bersama Nanang.
"Bunda!" teriak Lista yang langsung memeluk ibu mertuanya yang jatuh dengan lemas.
Dewi hanya tetap diam tak berkutik, "maaf Romo, karena aku tak bisa lagi tahan, karena bunda tak pernah bisa melihat kami juga sebagai anak, karena bagi bunda hanya Dirga yang disayangi," kata wanita itu pergi.
Romo Jalal memeluk putrinya itu yang langsung menangis histeris di pelukan ayahnya itu.
"Kenapa selalu aku yang salah, hanya karena aku membuat adik ku berjanji menjadi perisai utama ku," tangis Dewi.
"Maafkan bunda, tapi bunda benar-benar tak mengerti," kata nyonya Naina.
__ADS_1
Akhirnya Romo Jalal mengumpulkan semua keluarga intinya, bahkan awalnya Lista tak ingin bergabung.
Tapi kemungkinan jika Lista tak tau rahasia ini, dia bisa dalam bahaya nantinya.
...--KEMBALI KE MASA LALU--...
Arga memang selalu menepati janjinya pada sang kakak, bahkan saat pernikahan gadis itu dengan salah satu tangan kanan Romo Jalal.
Arga adalah salah satu orang yang memastikan kakak pertamanya itu tak berulah, tapi Dirga tidak bisa di hentikan.
Terlebih pria itu tau sesuatu, yaitu keinginan Romo Jalal memberikan rumah sakit dan apotek pada Nanang.
Memancing amarah pria itu, "ada apa," ketus Arga yang tiba-tiba di panggil oleh seorang pelayan.
Ternyata sekarang waktunya untuk melakukan acara saling menyuapi untuk pasangan pengantin.
"Anu tuan, tadi ada tidak sengaja memecahkan piring," kata pelayan itu
"Apa kamu gila, mengatakan itu saja hingga memanggilku, memang kemana tim bagian prasmanan, siala!" makinya.
Arga merasa aneh karena pelayan yang memanggilnya hanya mengatakan hal yang tak masuk akal.
dia berbalik dan melihat Dirga tersenyum menyeringai, "jangan makan nasi itu atau kalian berdua mati!" teriak pemuda itu mengejutkan semua orang.
Tanpa terduga pria muda itu membawa piring dan gelas itu ke depan Dirga
"Makanlah, bukankah kamu yang menyiapkannya bukan, lihatlah tangan mu saja masih kuning terkena kunyit," kata Arga.
"Ada apa ini Arga, jangan membuat keributan," kata nyonya Naina.
"Tanyakan pada putra pertama mu itu bunda, apa yang sudah dia lakukan," geram Arga yang meremas gelas dan piring itu hingga hancur.
Dirga hanya bisa diam, sedang Arga yang marah langsung mencekik leher kakaknya itu dan membawanya pergi.
Dirga menampar wajah adiknya itu tapi tak berdampak apapun, beruntung pernikahan ini hanya dihadiri keluarga dekat.
"Arga jika kamu membunuh Dirga, bunda akan mati di depan mu!" teriak nyonya Naina.
Arga melepaskan cekikan di leher Dirga, tanpa terduga Dirga malah menusuk adiknya itu dengan pisau yang ada di meja.
Melihat itu nyonya Naina kaget, "Arga!!" wanita itu lari dan merangkul putranya itu.
"Lihat bunda, putra mu ini tak segan membunuh aku, jadi untuk apa dia segan untuk membunuh menantu mu yang baru bergabung di rumah kita ini," kata Arga yang tersenyum dan mencabut pisau itu.
__ADS_1
Bahkan tak berhenti di situ, di siang hari ada pesta panen di desa yang sedang mengalami panen raya.
Dengan sengaja Dirga yang melakukan acara Wiwit bersama para warga.
Dengan sengaja mendorong adik iparnya itu hingga hampir tewas saat telat sedetik saja pak Jul tak menahan tubuh Nanang yang hampir menghantam bajak sawah yang di gunakan untuk foto.
"Mas Nanang tak apa-apa?" tanya pak Jul.
"Boleh aku membunuhnya," geram Nanang yang tak tahan lagi
"Sabar mas, ingat bagaimana pun dia adalah putra kesayangan nyonya dan kita tak bisa berbuat apapun," kata pak Jul yang sebenarnya marah pada pria itu.
Setelah kejadian itu, Arga dengan sengaja melemparkan sekarung gabah basah ke punggung dari Dirga.
Dan selama pria itu terluka, Dewi dan Nanang juga tentram menjalani pernikahan ini.
Hingga dalam lima bulan sudah ada kabar baik dari Dirga dan istrinya, yang sedang hamil beberapa Minggu.
Padahal Dewi merahasiakan kehamilannya yang sudah tiga bulan dari semua orang.
Tapi reaksi nyonya Naina sangat bahagia, tapi Dirga mengetahui bahwa adiknya itu sudah hamil terlebih dahulu.
Jadi dia merencanakan untuk berbuat sesuatu, dengan menjadikan Arga kambing hitam.
Ya Dirga berniat membuat Dewi keguguran karena terkena racun dari darah Arga.
Tapi nyatanya yang malah keguguran adalah istrinya karena wanita itu yang meminum susu almond milik Dewi.
Malam itu semua orang sedang istirahat saat tiba-tiba istri Dirga, Siska mengalami pendarahan.
Semua orang terbangun dan melihat keributan itu, "ada apa Dirga?"
"Istriku pendarahan karena minum susu milik Dewi, jangan-jangan ini rencana Dewi karena itu melihat istriku hamil, benarkan!!"
"Kau gila mas,"
"Hanya karena kamu belum bisa memberikan pewaris pad keluarga ini, hingga kamu membuat aku kehilangan putra ku, biadab," marah Dirga.
"Itu susu yang di minum istrimu, buatan pelayan kalian,"
"Bunda kecewa pada mu Dewi, Dirga kamu bawa Siska ke rumah sakit," kata nyonya Naina.
Dewi berusaha untuk menahan ibunya, "bunda aku tak melakukan hal itu," kata Dewi memohon.
__ADS_1
Tapi tangan Dewi di hempaskan oleh nyonya Naina hingga membuat wanita itu jatuh tertelungkup dengan perutnya menghantam lantai.