
π Happy reading π
***
"Come on!" ucap Keysa sembari menggelengkan kepala menatap ke empat remaja yang tengah memandang rumah besar di hadapannya. Ada dengan sorot mata penuh binar kekaguman dan juga datar biasa.
Ke empat remaja itu mengikuti Keysa dan Mike berjalan ke dalam. Alice menatap ke sekitar. Ia hanya beberapa kali pernah ke sini saat kecil dan seingatnya, segalanya masih sama. Sedangkan Grace memilih menatap layar ponselnya.
Sementara Boby di sebelahnya berdecak kagum. Pantas saja, Keysa bisa di tempatkan di sini saat koma. Dari rumah besar khas Eropa yang ia lihat sekarang. Boby tau, Aaron adalah lelaki yang bergelimang harta. Pada dasarnya seorang pasien koma di letakkan di kamar ICU rumah sakit. Tentu saja diperbolehkan di rawat di rumah tapi perlu banyak biaya. Dan seorang Keysa di rawat di tengah hutan tapi lengkap segala peralatan medis serta tenaga medis pula.
"Kakekmu pasti meninggalkan banyak warisan." Alice tertawa pelan.
"Ya begitulah." mata hijau Alice berkaca-kaca.
"Maaf." Alice menatap Boby lalu menggelengkan kepala. Tersenyum tipis menenangkan sahabatnya.
***
"Kau tak istirahat?" Boby tersentak dan menatap asal suara. Keysa menatapnya dengan dahi berkerut dalam. Ia lalu menggelengkan kepala.
"Kau sangat berambisi rupanya." Boby menanggapi dengan terkekeh pelan. Sangat canggung jika hanya berdua dengan ibu dari sahabatnya. Alice sepertinya masih beristirahat, pikirnya.
"Bisakah aku bertanya?" tanya Boby pelan.
"Mengenai tempatnya. Cukup jauh dari sini." Keysa menatap sekilas Boby yang tengah memusatkan perhatian padanya. Berarti dugaannya benar mengenai pertanyaan apa yang terlontar dari remaja lelaki di hadapannya.
"Kau lihat di tengah perjalanan masuk tadi?" Boby mengangguk.
"Di situ tempatnya. Aku berlari dan sampai dalam sebuah jurang."
"Tapi sekarang, kau lihat sendiri sepertinya tempatnya sudah tak sama lagi." Boby mengangguk kecewa. Belasan tahun yang lalu hutan ini begitu asri. Tapi sekarang sudah tak lagi. Tempat Keysa mengalami kejadian itu sudah menjadi tempat yang gundul karena pohon-pohon yang ditebang. Entah untuk apa, Mike bahkan tak ingin tau. Keysa merasa tak perlu bertanya karena selagi mereka tak mengusik kediaman peninggalan ayahnya. Ia acuh saja.
"Honey!" Boby tersentak dan menelan Saliva saat melihat Mike yang berjalan ke arahnya dengan tatapan mengancam.
"Sedang apa kau di sini?" tanya Mike ketus. Menatap Boby dan Keysa bergantian.
"Membicarakan Tulpaku, apalagi?" goda Keysa dengan mencebikkan bibirnya. Sebenarnya Mike tipe lelaki ramah. Tapi sangat sensitif jika mengenai istrinya Keysa. Sekarang bahkan menatap tajam Boby yang berbicara berdua dengan istrinya seolah mereka baru saja melakukan sesuatu yang tak sepantasnya.
"Ayo!" Mike menarik tangan Keysa. Wanita itu tersenyum pada Boby yang diam-diam menghembuskan napas lega.
Sesampainya di kamar. Keysa berdiri di balkon yang mengarah ke hutan. Tatapannya kosong.
Kau merindukanku?
Dua kalimat yang membuatnya berbunga-bunga saat itu. Keysa tak tau, apakah Purok hanya sebuah Tulpa. Yang ia tau, lelaki itu menimbulkan kesan yang berbeda. Keysa tersentak saat merasakan sentuhan di bahunya.
__ADS_1
"Kau memikirkan laki-laki itu lagi?" tanya Mike dengan nada mengeluh. Keysa tertawa.
"Mike, Kau sangat aneh. Aku istrimu dan sudah menjadi milikmu. Lucu sekali Kau bahkan cemburu pada sebuah tulpa?" ejek Keysa dengan nada menggoda. Ia membalikkan diri dan menatap manik mata biru seperti lautan itu.
"Jadi sekarang Kau mengakui, Dia hanya sebuah tulpa?" Mike membalas dengan kalimat ejekan juga. Keysa menggelengkan kepala.
"Purok mungkin sebuah ... tulpa. Tapi Kau nyata." Keysa menatap dalam Mike. Mengusap pelan pipi suaminya.
"Aku mencintaimu Keysa."
"Aku lebih mencintaimu."
"Tidak Key, Lebih banyak cintaku."
"Tidak Mike, Lebih banyak cintaku."
"Tidak Key."
"Mike!"
"Key!" Mike menyatukan bibir mereka. Melumattnya dengan gemas. Memainkan lidahnya dengan lembut dan gerakan pelan. Keysa memukul dadanya pelan. Tautan itu terlepas menandakan mereka kehabisan napas.
