Princess Of Jungle

Princess Of Jungle
Bunga Ti


__ADS_3

"Apa syaratnya?"


"Biarkan aku memelukmu sepanjang perjalanan ke tempat tumbuhan itu."


Alice mengerjap kaget.


"Kau bercanda?" Alice tersentak ketika merasakan pelukan dari belakang.


"Apa aku terlihat sedang bercanda?" tanya Lee sembari menghirup dalam aroma tubuh Alice yang baginya sangat berbeda. Seperti aroma bunga yang harum.


Sementara gadis bermata zamrud itu hanya terdiam dengan pipi merona. Lalu matanya membulat sempurna ketika melihat segerombolan anak muda.


"Lepaskan Lee, aku malu," ucapnya pelan. Lee tak menjawab kemudian sebuah akar rambat berwarna hijau menutupi mereka yang berada di atas ayam. Membentuk sebuah ruangan persegi cukup untuk berdua. Meskipun bentuknya hanya menutupi sebagian tubuh mereka sedangkan kedua kaki yang bergelantungan masing-masing di samping kiri dan kanan masih terlihat. Tapi hal itu cukup membuat Alice terkesima.


"Ini apa?" gumam Alice pelan.


"Kau bilang malu." Lee berucap di tengkuk Alice. Membuat gadis itu merinding ketika merasakan napas sang pangeran yang panas.


"Memang malu, ini ... memalukan." Alice berdecak kesal. Ia tak habis pikir mengapa seorang pangeran seperti Lee bersikap tak senonoh seperti ini. Bersikap kekanakkan dan sedikit seperti seorang ******** karena memanfaatkan kesempatan. Di tambah degup jantungnya yang mengencang. Alice merasa agak tertekan.


"Aku tau kau malu," ucap Lee pelan di telinga Alice.


Apa hanya aku yang malu saat ini?!


Alice menggerutu dalam hati. Kemudian pertanyaan dari Lee kembali membuatnya kelimpungan.


"Malu itu letaknya di mana?"


Sialan! Alice geram. Kesal dan marah bercampur dalam benaknya. Sekarang apa kata lelaki ini? malu letaknya di mana? Alice menghela napas panjang. Ia harus tetap sabar karena sedang berada di Negeri orang.


"Mungkin emm- Wajah?" ucap Alice dengan mendengus kesal.


"Nah itu kau tau, itu sebabnya aku menyembunyikan wajah kita," sahut Lee dengan nada santai. Bahkan teramat santai. Sedangkan Alice menggeram pelan.


"Lepaskan! aku ... tak jadi kesana." Alice meronta. Lalu akar rambat hijau itu seketika menghilang. Lebih tepatnya tertarik kembali ke tempatnya. Tanah. Sekarang hanya hening yang ada. Lalu terdengar Lee menghela napas keras.


"Maaf," ucapnya pelan.

__ADS_1


"Aku memang keterlaluan, tapi kau akan tau nanti mengapa aku bersikap begini." Lee terdiam lagi. Sementara Alice, bukannya penasaran apa maksud Lee ia justru tak habis pikir seorang pangeran Lee yang seringkali meminta maaf namun tetap memberikan alasan seolah tindakannya benar. Benar-benar menggelikan.


Tak lama setelah itu mereka tiba di bagian timur wilayah Negeri Jungle. Sejauh mata memandang banyak hamparan buah-buahan dan sayuran. Bagi Alice, itu pemandangan yang menakjubkan. Beberapa sayuran dan buah-buahan di sini memang sama seperti di bumi tapi memiliki cita rasa yang jauh lebih tinggi.


Beberapa orang terlihat di setiap ladang satu macam buah-buahan atau sayuran. Alice hanya berpikir bahwa itu petani tapi Lee mengatakan segala ada yang di sini tumbuh sendiri. Mereka adalah para bangsa Hou yang juga memetik buahan atau sayuran untuk di makan. Dan yang lebih mengangetkan, kebun ini adalah milik semua bukan hanya istana.


Tentu Alice terkejut atas ucapan Lee kali ini, bukankah biasanya pihak istana yang mengatur segalanya? namun di sini segala yang ada di Negeri ini adalah milik bersama. Hampir tak bisa di percayai, bahwa ada pemimpin seperti Raja Ney di bumi.


Seorang pemimpin atau raja seringkali hanya membual belaka tentang kemakmuran untuk rakyat yang sejahtera. Mereka seringkali lebih mengesampingkan hal itu dan lebih memilih ambisi. Berbagai sistem yang kurang berfungsi justru dibentuk untuk kepentingan pribadi. Tapi di sini. Berbeda.


Lee dan Alice sudah sampai dalam sebuah ruangan berbentuk kaca. Semacam glass house. Alice memperhatikan tempat ini yang hanya di huni satu tumbuhan.


"Bunga Ti namanya," ucap Lee pelan. Ia mengode Alice dengan mata agar mengikutinya. Alice ikut berjongkok seperti Lee dan menatap sebuah bunga merah. Mirip dengan nama bunga yang biasa di sebut red spider lily.


Jika di bumi, Bunga cantik yang disebut red spider lily tergolong dalam keluarga amaryllis. Namun warga Jepang lebih akrab dengan nama higanbana. Bagi warga negeri sakura, bunga cantik berwarna merah ini berkaitan dengan kematian tapi di Negeri Jungle bunga ini berkaitan erat dengan kecantikan.


Bunga ini mekar di akhir musim panas atau musim gugur, biasanya sekitar bulan September. Namun higanbana juga tumbuh subur jika curah hujan tinggi. Karena 'akrab' dengan hujan lebat itulah kadang higanbana juga disebut lili badai.


