Pria Jelek Itu, Suamiku

Pria Jelek Itu, Suamiku
pergi yang jauh


__ADS_3

Mereka berempat sampai di rumah, dan terlihat semua sudah menunggu mereka.


Gita menarik Lista, "hei yang sopan, dia itu istriku!" bentak Arga yang kaget melihat perlakuan kasar dari Gita.


"Tapi dia adikku," jawab Gita dengan kesal.


"Sudah kang mas, aku bisa menangganinya, mau apa sih?" kata Lista kaget


"Kamu harus ikut aku ke kota, jika tidak aku bisa dalam bahaya besar," kata Gita yang tak bisa memungkiri apa yang sebenarnya dia hadapi, terlebih dia ingat bagaimana orang tuanya yang selalu mengingatkan dirinya tentang apa yang bisa dia alami.


"Wah wanita ini sudah gila, bagaimana bisa istrimu memaksa istriku untuk pindah ke kota, jangan gila sialan!" maki Arga.


"Tutup mulut mu Arga, dan Gita duduk di sini karena setelah sarapan kita akan pergi dari sini," kata Dirga


"Tapi.."


"Duduklah," kata Dirga yang marah.


Pasalnya dia selalu tak bisa melawan adiknya itu, karena pria itu sangat berbahaya.


Gita menurut dan tak bisa melakukan apapun, terlebih dia juga tak mau berurusan dengan kemarahan Arga.


"Bisa kah kalian tenang sebentar saja, kenapa terus bertengkar satu sama lain kalian lupa jika kalian ini adalah saudara juga," kata nyonya Naina.


"Itu akan kembali normal. jika putra pertama bunda itu menekan ego yang dia miliki, bagaimana tidak dia selalu menganggu kami, dan saat kami melawan kami yang salah," protes Dewi yang merasa di anak tiri kan oleh bundanya.


"Bisakah kalian diam, aku ingin makan bebek bakar dan ayam bakar saja kenapa bisa menjadi begitu ribut, dan Lista sudah memenuhi tugas pertamanya sebagai menantu, aku menghargai itu, jadi ayah memberikan sebuah perkebunan sayur yang di kelola oleh bunda,menjadi milik mu," kata Romo Jalal.


"Itu berlebihan Romo, ini hanya masalah kampung," kata gadis itu.


"Terima saja, karena itu adalah hadiah dari orang tua," Arga.


"Terima kasih ayah atas penghargaan yang di berikan," kata Lista yang menerima hadiah itu senang hati.


Sedang Gita tak melakukan itu, karena dia dari semalam sudah di kunci oleh suaminya agar tak bisa keluar.


"Maafkan saya ayah jika tak memasak untuk keluarga," kata Gita yang merasa tak enak.


"Tak Masalah karena itu juga bukan kewajiban tapi itu adat rumah ini," jawab nyonya Naina.

__ADS_1


Setelah sarapan, benar saja Dirga kembali ke kota membawa kedua istrinya bersamanya.


Arga dan Dewi mengantar kepergian dari pria itu, dan Arga tersenyum bersama kakaknya itu.


Pasalnya dia berniat perahan mengambil alih semu usaha keluarga yang ada di tangan kakaknya, karena dia harus mengambil semua yang seharusnya menjadi milik Dewi tapi di Dirga melakukan kecurangan besar.


Setelah kepergian dari Dirga, Dewi dan Nanang juga mulai bekerja begitupun dengan Arga.


Tapi saat melihat suaminya itu akan pergi begitu saja,itu membuat Lista merasa jika sudah saatnya suaminya itu menunjukkan siapa dirinya.


"Kang mas," tangan Lista yang mendudukkan suaminya itu di kursi rias.


Kemudian dia mengikat rambut milik Arga, "kenap dek, aku tak nyaman harus menunjukkan wajah ku seperti ini,"


"Aku akan ikut bersama mu, karena aku ingin lihat bagaimana suamiku ini bekerja, apa boleh? kita mengunakan ikat rambut yang sama," kata Lista yang juga mengikat rambut panjangnya.


Melihat istrinya itu,jadi Arga ikut saja, dan kini mengandeng tangan istrinya untuk mengajak berangkat ke tempat kerjanya.


