Princess Of Jungle

Princess Of Jungle
S2 ~ Dua makhluk


__ADS_3

TEKAN LIKE DULU SEBELUM BACA PLIS!


❤ Happy reading ❤


***


"Dia menggemaskan sekali!" pekik Grace sembari berlari ke arah makhluk manis itu.


"Tunggu!" tangan Grace ditahan oleh Lee. Ia menatap Grace dengan seksama kemudian menggelengkan kepala.


"Seluruh hewan di sini sangat liar. Jangan mendekat pada segala yang membuatmu terluka," jelas Lee dengan nada ramah. Grace menautkan kedua alisnya. Kemudian menatap lagi seekor kucing jenis Chinchilla Longhair yang tengah berdiri di sana dengan anggun.


Kucing Chinchilla Longhair atau sering disebut kucing Chinchilla Persian, di Asia Tenggara dikenal juga dengan sebutan kucing Janjira, juga sering disebut "silver cat". Kucing ini merupakan kucing keturunan Persia yang awalnya dikembangkan di Inggris dan akhirnya sebagian breeder menjadikannya sebuah ras baru, sebagian breeder lainnya memasukkannya sebagai grup ras kucing Persia.


Kucing ini sangat anggun, berbulu panjang, dan sebenarnya terdapat dua warna yaitu chinchilla warna cerah (sejati) dan chincilia warna agak gelap (perak gradasi). Sedangkan yang sedang menghadang mereka sekarang berwarna putih cerah dengan mata bulat besar berwarna zamrud.


Seperti halnya kucing Persia, kucing Chinchilla sangat anggun sekaligus wajahnya nampak lucu sekali. Kepalanya besar dan bulat, hidung pesek dan lebar dengan celah pembatas yang jelas dengan mata. Rahang kuat dan lebar, pipi penuh ditopang tulang pipi yang menonjol. Bila dilihat dari samping, bagian dahi hidung dan dagu berbentuk garis tegak lurus.




Pada umumnya Kucing Chinchilla ini berkepribadian lembut, hangat, sifat pendiam, patuh, sangat tenang dan senang berbaring. Itu sebabnya, sangat tak masuk akal dengan apa yang dikatakan Lee. Grace mengeyel dan tetap berlari ke arah kucing manis itu. Mengulurkan tangannya dan mendapat cakaran yang cukup dalam ditelapak tangannya.


"Grace!" pekik Alice spontan sembari mendekat.


"Sudah dikatakan Lee bukan. Ini bukan dunia yang sama. Dan kemungkinan besar segala makhluk di sini juga berbeda!" gerutu Alice sembari menyaut tangan Grace dan melihat cakaran panjang di telapak tangan kanannya.


"Aku tak apa," ucap Grace sembari menarik tangannya. Mata Alice teralihkan pada sesosok makhluk lainnya yang datang dengan berjalan elegan. Ia tertegun. Grace yang melihat ekspresi Alice spontan mengikuti arah tatapan Kakaknya. Seekor kucing lain berjalan ke arah Grace. Sangat anggun dan elegan.


"Itu kucing Rangdoll," gumam Grace pelan.


Jenis Kucing Ragdoll ini merupakan kucing yang berbadan besar, dada yang lebar, serta panggul yang besar. Dan biasanya kucing ini memiliki berat badan untuk jantan sekitar 12-20 pon (5.4-9 kg) serta untuk betina 10-15 pon (5.4-6.8 kg). Tapi Kucing yang semakin mendekat pada kedua kakak beradik itu memiliki ukuran dua kali lipat. Sama seperti kucing jenis Chinchilla Longhair tadi.


Bulu pada Ragdoll panjangnya sedang. Memiliki tekstur bulu yang sama seperti bulu pada kelinci. Kucing ragdoll memiliki suara yang cukup lembut ,bersahabat ,manja dan juga tidak suka mengganggu. Kucing yang sekarang tengah menatap Grace itu memiliki mata biru persis sepertinya.



__ADS_1


Grace mundur perlahan, namun kucing itu semakin mendekat kemudian menjilat telapak tangan Grace yang terluka cakaran tadi. Semua yang ada di sana hanya melihat dengan tatapan tak terbaca.


Kucing itu kemudian menatap Grace lagi dengan dalam. Seolah sedang berkomunikasi tapi sayangnya Grace tak bisa memahami. Lalu, tanpa diduga. Kucing Rangdoll menerjang Kucing berjenis Chinchilla Longhair tadi. Kucing putih itu hanya menghindar tanpa melawan. Alice dengan nekat menghalang mereka berdua. Menarik kucing berwarna putih dan Grace menarik kucing yang satunya lagi.


Tak ada cakaran ataupun rontaan. Lee menatap bergantian kedua kakak beradik itu dengan sorot mata kekaguman.


