Princess Of Jungle

Princess Of Jungle
S2 ~ Duka


__ADS_3

πŸƒ Happy reading πŸƒ


***


Jakarta, Indonesia.


Grace langsung memeluk tubuh tua lelaki yang sayang di sayanginya itu. Mata birunya yang seperti Mike terlihat berkaca-kaca.


"Kakek, aku merindukanmu," ucapnya dengan lirih. Aaron mengangkat tangan kanannya dan mengusap pelan punggung cucu gadisnya. Lalu terbatuk-batuk.


"Kakek!" seru Alice sembari mendekat. Aaron tersenyum dan merentangkan satu tangannya yang lain. Hingga kedua cucu cantiknya berada dalam dekapannya yang hangat. Meski kedua gadis ini sama sekali tak mirip dengan Keysa yang memiliki wajah Asia. Aaron tetap merasa mereka berdua adalah jelmaan lain dari putrinya. Grace maupun Alice memang lebih mirip ayahnya Mike. Wajah wanita Eropa serta manik mata cerah. Biru dan hijau.


"Oh God!" gerutu Mike sembari menatap kedua putrinya. Keysa yang berada di sebelahnya terkekeh. Ia tau, sekarang suaminya tengah berpura-pura merajuk karena Alice dan Grace langsung memeluk Aaron setelah datang. Bahkan tak menyapa Mike sama sekali. Hal itu memiliki sebab, Mike mendidik kedua putrinya dengan tegas. Sehingga Alice maupun Grace lebih dekat pada Aaron yang suka memanjakan mereka.


"Ayolah Mike!" ucap Keysa sembari mengusap lengan kekar suaminya. Mike memutar bola mata. Aaron yang melihat wajah kesal Mike malah tergelak. Alice dan Grace terkekeh. Lalu mendekat pada Mike dan memeluk lelaki yang sudah menjadi cinta pertama mereka.


"Kalian masih mengingatku hmm?" sindir Mike sembari mendekap kedua putrinya.


"Hampir lupa sebenarnya. Karena kedua suami istri yang tua ini lebih suka berbulan madu dari pada menghabiskan waktu bersama putri-putrinya," sahut Grace sarkasme. Alice hanya mengangguk setuju sembari bibirnya di majukan seperti mencibir.


"Hei! Kami masih sangat muda untuk membuat adik untuk kalian!" ucap Mike dengan nada bangga. Kedua pipi Keysa merona tapi matanya melotot galak pada suaminya.


"Yaya, berusahalah sekuat tenaga," ucap Grace lalu tergelak. Aaron yang melihat ke empat orang itu merasa hatinya menghangat. Ia menatap mereka dengan mata berkaca-kaca. Ia sangat bahagia saat melihat putrinya Keysa sekarang sudah menjadi orang tua. Bagi seorang ayah, langkah terbesar dalam hidupnya adalah menyetujui lelaki mana yang akan menjaga putrinya di masa depan. Seorang suami yang benar-benar harus mencintainya dengan sepenuh hati.


Saat Mike mendatanginya dan mengatakan ingin menikahi Keysa. Aaron tentu saja tak langsung setuju. Tapi seiring berjalannya waktu, Mike menunjukkan sikap yang baik dan sangat pantas untuk menjadi suami Keysa. Melihat Keysa yang juga menatap Mike selalu dengan binar cinta. Akhirnya Aaron setuju dan merestui mereka.

__ADS_1


Brukk!


Suara itu membuat Mike dan istri serta kedua putrinya menatap asal suara. Mata mereka membulat sempurna saat melihat Aaron terlihat tergeletak di lantai tak berdaya.


"Kakek!" pekik Grace dengan keras.


***


Keysa menunggu di ruang UGD dengan mata yang sudah berlinang air mata. Mike duduk di sebelahnya sembari menggenggam tangan istrinya. Seolah memberikan kekuatan dan lewat mata, Mike seolah mengatakan semua akan baik-baik saja.


"Aku sudah bilang pada Ayah, agar di kamar saja. Jangan berjalan-jalan atau lebih baik menggunakan kursi roda tapi .... " ucapan Keysa terputus. Justru dilanjutkan dengan isak tangis pelan. Aaron memang memiliki riwayat penyakit diabetes kronis. Sudah bertahun-tahun ayahnya menderita penyakit ini. Berbagai macam pengobatan di lakukan tapi tetap saja, sebagai orang tua, Aaron kadang nakal dan mengeluh saat di minta meminum obat dan jangan memakan makanan yang manis.