"Joko, Acung, dan Londo kalian ikut semua karena sekarang nyonya akan pergi bersama untuk bekerja, dan ingat ini siapapun yang berani mengatakan hal aneh tentang istriku, aku tak akan mengampuninya, mengerti," kata Arga


"Baik tuan," jawab ketiganya.


Belum lagi ada pabrik sirup yang juga sedang produksi besar-besaran karena sedang ada panen raya jeruk dari kebun dan sawah yang di miliki oleh Romo Jalal.


Sedang untuk ibu mertuanya itu sedang fokus untuk yayasan pendidikan anak-anak.


Itulah kenapa dia menjadi kepala yayasan dan Dewi yang memang memiliki pendidikan tinggi.


Menjadi kepala sekolah di sekolah milik keluarganya itu, dan itu menjadi sesuatu yang termasuk membanggakan.


Dan rumah sakit di pegang oleh Nanang, ya pria itu juga lulusan universitas terbaik di luar kota.


Dan sekarang menjadi di rekrut rumah sakit yang sudah banyak menolong warga desa.


Keluarga itu benar-benar menjadi orang yang mendorong kemajuan desa.


Semua pegawai di pabrik minuman kemasan itu kaget melihat siapa yang datang.


Pasalnya mereka tak menyangka jika akan secepat ini Arga yang selalu pimpinan pabrik masuk kerja setelah menikah.

__ADS_1


"Apa itu benar pak Arga yang terkenal buruk rupa dan istrinya yang mengerikan itu?" tanya seseorang.


"Heh diamlah, atau kamu bisa di pecat dari sini," bisik temannya yang lain.


Lista hanya tersenyum mendengar itu, itu bukan pertama kalinya, "perkenalkan ini istriku, dan sekarang di yang akan menjadi pengawas kalian, dan jangan ingat jika dia orang baru kalian bisa seenaknya, karena jika ada yang berani tak sopan, aku akan membuatnya tau apa hukum dari Argantara," kata pria itu.


"Baik tuan," jawab semua orang.


Lista di lepaskan begitu saja untuk mandiri, dan membuatnya terkejut, "kang mas mau pergi, tapi aku takut tidak akan bisa mengemban amanat mu," katanya


"Tenang saja dek, ini adalah pabrik milik ku, jadi kamu bisa melakukan apapun yang kamu rasa benar, mengerti oke," kata Arga yang kemudian pergi.


"Kenapa aku merasa sedang memeluk boneka beruang besar ya," kata Lista lirih.


"Baru kali ini ada yang menganggap ku sebuah boneka beruang, padahal selama ini semua orang menganggap ku monster," kata Arga tertawa di depan semua karyawannya


"Karena mereka itu hanya melihat penampilan kang mas, bukan apa yang selalu ini kang mas lakukan, karena aku melihat sosok yang baik di balik wajah seram ini," kata Lista yang mendapatkan ciuman di keningnya.


Dia pun kini benar-benar menjadi petinggi di perusahaan yang selama ini di kembangkan oleh suaminya itu.


Dia memanggil beberapa orang yang menjadi pengawas produksi dan mengajaknya berbincang.


"Semuanya semangat kerja ya,dan tolong tegur aku jika aku melakukan kesalahan," jata gadis itu dengan hormat dan sopan.


"Baik nyonya," jawab mereka.


Di mengawasi bagian produksi, dan ternyata semua produk ini sudah memiliki standard yang tinggi.


Saat melihat gudang ternyata ada ampas yang jadi masalah, "tunggu semua sampai ini akan di buang atau bagaimana?" tanya wanita itu.


"Itu akan di buang karena jika di jadikan pupuk kami kesulitan,sebab kami butuh banyak tempat yang sangat luas," jawab penanggung jawab di pabrik itu.


"Bagiamana jika di jadikan sebagai lilin aroma terapi, itu akan sangat berguna bukan atau di jadikan petisida alami untuk menghalau alat buah, dan serangga tapi ini hanya usul saja," kata Lista.


"Tapi itu akan sangat menghabiskan biaya nyonya," kata pria itu.


"Baiklah nanti biar nanti aku bicarakan dengan suamiku," kata Lista yang melihat limbah itu masih memiliki aroma jeruk yang sangat kuat.


Karena bagi seorang pengusaha, jika masih bisa di gunakan kenapa tidak di pergunakan dengan baik.

__ADS_1


__ADS_2