
π Happy reading π
***
Hari mulai gelap, Matahari perlahan kembali ke tempat peraduan, angin sore berhembus memainkan ujung rambut hitam panjang Keysa yang terurai. Sebuah jari telunjuk yang sudah keriput memainkan rambutnya.
"Lepaskan mereka!" Keysa berteriak sembari menatap David yang duduk di bangku taman. Sebuah taman di halaman depan rumah besar ini tak terlihat indah lagi dengan adanya David serta seringainya yang mengerikan.
Kedua mata Keysa menatap nanar para pelayan, koki dan pengawalnya yang nampak babak belur lalu matanya berhenti di tempat Aaron yang terkulai lemah.
"Ayah ...."
"Sebenarnya kalian siapa!" Key berusaha berontak dari tali yang mengikatnya. Sakit kulitnya ketika harus bergesekan keras dengan tali tambang beukuran sedang dihiraukannya. Sedangkan David justru memainkan rambutnya, membuat Key risih dan muak.
"Saat itu terjadi, putriku berusia 18 tahun," ucap David tiba-tiba dengan mata berkaca-kaca. Semua orang diam. Sorot mata lelaki itu begitu terlihat menyedihkan.
Flashback on.
"Daddy!"
David menoleh dan tersenyum manis melihat seorang gadis remaja berjalan ke arahnya. Mia namanya. Putri dan keturunan David satu-satunya.
"Daddy ... Aku ingin shopping," rengek manja Mia.
David tersenyum, ia memang sudah sangat memanjakan Mia. Setelah mentransfer beberapa dollar ke rekening putrinya, Mia mengecup pipinya sekilas.
"Daddy-ku memang yang terbaik," ucap Mia dengan binar mata bahagia. Inilah yang membuat David suka ketika ia berhasil memenuhi keinginan putrinya. Kedua mata Mia yang cantik seperti ibunya nampak lebih cantik ketika berbinar.
"Dad, kenapa?" Mia berucap setelah melihat raut wajah sedih David.
"Daddy merindukan Mommy-mu," sahut David dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
"Maaf Dad ...." David menatap Mia yang tengah menunduk. Wajah putrinya terlihat sedikit pucat.
"No honey, don't cry please ...."
"Sorry, aku membuat Daddy ingat Mommy, 'kan?" Mia bahagia ketika ia memiliki anugerah wajah dan mata yang sangat mirip dengan ibunya. Tapi kadang hal ini juga yang membuatnya kesal karna harus melihat David sedih kembali. Ibunya meninggalkan mereka baru satu bulan yang lalu. Mia dan David sama-sama terguncang atas tragedi itu.
David kadang mengutuk dirinya mengapa tidak bisa menyelamatkan istrinya. Saat kecelakaan itu terjadi, David bersama istrinya tapi ia selamat sedangkan istrinya tidak.
"Kau akan kemana?" David berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Seperti biasa Dad," sahut Mia dengan senyum di paksakan.
"Aku pergi dulu." Mia pergi setelah mengecup sekilas pipi kanan David. Sang ayah menatap punggung putrinya. Setelah sebulan istrinya meninggal, Mia lebih suka keluar rumah dan menghabiskan waktu dengan teman-temannya.
Begitu pula hari ini. David sangat sedih ketika harus menerima kenyataan ia tidak terlalu ada waktu untuk Mia. Karna ia harus merintis perusahaan kecilnya yang sekarang masih dalam tahap berkembang.
Mia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia sudah sangat tidak dapat menahan dirinya lagi. David tidak tau, bahwa kepergian istrinya membuat putrinya menjadi seorang pecandu. Alkohol dan Narkoba menjadi teman yang membuatnya melupakan segalanya. Kesedihan atas kepergiaan mommy dan kesibukan daddy. Mia tersenyum getir.
David bergetar hebat dan berteriak marah saat putrinya hilang. Ia menjadi lebih marah saat putrinya benar-benar tidak bisa di temukan. Tak ada jejak apapun. Seolah putrinya bukan manusia tapi debu yang bisa hilang beterbangan kapanpun!
Seorang David tidak menyerah, ia adalah seorang ayah dari putri yang berusia 18 tahun. Ia baru menyadari, bahwa putrinya sudah remaja dan menyesali diri mengapa tidak lebih ketat mengawasinya setidaknya ia harus punya banyak waktu untuknya. Lalu sebenarnya kemana Mia? Apa kah Mia benar-benar sengaja meninggalkannya? Atau ia di culik?
