Princess Of Jungle

Princess Of Jungle
S2 ~ Prolog


__ADS_3

πŸƒ Happy reading πŸƒ


***


London


"Grace! Wake up!"


Teriakan disertai ketukan yang terus berulang membuat tidur Grace akhirnya terganggu. Sekuat apapun ia berusaha menutupi telinganya dengan bantal. Tetap saja, suara kakaknya yang sangat menyebalkan justru semakin memekik keras.


"Grace! Hurry up!"


Lagi, suara itu selalu menjadi alarm yang tak pernah bisa ia hentikan. Dengan raut wajah kesal Grace berusaha meraih kesadaran. Berjalan ke arah pintu kamarnya lalu membukanya.


"Astaga Grace! Ayo kita harus menemui Kakek!"


"Untuk apa?" tanya Grace sembari mengantup mulutnya yang menguap lebar.


"Aku masih ngantuk," imbuhnya sembari siap menutup pintu.


"Grace, kakek sedang sakit."


"Hah apa?!" Grace membulatkan matanya dengan sempurna. Matanya sudah terbuka lebar secara spontan. Ia sangat mencintai kakek Aaron. Karena ayah dari ibunya itulah yang sangat suka memanjakannya. Hingga ia tumbuh menjadi gadis yang manja dan penakut. Sangat berbeda dengan kakaknya.


"Cepatlah bersiap! tiga jam lagi kita harus siap di bandara!"


"Kenapa tak memberitahuku lebih awal!" Grace melotot pada kakaknya. Jarak bandara dari rumahnya cukup jauh.


"Aku saja baru tau! "


Brukk!


Suara pintu itu membuat Alice terlonjak kaget. Grace memang selalu seperti itu padanya. Jangan 'kan sopan, bersikap baik terhadapnya sebagai saudarapun enggan. Awalnya ketidaksopanan Grace membuat Alice berpikir, mungkin karena usia mereka yang hanya terpaut satu tahun. Tapi seiring berjalannya waktu, Alice mulai berpikir bahwa Grace benar-benar tak menyukainya entah karena apa. Padahal ia sangat menyayangi adiknya yang manja itu.


Alice kemudian melangkah ke kamarnya. Kembali membenahi beberapa pakaian. Ia baru saja di beri kabar oleh ayahnya. Mike Wilson. Kedua orang tuanya sekarang sedang dalam perjalanan ke Indonesia karena mereka berangkat dari Paris. Ayah dan Ibunya ke Paris karena bulan madu. Ya, meskipun sekarang kedua orang itu sudah memiliki dua putri. Ayahnya Mike terus merengek meminta putra.


Alice sangat sedih saat mendengar kakeknya Aaron sakit parah. Kakek Aaron memang sangat baik dan perhatian pada kedua cucunya. Alice dan Grace memang sesekali liburan ke Indonesia atau jika tidak. Kakek Aaron yang akan mengunjungi mereka.


Ting tong!


Ting tong!

__ADS_1


Alice melangkah turun untuk membuka pintu. Ini akhir pekan, semua pelayan mereka liburan. Hanya dua orang yang bertugas membersihkan rumah dan memasak. Setelah selesai, mereka pergi lalu datang lagi pada malam hari.


"Biar aku saja kak, sepertinya itu Aland!" Grace berucap dengan semangat sambil mendahului Alice turun tangga. Aland Hamilton adalah kekasih Grace. Lelaki yang terkenal dingin dan cuek itu adalah teman sekelasnya. Sebenarnya, Alice sangat tak suka atas hubungan mereka. Karena ia tau, Aland hanya memanfaatkan Grace agar bisa mendekatinya. Bukan bermaksud narsis. Tapi itu memang kenyataan yang sesungguhnya.


Beberapa kali lelaki itu mengungkapkan perasaan dan meminta Alice untuk menjadi kekasihnya. Tapi sebanyak itu pula, Alice menolak. Bukan hanya karena ia tau adiknya Grace sangat mengidolakan kapten basket itu, tapi karena ia juga benar-benar tak memiliki perasaan apapun pada Aland.


Alice menatap Aland dengan tajam Seolah mengatakan 'untuk apa kau kesini hah!'. Sedangkan Aland menatapnya sekilas dengan hangat disertai senyuman tipis.


"Sorry Baby, kita batalin yaa! Kakekku sakit. Aku dan Alice harus segera bersiap ke Indonesia!" Grace berucap setelah mengecup bibir Aland sekilas. Menatap mata tajam itu dengan memelas. Seringkali Aland meneriakinya untuk hal kecil sekalipun apalagi jika hal besar seperti ini. Memutuskan secara sepihak mengenai janji di akhir pekan. Tapi sekarang Grace yakin, Aland tak akan melakukannya. Ya, karena ada Alice di belakang. Memperhatikan mereka berdua.