Diabetes adalah penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah di dalam tubuh. Kadar gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol ini dapat membuat penderita diabetes kerap merasa haus. Mereka menjadi sering minum dan otomatis akan sering buang air kecil. Beberapa gejala lain dari penyakit diabetes ini, yakni sering kesemutan, mati rasa, luka lama sembuh, dan cepat lelah. Hal ini pula lah yang membuat Aaron lebih lemah dari David saat di masa lalu. Karena Aaron sangat cepat lelah. Sistem imunnya tak sekuat dulu saat masih muda.


Selain itu, penyakit diabetes yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah dan saraf. Akibatnya, penderita diabetes bisa mengalami kesemutan, mati rasa, atau bahkan sering mengompol akibat kerusakan pada saraf yang mengontrol proses berkemih.


"Tenanglah Sayang," ucap Mike sembari merangkul pundak Keysa.


"Maaf, kami sudah berusaha." dokter yang sudah berusia setengah abad itu menggeleng lemah.


"Tidak!" Keysa berteriak spontan. Ia menatap tajam dokter di hadapannya.


"Bagaimana mungkin bisa mendadak seperti ini!" sungut Keysa dengan mata merah. Mike berusaha menenangkan Keysa.


"Maaf Nyonya. Tapi Tuan Aaron sudah mengalami komplikasi kronis. Saya mohon maaf sekali lagi." dokter itu kemudian meninggalkan mereka.

__ADS_1


Mike cukup tau tentang hal ini. Karena bibinya Catherine adalah seorang dokter umum. Penyakit diabetes bisa meningkatkan risiko meninggal mendadak ketika terjadi komplikasi.


Komplikasi bisa terjadi ketika penyandang diabetes tidak mengontrol penyakitnya, sehingga kondisi tersebut memengaruhi kerja organ tubuh lainnya. Ada dua jenis komplikasi diabetes, yakni komplikasi akut dan komplikasi kronis.


Mike memeluk erat tubuh istrinya yang bergetar. Ia sangat tau, Keysa sangat mencintai ayahnya. Sedangkan Grace sudah terduduk lemah dengan air mata yang deras. Alice yang duduk di sebelahnya juga sama.


***


Pemakaman Aaron di lakukan dengan cepat ke esokan harinya. Kakaknya Sari juga ada di sana. Keysa memeluk kakaknya itu dengan air mata yang terus keluar.


Setelah semua orang satu persatu meninggalkan rumah duka. Alice duduk di teras dengan mata berkaca-kaca. Masih tak menyangka, kakeknya pergi setelah tak lama bertemu kedua cucunya.


Pertemuan di iringi perpisahan adalah sesuatu yang sudah sangat biasa. Di mengerti juga oleh beberapa manusia. Tapi tetap saja. Perpisahan terasa sangat sakit seolah ada memar di dada. Alice menyeka air matanya. Lalu menghembuskan napasnya.


Sejenak ia memejamkan mata. Sementara Grace juga masih melamun di dalam kamarnya. Hingga sebuah dering ponsel membuat ia tersentak. Grace mengabaikan beberapa saat. Tapi karena terus berdering, dengan kesal ia mengangkat panggilan itu.


"Apa!?" pekik Grace dengan mata membesar.


Sementara Alice yang ada di teras rumah membuka mata. Memilih berdiri saat angin sore mulai terasa menusuk pori-pori. Alice melangkah masuk saat sebuah suara menghentikan langkahnya.


Saat berbalik, mata Alice membesar menatap dua lelaki seusianya yang tengah berdiri di hadapannya.


"Boby?"


"Aland!" pekik Grace dari belakang Alice. Ia berlari dan menubruk tubuh Aland. Memeluknya dengan erat. Menangis di dekapan hangat itu. Aland mengusap pelan punggung Grace tapi matanya terkunci pada mata zamrud milik Alice.

__ADS_1


Bersambung


Tap Jempolnya yaa❀😽


__ADS_2