Seorang teman berhasil membantu David, bar tempat Mia terlihat terakhir kali memiliki cctv, tapi sebelumnya cctv itu di retas. Jadi saat hari Mia hilang tak ada apapun. Dari sini David mengerti bahwa Mia di culik. Tapi siapa mereka? David merasa tidak memiliki musuh. Ia laki-laki baik dan ramah.
Butuh beberapa minggu temannya memulihkan perangkat lunak atau apapun itu yang membuat rekaman cctv pulih kembali di hari itu. Ketika berhasil, David akhirnya tau, bahwa yang menculik putrinya adalah seseorang yang bekerja di lembaga prostitusi.
David terus mencari putrinya dan berharap mungkin putrinya akan baik-baik saja. Ia cukup tau putrinya gadis yang baik dan kemungkinan besar masih perawan. Tentu saja harga perawan jauh lebih besar di bandingkan wanita lain di dunia perdagangan wanita.
Hari itu, ia menemukan putrinya bergumul dengan laki-laki seusia ayahnya. David terperangah. Laki-laki itu kemudian menyadari kehadiran David lalu dengan masih menyatukan dirinya dengan Mia ia mengambil pistol di nakas lalu menembak kepala putrinya.
Peluru panas yang menghunjam kepala Mia sama panasnya dengan mata David. Hatinya bergemuruh. Dadanya sesak. Putrinya tiada di hadapannya.
__ADS_1
Saat laki-laki itu mengarahkan pistolnya ke David dan menembaknya. Peluru itu melesat karena David berhasil menghindar. Ia lalu mengintrogasi laki-laki itu. Saat itulah ia tau bahwa laki-laki itu hanya seorang kaya raya yang suka membeli wanita.
Ia membelinya dalam sebuah perdagangan wanita dan mengatakan tentang lelaki bernama Aaron. David kemudian membunuh laki-laki itu lalu menangis sembari memandang tubuh putrinya yang sudah tak bernyawa. Darah yang mengalir itu juga adalah darahnya.
Sejak saat itu, David yang baik telah tiada. Ia bergabung dan menjadi salah satu anggota di perdagangan gelap itu, ia tak menemukan Aaron. Karna Mia adalah gadis yang terakhir Aaron jual. Ia mengundurkan diri dari pekerjaan hina itu. Tapi Aaron tak tau bahwa David terus mengejarnya. David tersenyum puas ketika tau Aaron juga memiliki putri. Tekadnya kuat. Ia harus balas dendam.
Flashback off.
Aaron terpaku, sekarang ia tau bahwa ia akan menerima ganjaran atas perilakunya di masa lalu. Kehidupan yang keras membuatnya berjalan ke arah itu. Sesuatu yang tidak ia pikirkan bahwa justru berdampak negatif ke putrinya sendiri.
"Itu tidak mungkin! Ayahku tidak mungkin seperti itu!" teriakan Keysa membuat Aaron tersentak dan menatap putrinya. Kedua bola mata itu sudah penuh air mata.
"Lepaskan putriku David, aku mohon ...." lirih Aaron dengan tubuh lemah. David dan Aaron memiliki usia yang sama. Tapi Aaron memiliki penyakit yang membuatnya menjadi lemah. Sedangkan David selain tubuhnya kuat, ia juga memiliki tekad dan niat yang kuat.
"Maafkan aku ... Kau bisa membunuhku! Atau menghukumku apapun itu, tapi putriku tidak bisa menerima akibat dari kesalahan masa laluku!" Keysa menatap Aaron dalam. Sekarang ia sudah percaya, Ayahnya adalah seorang penjahat! Keysa menangis. Tubuhnya bergetar hebat.
"Aku benci ayah!" air mata beruraian di pipinya. Keysa menatap Aaron penuh kebencian. Ia salah ketika ia berpikir ayahnya berubah. Ayahnya masih sama seperti dulu. Melakukan apapun demi uang! Menipu atau menjual seorang gadis.
"Hentikan drama kalian!"
Keysa lalu di seret ke sebuah mobil jeep. Gaunnya yang putih sudah berubah menjadi coklat. Ia tak peduli. Tenaganya sudah habis. Ia pasrah.
Bersambung.
Jangan lupa like dan komentarnya yaa π
Kalau ada lebihan poin/koin bisa disumbangin kesini ^_^
Terimakasih atas apresiasi
kalian semua β€
__ADS_1