Grace cukup tau bahwa Aland memang hanya memanfaatkannya. Tapi anggap saja ia bodoh karena ia sama sekali tak peduli atas perasaan Aland yang sesungguhnya. Ia hanya suka mendapatkan sesuatu yang seharusnya menjadi milik Alice. Ia sangat tak menyukai Alice karena wanita itu selalu lebih darinya. Baik dalam hal kecerdasan maupun kecantikan.


Mata Alice yang berwarna zamrud selalu terlihat lebih cantik dari mata birunya. Saat berjalan berdua. Semua orang mengira bahwa Grace adalah kakak sedangkan Alice yang adik. Belum lagi jika di sekolah, Alice selalu menjadi primadona karena cantik dan cerdas. Kata kakek Aaron. Kakaknya Alice sama seperti Keysa ibunya. Mewarisi kecerdasan yang luar biasa.


"Its oke baby." Aland mengecup sekilas kening Grace. Wajahnya datar tanpa ekspresi.


"Kalau ada apa-apa. Hubungi aku secepatnya." imbuhnya. Grace mengangguk sembari tersenyum manis. Sedikit meringis di dalam hati saat tatapan dengan sorot aneh itu menatap ke belakangnya. Ke arah Alice.


Setelah perginya Aland. Grace menutup pintu dan menuju ke kamarnya.


Ting tong!


"Sekarang, itu pasti kekasihmu!" ucap Grace sembari tergelak berlari ke kamarnya. Alice menghiraukan olokan itu dan lebih memilih membuka pintu.


"Hai Bob." Alice tersenyum menatap lelaki di hadapannya. Bob Harrison adalah tetangga sekaligus sahabat Alice. Mereka suka berdebat dan bermain bersama. Dua orang yang memiliki kecerdasan yang hampir sama. Bob sebenarnya tampan jika bukan karena kacamata dan wajah konyolnya yang di buat-buat.


"Sorry Bob, sekarang kami sedang bersiap ke rumah kakekku. Kakek sedang sakit."


"Ok Alice." ada nada kecewa tentu saja. Mereka berdua selalu menghabiskan waktu bersama di rumah Bob. Atau lebih tepatnya basement Bob yang merupakan tempat berbagai ekperimen anehnya.


"Sekali lagi maaf," ucap Alice dengan nada bersalah. Ia tau Bob hanya memiliki teman satu. Yakni dirinya. Lelaki ini jangan kan memiliki teman, ia bahkan sering menjadi bahan bully-an di sekolah.


"Tak apa Alice, apa kakekmu baik-baik saja?" tanya Bob dengan tatapannya yang lembut.


"I dont know," sahut Alice sembari menghembuskan napas kasar.


"Mau ku antar?" tanya Bob menawarkan sembari tersenyum.


"Ide yang bagus," sahut Grace yang tengah menuruni anak tangga.


"No, kami bisa memakai taksi," tolak halus Alice sembadi tersenyum. Bob menunjukkan wajah kecewa. Astaga, Alice sangat tak suka. Ia lalu menembuskan napas.

__ADS_1


"Baiklah."


***


"Kau ingat tentang cerita Mommy, Grace?" tanya Alice pelan tanpa menatap adiknya. Ia menatap keluar jendela pesawat yang sudah take off beberapa menit lalu. Di bawah mereka terlihat hamparan hijau yang begitu indah. Merasa tak ada jawaban, Alice menatap Grace yang ternyata sedang memejamkan mata. Entah ia memang ngantuk atau menghindari obrolannya.


Obrolan mengenai sesuatu yang tak biasa. Kisah Mommy Keysa saat mengalami kejadian yang luar biasa. Masih jelas ingatan Alice saat Mommy Keysa bercerita mengenai hal itu. Ada sorot kejujuran yang jelas dalam matanya. Ayahnya Mike Wilson dan adiknya Grace menganggap hal itu hanya mimpi Keysa.


Namun, entah mengapa Alice sangat mempercayai hal itu. Apa mungkin karena ia sering bergaul dengan Bob yang sangat suka membahas tentang dunia paralel dan dimensi waktu? Entahlah.


Sebuah sentuhan membuat Alice tersentak. Grace nampaknya sudah terlelap nyaman karena kepalanya bahkan sudah jatuh di bahu Alice. Alice menatap dalam wajah cantik Grace. Ia tau, Grace selama ini menyimpan rasa iri di hati. Tapi Alice berpura-pura tak peduli.


Alice menghembuskan napas kasar. Ia memejamkan mata sesaat. Berharap kakeknya baik-baik saja. Meski lelaki itu memang sudah tua, tapi ia tetap berharap ini belum waktunya beliau pergi.


Bersambung


Holla 😍


Zaraa kembali dengan kisah yang berbeda. Kisah dari kedua putri Keysa dan Mike. Alice dan Grace yaa ^^


Mohon bantuan like, komen, dan votenya yaa❀


Visual pemain


Alice Wilson




Grace Wilson



Aland Hamilton




Bob Harrison

__ADS_1



__ADS_2