Sementara di Negeri Jungle, bunga Ti mekar sepanjang tahun. Saat mati, bunga Ti akan tumbuh menjadi lebih banyak. Ilmuwan negeri Jungle yang sebenarnya Alice kenal hanya paman Fee meneliti. Setiap Bunga Ti layu, akarnya akan tumbuh tunas bercabang yang baru. Itulah penyebabnya hampir seluruh wanita di Negeri ini memiliki kecantikan yang sempurna. Karena Bunga Ti adalah kuncinya.


"Bagaimana ini bisa membuat kulit awet muda?" gumam Alice pelan dengan mata berbinar dan tangan menyentuh bunga Ti yang tengah sangat mekar. Lee tersenyum menatap wajah Alice lalu mulai menjelaskan


Lebih jelasnya, Sel-sel kulit, antara lain


keratinosit, fibroblas serta melanosit mengalami penurunan jumlah populasi seiring dengan pertambahan usia. Penurunan populasi sel fibroblas menyebabkan penurunan biosintesis kolagen pada lapisan dermis.12,13 Proliferasi sel fibroblas kulit yang melambat juga akan mempengaruhi produksi kolagen di lapisan dermis sehingga menyebabkan penuaan kulit dan memunculkan kerutan (wrinkle)


Sedangkan bunga Ti memiliki unsur yang unik. Saat meminum ramuannya, bunga Tii akan mempengaruhi produksi kolagen ataupun melanin dan bersifat alami memperbaiki sel-sel kulit mati.


"Tapi kekurangannya satu," ucap Lee sembari menatap Alice.


"Apa kekurangan? efek samping maksudmu?" ralat Alice dengan mata membulat sempurna. Sedangkan Lee tertawa.


"Kekurangan bukan efek samping. Kami tetap akan beruban. Itu kekurangannya," jelas Lee sembari tersenyum. Nampak Alice menautkan alis tak mengerti. Kembali Lee menjelaskan dengan pelan dan hati-hati.


Uban adalah rambut yang berubah warna menjadi abu-abu kemudian putih. Rambut asli orang pada umumnya memiliki warna hitam atau gelap karena memiliki kandungan kadar melanin yang lebih tinggi. Saat rambut berubah menjadi putih dan menjadi uban, terjadi proses perubahan kadar melanin.


Pada uban yang berwarna putih melanin tidak lagi diproduksi, sehingga rambut baru tumbuh tanpa mendapatkan pewarnaan dari melanin. Akan tetapi, kekurangan bunga Ti tak dapat memperbanyak produksi melanin di dalam sel-sel rambut. Hingga para orang tua di Negeri Jungle tetap mengalami perubahan rambut menjadi uban.

__ADS_1


Alice ber-oh ria saat Lee selesai menjelaskan.Ia mengatakan tak apa beruban namun tetap cantik seperti ratu Jae. Membayangkan di usia 50 tahun, ia akan tetap seperti Alice yang sekarang. Gadis itu senyam-senyum sendiri.


"Ayo!" ajak Lee sembari tersenyum. Alice mengangguk, kemudian mereka keluar dari ruangan yang dipenuhi bunga Ti itu. Berjalan bersisian dengan hening yang menyelimuti. Larut dalam pikiran masing-masing.


"Alice ...."


"Ya?" Alice mengerjap kaget. Ia baru saja melamun bagaimana reaksi Mommy Keysa saat diberikan bunga Ti. Bisa dibayangkannya, Mommy Keysa akan sangat bahagia.


"Kau sudah memiliki gambaran mengenai ramalan?" tanya Lee pelan. Raut wajah Alice berubah. Sesaat ia lupa bahwa ada sesuatu yang besar menghadangnya.


"Aku harus bagaimana, raja pasti akan menahan kami 'kan?" tanya Alice dengan mata sendu. Lee berubah posisi ke depan Alice hingga mereka saling berhadapan. Pangeran Lee sedikit menundukkan wajahnya karena tinggi mereka yang berbeda.


"Raja tak akan memaksa kalian," ucap Lee menenangkan.


"Aku jamin itu," imbuhnya lagi saat tak melihat respon apapun dari raut wajah cantik di hadapannya itu.


"Terima kasih Lee," sahut Alice sembari tersenyum manis. Ia mengerjap gugup saat wajah Lee merona dan semakin mendekatinya. Baru ia sadari, tubuh mereka sangat dekat bahkan menempel. Meski tangan Lee masih di kedua sisi samping tubuhnya begitupun Alice.


Wajah tampan itu semakin dekat dan Alice justru memejamkan matanya dan menahan napas. Astaga, ini akan menjadi ciuman pertamanya.


Namun, Alice membuka mata saat tak merasakan apa-apa. Sementara itu wajah Lee terlihat menahan tawa. Pipi Alice memerah malu.


"Maaf mengecewakan mu, tapi kita ada masalah," ucapnya dengan menghela napas panjang.


"Masalah?"


"Sepertinya."


Bersamaan dengan itu dua pengawal istana sampai ke tempat mereka. Memberi hormat pada pangeran dan Alice. Kedua orang bertubuh kekar itu lantas memberitahukan apa yang terjadi.


"Kami menemukan Hic mati di sebelah Barat," ucap salah satu yang berwajah garang. Alice menautkan alis. Apa itu Hic?


"Penduduk bilang, sebelumnya yang menungganginya adalah Grace dan Aland." Alice langsung merasakan rasa tak nyaman.


"Dan mereka sekarang ... menghilang."


Bersambung

__ADS_1


Note: Hic adalah ayam besar.


Sampai sini, gimana? ceritanya ngebosenin yaa ? :(


__ADS_2