Saat sudah bernapas. Mike melumatt bibir candu itu lagi. Hingga ciuman lembut berubah menjadi panas. Berakhir dengan erangan panjang di atas ranjang.
Cinta memang sebuah rasa yang luar biasa. Keajaibannya cukup dipercaya. Perasaan menyenangkan yang tiada tara. Mabuk kepayang karena candu dari sang pemilik hati dan jiwa.
***
Keesokan hari. Di pagi hari dengan aroma hutan yang asri.
"Rumah ini menakjubkan Alice," komentar Boby kesekian kalinya. Mereka sedang mengelilingi rumah. Alice hanya mengangguk pelan sebagai tanggapan. Aroma tanah yang disiram hujan begitu pekat. Dini hari tadi memang terdengar hujan yang cukup lebat.
"Apa ada ruang bawah tanah juga?" Alice menatap Boby lalu menggelengkan kepala.
"Aku tak tau Boby." Alice mengalihkan pandangannya ke arah hutan. Dia dan Boby sekarang sedang berada di samping rumah. Merasa tak ada jawaban, Alice menatap Boby dengan menaikkan satu alisnya.
"Kenapa?" Boby tersenyum lalu menggelengkan kepala.
"Maaf, Aku terpesona." pelan namun berhasil tertangkap indera pendengaran Alice. Ia mengusap tengkuknya canggung. Baru kali ini Boby mengatakan hal seperti itu. Alice lalu kembali menatap ke hutan. Ia tercengang.
Perlahan kakinya melangkah semakin dekat ke pagar tinggi yang menghalangi kediaman itu dari hutan. Matanya menelusuri sesuatu di sana. Alice menelan saliva.
"Ada apa?" tanya Boby sembari menatap arah tatapan Alice. Tak ada apa-apa di sana. Gadis itu tak menjawab. tapi matanya terus mencari sesuatu.
"Ambilkan gunting itu!" bisik Alice pelan. Boby heran. Menatap bingung gunting besar yang tak jauh dari tempat mereka berdiri. Itu mungkin gunting dari taman depan. Entah mengapa ada di sana tapi Boby menurut saja.
__ADS_1
"Apa yang Kau lakukan Alice!"
"Sttt!" Alice melotot pada Boby agar diam. Lalu kembali melanjutkan menggunting pagar kawat dengan gunting besar di tangannya. Jika dulu ada pengawal yang berkeliling rumah sekarang hanya ada dua dan sedang berjaga di gerbang utama.
"Tunggu Alice! Bahaya!" ucap Boby saat Alice akan keluar dan menuju hutan. Lubang yang dibuat Alice cukup besar untuk membuatnya masuk ke dalam hutan.
"Tenang lah! I see something!"
Alice berjalan keluar pagar. Melangkah pelan ke hutan. Menuju makhluk yang menarik perhatian. Boby mengikuti di belakang sembari mengamati sekitar. Membawa gunting di tangan jika terjadi sesuatu yang tak dapat dihindarkan.
"Alice!" Boby memanggil Alice yang mulai cukup jauh dan berlari kecil ke dalam hutan.
"Alice, ayo kembali!" Boby berhasil menangkap tangan Alice. Mata gadis itu masih menelusuri hutan. sangat penasaran dengan apa yang baru saja ia lihat. Sesuatu yang menggemaskan.
"Apa yang kalian lakukan!" Boby dan Alice terlonjak kaget dengan teriakan dari gadis bernama Grace.
"Kakakmu ini yang menyebalkan," sahut Boby sembari menatap Alice.
"Kalian sangat menyebalkan. Kau baru saja berteriak Grace dan itu membuatnya mungkin ketakutan."
"Apa maksudmu Alice?!" pekik Grace ketakutan. Ia memegang lengan Aland yang sejak tadi hanya diam memperhatikan.
"Sudahlah!" ucap Alice kesal lalu berjalan kembali.
"Alice tanganmu!" pekik Boby dengan mata membulat sempurna. Alice menatap tangannya. Jari kelingkingnya berdarah. Ia bahkan tak tau bahwa ia terluka.
"Sudahlah Boby! ini hanya tergores." Alice kembali berjalan. Grace yang ketakutan tak memperhatikan jalan dan membuatnya tersandung.
"Grace!" pekik Alice dengan keras.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Aland sembari memperhatikan luka di lutut Grace. Gadis itu meringis. Ia tersandung akar yang cukup besar dan lututnya justru terkena duri yang sangat besar. Luka yang cukup dalam.
Alice yang khawatir mendekat. Darah yang mengalir dari jari kelingkingnya terus merembes ke tanah. Tanpa mereka sadari, Boby memperhatikan. Dua darah dari Alice dan Grace tercampur di tanah. Berubah menjadi hijau dan menghilang.
Boby membulatkan matanya dengan sempurna. Hingga sebuah desiran angin hang begitu kencang sangat menyeramkan. Sejenak ke 4 orang itu hanya diam tercengang.
" Kita harus kembali!" teriak Boby dengan kencang. Ia sedikit takut saat suasana juga berubah cepat seperti sekarang.
"Ayo Grace!" Aland menggendong Grace di belakang. Hingga mereka kembali tercengang saat sebuah lubang hitam muncul di belakang Boby dan mengisap mereka ke dalam.
Petualangan mereka dimulai.
Bersambung
Tap jempolnya yaa β€
__ADS_1