Princess Of Jungle

Princess Of Jungle
CHAPTER 16


__ADS_3

πŸƒ Happy reading πŸƒ


***


"Purok, aku lelah," keluh Key sembari mengatur napasnya. Sejak tadi ia dan Purok berlari ke arah Barat. Mengapa terasa sangat jauh? Dan bagaimana mengetahui mereka sudah sampai di Barat. Key bingung.


"Kita harus cepat, mereka pasti sudah di belakang kita," ucap Purok dengan wajah khawatir. Ia lalu bersimpuh membelakangi Key.


"Cepat naik punggungku!" Key ingin melayangkan protes tapi nada suara memerintah dari Purok membuatnya spontan naik ke punggung pemuda itu.


Purok lalu berlari dengan cepat, seolah ia tak merasa berat dan kesusahan dengan Key yang ada di punggungnya. Sedangkan Key hanya terdiam. Ia merasa tubuh Purok tegang dan ketakutan Purok juga menjalari pikirannya.


Purok kemudian berhenti, nampaknya ia mengambil napas dan beristirahat sebentar.


"Turunkan aku!"


"Tidak, diamlah!" Purok meninggikan sedikit suaranya karena Key meronta.


"Maafkan aku, kau pasti sangat lelah. Aku berat, 'kan?"


"Tidak, seharusnya aku yang minta maaf. Aku sudah menduga hal ini. Tapi aku tetap keras kepala."


"Apa maksudmu?"


"Ekot sepertinya sudah tau, aku menyukaimu."


Key membisu sedangkan Ekot kembali berlari. Kedua kakinya yang kekar dengan sigap melewati rumput-rumput yang panjang. Key merasa sedikit pusing. Sejak awal bertemu Purok, Key sudah terpesona pada mata hitamnya. Saat ia juga belum bisa bahasa mereka, Purok nampak sangat perhatian. Menjaganya, memberinya makanan. Dan hal lainnya.


Sedangkan Ekot terus melihatnya dengan tatapan mengerikan. Seolah siap menerkamnya kapanpun. Sejak awal ia sudah nyaman pada Purok. Mereka juga hampir dua kali berciuman! Oh astaga! Key mendengus kesal.


Brukkk!!


Tubuh Purok terjatuh, Key yang berada di punggungnya terloncat ke depan. Segalanya berubah menjadi gelap. Key tak sadarkan diri.


***


Key mengerjapkan mata beberapa kali. Menyesuaikan cahaya entah dari mana. Pertama kali di lihatnya wajah tampan dengan guratan kebahagiaan menatapnya sembari tersenyum manis.

__ADS_1


"Selamat datang di tempat tinggal kita."


Key memijit pelipisnya. Sudah dua kali saat bersama Purok ia pingsan. Lucu sekali bukan? Padahal saat sendirian di hutan ia tak pernah pingsan.


"Di mana Tutul?" Key menatap Purok.


"Di sana!"


Key mengikuti arah mata Purok. Tutul nampak meminum air di sebuah danau. Hah danau?


Key kemudian mendekat pada Tutul, matanya memperhatikan air di depannya. Ini seperti sebuah genangan air. Sekilas tentu seperti danau.


"Lihatkan? Hutan sebelah Barat memang luar biasa." Key menatap Purok yang sudah di sebelahnya. Purok menatap danau dan sekitarnya. Beberapa buah-buahan bergelantungan indah mengelilingi danau ini.


Byuur!!!


Purok meloncat ke danau. Membuat Tutul menggeram marah dan menjauh dari sana. Tawa Key meledak.


"Segar sekali, kau tak mau mandi? Biasanya kau suka mandi dan selalu terlihat bersih," ucap Purok dengan nada menggoda. Key menatap tajam Purok. Apa selama ini Purok selalu memperhatikannya?


"Apa sangat dalam?" tanya Keysa.


"Lumayan," sahut Purok sembari mendekat ke tepi. Ke tempat Key duduk.


"Ayo, berpegangan denganku jika kau takut."


Suara lembut dan tatapan hangat Purok membius Key. Tangannya terangkat menyambut tangan Purok. Detik selanjutnya ia sudah berada di dalam danau dengan tangan kekar Purok memeluk pinggangnya.


"Lepaskan aku," ucap Key sembari tersenyum. Ia rasa ia bisa dan air ini memang sangat menyegarkan!


"Kau yakin?" Purok menaikkan satu alisnya menatap Key.


"Ya!"


Tangan Purok terlepas, lalu Key langsung menyelam ke dalam. Membuat Purok khawatir dan mengira Key tenggelam. Dengan cepat ia kembali meraih Key. Membawanya ke luar air. Saling berhadapan dengan tangannya melingkar di pinggang Key, serta tangan Key melingkar di leher Purok.


"Apa kau baik-baik saja?" Key mengangguk dengan kedua pipi merona. Mereka sangat dekat.

__ADS_1


"Maaf, aku tidak berhati-hati sehingga kau jatuh sepeti tadi."


"Tak apa, mengenai Ekot-"


"Dia tak akan bisa kesini," potong Purok cepat sembari menatap mata cokelat Key.


"Mengapa?"


"Karena ini tempat suci. Di sini di larang menumpahkan darah dan tak semua manusia bisa masuk."


"Apa maksudmu?"


"Tempat ini gaib. Maksudku kadang tak terlihat." Kedua mata Key membesar. Menatap Purok dengan tatapan tak percaya.


"Jika begitu, mengapa kau bisa melihat tempat ini?"


"Aku sendiri tidak tau. Aku berlari ke sini sambil berdoa semoga mulank membantu kita. Aku takut kehilanganmu ...." nada suara Purok merendah dan terdengar tulus.


Hening. Masih dengan posisi yang sangat dekat kedua mata Key terkunci pada mata hitam Purok. Mata itu sekarang menenangkannya. Pelukan ini menghangatkannya. Dan ciuman ini memabukkannya.


Entah sejak kapan Purok menyatukan bibir mereka. Mengecup lembut. Lalu ********** dengan mesra. Key memejamkan mata. Menikmati bibir Purok yang memanjakan bibirnya. Purok lalu mengigit bibir bawah Key. Membuat Key sedikit membuka mulutnya dan membuat lidah Purok berhasil masuk. Tangan kanan Purok di tengkuk Key dan tangan kirinya tetap di pinggang gadis itu di bawah air. Ciuman ini pertama bagi Key maupun Purok. Tapi setiap manusia memiliki naluri mengenai hal ini. Purok maupun Key menjadi bisa sendiri.


Lidah mereka bertaut dan saling bertukar saliva. Mengungkapkan perasaan melalui gelombang gairah asmara. Saling menghangatkan tubuh dan memejamkan mata.


Merasa sudah kehabisan napas, ciuman itu terlepas. Key menatap mata hitam Purok yang sudah terselubung kabut gairah. Tempat yang indah dan pemuda tampan di hadapannya dengan senyuman merekah.


Purok lalu menyatukan dahi mereka. Di bawah matahari yang mulai tenggelam ke tempat peraduannya. Untuk pertama kalinya, Key tau apa itu jatuh cinta. Selanjutnya ia akan selalu berada di sisi lelakinya. Tak akan ada yang bisa memisahkan mereka.


Bersambung


Jangan lupa like dan komentarnya yaa πŸ˜—


Kalau ada lebihan poin/koin bisa disumbangin kesini ^_^


Terimakasih atas apresiasi


kalian semua ❀

__ADS_1


__ADS_2