Pria Jelek Itu, Suamiku

Pria Jelek Itu, Suamiku
kesedihan, bagaimanapun dia kakak ku


__ADS_3

nyonya Naina sedang beristirahat dan bermain dengan cucu perempuannya.


"Shinta, ayo nanti kalau adik kecil dari om Arga lahir, kita main ke kebun binatang yuk kita bareng,boleh tak sih Dewi?" tanya nyonya Naina.


"sebenarnya sih boleh saja sih bunda, tapi kayaknya sulit deh, tuh bunda juga tau bagaimana tingkah putra kecil mu itu, yang udah kayak monster dan iblis kalau marah," kata Dewi tersenyum sambil gemas sendiri.


"boleh deh, ayo kita bujuk om Arga, aku juga mau minta maaf juga, ya kalau gak mau tinggal nangis di depan Lista pasti di bantu," kata nyonya Naina.


"udah deh kelemahan nomor satu dari Arga maju kalau gini," kata Dewi.


tapi tiba-tiba jantungnya terasa sakit, "uh..." dia memegangi dadanya sambil keluar keringat dingin.


nyonya Naina kaget melihat Dewi yang tiba-tiba terlihat kesakitan, "ada apa Dewi, Nanang tolong Dewi kesakitan!" panggil nyonya Naina yang ketakutan.


"ada apa bunda, sayang...!!" pria itu kaget melihat istrinya sudah tergletak di lantai.


Dewi sudah terjatuh pingsan, dan nyonya Naina mengendong cucunya karena Nanang langsung membawa istrinya itu ke rumah sakit.


sesampainya di rumah sakit, wanita itu langsung di periksa untuk kesehatan jantung Dewi.


tapi wanita itu tak mengalami gangguan kesehatan lainnya, "bagaimana Fahmi,"


"sepertinya mbak Dewi hanya lelah, karena kami tak menemukan ada yang salah," kata dokter utama rumah sakit keluarga Rahmat.


Nanang dan nyonya Naina juga ikut merasa lega, tiba-tiba dia mendapatkan telpon dari Romo Jalal.

__ADS_1


"tunggu sebentar bunda, ada telpon dari Romo," pamit Nanang yang langsung sedikit melipir


tiba-tiba raut wajah Nanang berubah pucat pasi, sekarang dia mengerti kenapa istrinya jatuh pingsan.


bahkan dia bingung untuk mengatakan pada ibu mertuanya tentang apa yang terjadi.


sedang di rumah Arga, pria itu sedang bermanja dengan Lista yang sedang hamil besar.


"hentikan mengelusnya, aku merinding dengan sentuhan mu," kesal wanita itu pada suaminya.


sedang Satrio yang mendapatkan kabar langsung menghampiri keduanya, "ketiwasan mas,"


"apa sih? siapa?" tanya Arga yang bangun begitu pun Lista yang terkejut.


"tenang cak Satrio, siapa yang ketiwasan?"


"apa..." lirih Arga tak percaya dengan apa yang dia dengar.


"kang mas," kata Lista yang kaget melihat reaksi suaminya.


"tidak, pria busuk itu tak boleh mati semudah itu, katanya dia ingin menantang ku untuk merebutkan kekuasaan," kata Arga.


"kang mas tolong sadar, kita harus ke rumah bunda," ajak Lista yang merasa kasihan dengan Arga.


bagaimana pun pria itu tetap tak bisa merelakan begitu saja,karena meski mereka saling bermusuhan mereka tetap saudara.

__ADS_1


mereka semua berangkat ke rumah keluarga Rahmat, Dewi sudah di izinkan pulang.


nyonya Naina terkejut melihat Arga dan Lista yang datang ke rumah utama Rahmat.


"kalian datang, maafkan bunda ya Argantara," kata wanita itu memeluk putra ketiganya itu.


"iya bunda," jawab Arga terdengar lirih.


tapi dia menatap Nanang yang sedang mengendong putrinya sambil merangkul istrinya.


Dewi tau tatapan itu, dan mengerti apa yang terjadi, "apa yang terjadi, kalian menyembunyikan sesuatu?" tanya Dewi dengan lemah.


"maafkan aku sayang, sebenarnya tadi Romo ke rumah sakit untuk menjemput jenazah dari mas Dirga, karena dia meninggal dunia karena kecelakaan tunggal di jalan tol,"


"apa... kenapa bisa," kaget Dewi yang syok.


"kalian bohong kan? Dirga sedang keluar kota, kemarin lalu dia menelpon bunda dia mau pamit," kata nyonya Naina yang mulai histeris tak percaya.


"bunda.... ayah sedang di sana untuk menjemput jenazahnya," kata Arga yang langsung memeluk nyonya Naina.


"tidak mungkin, Dirga!!" teriak wanita itu dengan syok dan sedih.


tak lama ambulans datang dengan sirine yang terdengar begitu keras, nyonya Naina ingin lari mendekat tapi Arga memeluk erat ibunya itu.


saat peri mati di bawa ke dalam rumah, Dewi dan nyonya Naina tak percaya itu benar-benar Dirga yang terbujur tak berdaya.

__ADS_1


sedang Lista menunggu kedatangan keluarganya, dan di sana Gita syok melihat suaminya sudah tak bernyawa.


sedang pak Jamal tak percaya melihat suami putri kesayangannya mati dengan cara seburuk ini.


__ADS_2