"Biasanya mereka sangat liar," ucap Lee pelan


"Tapi di dunia kami, mereka sangat jinak dan baik," sahut Grace sembari mengelus kucing manis yang ada di pelukannya. Bulunya kucing itu memang teramat lembut seperti kelinci.


"Atau mungkin memang Kalian yang hebat," ucap Lee sembari tersenyum penuh arti. Alice menatap pemuda—maksudnya remaja itu dengan menautkan alisnya tak mengerti.


"Ya sudah, ayo lanjutkan perjalanan," ucap Aland yang diangguki oleh mereka secara spontan.


"Apa dia bisa kumiliki?" tanya Grace sembari mengelus kucing itu dan melangkahkan kaki.


"Itu tergantung mereka." Grace menghentikan langkahnya dan menatap Lee, tanda menunggu ucapan remaja itu selanjutnya.


"Lepaskan dia. Lalu lihat dia ingin tetap di sini atau bersama denganmu pergi dari sini." Grace dan Alice saling menatap kemudian melepaskan dua makhluk menggemaskan itu. Keduanya langsung berlari menuju hutan yang membuat Grace mendesah kecewa dengan spontan.


"Aku akan meminta Daddy membelikannya nanti," gumam Grace menghibur dirinya sendiri.


"Bulunya tadi bercahaya dan ukuran nya lebih besar dari biasanya." Boby menimpali.


"Adikku punya kucing yang sama seperti kucing bermata biru tadi. Kucing itu sangat manja. Mana mungkin bisa menyerang seperti tadi." Aland yang tak banyak bicara, bahkan ikut melontarkan pernyataan.


"Apa mereka sejak lahir hidup di sini?" tanya Alice sembari tetap menatap ke depan.


"Ya, Ada banyak jenis kucing lainnya di sini," sahut Lee. Boby teringat sesuatu dan kemudian berjalan cepat mensejajarkan langkahnya dengan Alice.


"Kau tadi mengikuti kucing itu hingga membuat kita tersesat di sini?" tanya Boby dengan berbisik. Alice mengangguk kemudian memutar bola mata.


"Apa kau ingin menyalahkanku?" Alice mengerucutkan bibirnya. Ia sangat penasaran tadi dengan kucing persia itu. Jika kucing hutan mungkin ia biasa saja. Tapi bisakah kau bersikap tak peduli saat melihat kucing manis seperti tadi berkeliaran di hutan? Alice tak bisa.


"Tentu tidak Alice," sahut Boby kemudian melangkah ke depan. Melihat ke sekitar dengan siaga jika terjadi sesuatu yang tak semestinya.


"Bagaimana jika berlari? agar cepat sampai." tanpa menunggu respon siapapun, Boby berlari dengan kecepatan sedang.


"Tunggu! Hati-"

__ADS_1


Gubrakk!


Semua yang di sana menatap asal suara. Boby nampak terjatuh dan kesakitan. Ia mengusap kepalanya dengan pelan. Yang lain segera mendekat padanya tapi Grace lebih dulu tertawa.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Alice dengan ekspresi menahan tawa.


"Bagaimana Kau bisa jatuh begini!" ucap Aland yang juga ikut tertawa.


"Ini yang baru saja ingin aku ingatkan."


"Kau terlambat mengingatkanku!" ucap Boby dengan memberengut kesal. Kemudian berdiri yang dibantu oleh Alice.


"Kita sudah sampai!" ucap Lee lalu berjalan tepat dihadapan Boby. Tangannya terangkat menyentuh penghalang antara Negeri Jungle dan Hutan Kematian.


Ke empat manusia yang berasal dari bumi itu menatap apa yang dihadapannya tak percaya. Alice mengerjapkan matanya. Bahkan ia baru tau bahwa Boby baru saja menabrak sebuah dinding kaca.


Kaca bening dan tebal berdiri menjulang dihadapan mereka. Lee tersenyum menatap keempat orang yang ada di belakangnya.


"Siapa yang membangun ini?" gumam Boby yang juga baru sadar bahwa ia baru saja menabrak sebuah kaca.


"Nenek moyang Kami, sudah ada sejak ribuan tahun silam." Lee menggerayangi kaca itu. Seperti mencari sesuatu. Lalu, menempelkan telapak tangannya di sana. Seketika cahaya hijau keluar dari telapak tangannya.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Alice dengan penuh kekaguman.


"Memeriksa ID-ku agar kita bisa masuk ke dalam sana."


Bersambung


Note : Breeder (pembiak) adalah orang yang membiakkan dengan sengaja (dalam hal ini kucing) untuk tujuan tertentu.



**Aland : Jngn lupa likenya yaa ❤😘


Visual Lee**



Lee : Komentarnya yaa biar Zaraa semangat upnya 💕😙

__ADS_1


__ADS_2