
"Ya, udah. Mami coba hubungi Salwa dulu ya. Semoga aja dia mau membantu mami, mengajarkan kamu menjadi guru privat, dan dia juga mau menerima tawaran buka puasa bersama hari ini," ucap Mami Poppy.
"Ya udah, mami coba aja dulu sana telepon! Mi, aku lapar. Sekali-kali, mami masak dong nyenengin anaknya. Seumur-umur, aku gak pernah makan masakan mami. Selalu saja beli, atau bibi yang masak," ucap Dirga.
"Mami gak bisa masak. Seumur-umur, belum pernah mencoba masak. Ya udah, kalau kamu lapar. Mami pesan makanan lewat online ya. Ayam kriuk aja ya?" sahut Mami Poppy.
"Mami aneh banget sih. Cewek tapi gak bisa masak. Nanti aku kalau punya istri, syaratnya dia harus bisa masak. Aku gak mau di kasih makan makanan beli. Sekali-kali aja, jajan di luarnya. Aku juga ingin cari, wanita yang keibuan. Biar dia bisa jadi ibu yang baik untuk anak kita nanti. Cukup bapaknya aja yang gak mendapatkan kasih sayang. Makanya, aku itu paling malas berhubungan sama wanita yang modelnya seperti mami. Sibuk sama temen-temen sosialita dan menghabiskan uang suami untuk shopping," cerocos Dirga.
"Pas banget itu si Salwa. Pokoknya, mami jamin kamu pasti jatuh cinta sama dia. Nanti ya kamu lihat dia. Pasti kamu akan jatuh cinta. Sekarang mami mau telepon dia dulu, sama pesan makanan untuk sarapan yang tertunda. Kamu mandi dulu deh sana, biar segar! Sekalian, mami juga mau bangunin papai," ujar Mami Poppy.
Dirga pun mengiyakan, agar sang mami segera keluar dari kamarnya. Dia jadi bisa main game online, sambil menunggu makanan datang. Dia masih malas untuk mandi.
Mami Poppy langsung keluar dari kamarnya, menuju kamarnya. Dia ingin mengambil ponselnya yang berada di kamar. Dia berniat ingin menghubungi Salwa. Ternyata, sang suami sudah bangun, dan baru saja selesai mandi.
__ADS_1
"Dari mana kamu?" Tanya Papi Adrian kepada sang istri, saat sang istri masuk ke dalam kamar.
"Dari kamar Dirga, bicara padanya dari hati ke hati. Hari ini, aku ingin mengundang Salwa untuk buka puasa di rumah. Agar Salwa bisa berkenalan dengan Dirga. Siapa tahu saja, Salwa bisa mengubah Dirga. Salwa itu adik kelas Dirga di kampus kita. Kamu ingat kan wanita yang menolong Dirga waktu itu? Gimana menurut papi? Papi setuju gak, Salwa aku suruh jadi guru les privat Dirga? Agar Dirga gak merasa kesepian juga. Dia jadi punya teman. Mami lihat Salwa anak yang baik. Awalnya Dirga menolak tadi, dia masih saja bersikeras untuk gak peduli sama kuliahnya. Akhirnya, mami punya penawaran yang bagus untuk dia, dan dia tergiur. Jadi, dia mau menerima belajar dengan Salwa," jelas Mami Poppy.
"Penawaran? Penawaran apa, maksud kamu?" Tanya Papi Adrian.
Dia merasa bingung dengan ucapan sang istri. Tentang penawaran untuk anaknya. Akhirnya, Mami Poppy menjelaskan kalau dia berjanji pada sang anak untuk memperbolehkan dia menyalurkan hobinya menjadi pelukis. Tetapi, tetap menomorsatukan pendidikan.
Mami Poppy mengatakan kalau dia akan membuatkan ruangan khusus di rooftop untuk tempat Dirga melukis. Dia juga akan memfasilitasi semua yang Dirga butuhkan untuk melukis. Bukan itu saja, jika Dirga lulus kuliah dengan hasil yang baik. Sang Papi akan membuatkan galeri untuknya. Sebagai hadiah kelulusan. Semua akan dia raih, jika Dirga mau menerima Salwa menjadi guru lesnya, dan Dirga mau belajar sungguh-sungguh.
"Bagus. Ya sudah, coba kamu tanyakan dulu ke anak itu. Dia mau apa gak! Memangnya, anak itu pintar? Kamu sudah yakin saja. Kenal saja belum sama dia. Ba vsru bertemu, saat anak itu mengantarkan Dirga ke rumah. Tapi, gak apa-apa. Coba saja dulu! Tak ada salahnya," sahut Papi Adrian dan di iyakan oleh Mami Poppy.
"Ya sudah, aku coba telepon Salwa dulu ya. Aku sudah pesan ayam kriuk untuk sarapan sekarang. Kasihan si bibi, kalau di suruh masak. Dia kan lagi puasa," ucap Mami Poppy dan Papi Adrian mengiyakan.
__ADS_1
Mami Poppy langsung menghubungi Salwa. Mendengar ponselnya berbunyi, Salwa langsung mengambil ponselnya, dan melihat yang menghubungi dirinya. Dia tampak bingung, saat melihat nomor telepon yang tak dikenal menghubungi dirinya.
"Siapa ya? Aku gak kenal nomor telepon itu. Tapi, coba aku angkat aja deh. Takutnya telepon penting," ucap Salwa.
Akhirnya, Salwa menerima panggilan telepon itu. Dirinya terkejut, saat Mami Poppy mengatakan kalau dia adalah mami dari Dirga. Salwa tak mungkin memutuskan panggilan telepon dengan Mami Poppy. Dia berusaha untuk bersikap ramah, selama tak merugikan dirinya.
"Waalaikumsalam," sahut Salwa.
"Salwa, ini ibunya Dirga. Hari ini kamu ada acara gak? Ibu mau mengajak kamu buka puasa bersama di rumah. Please, jangan tolak permintaan Ibu! Sebagai bentuk ucapan terima kasih Ibu sama kamu," ucap Mami Poppy dengan sedikit memohon. Membuat Salwa menjadi serba salah.
Jujur, dia tak ingin menerima tawaran ini. Terlebih, Mami Poppy sempat meminta dia untuk menjadi guru privat Dirga. Salwa tak ingin berurusan lagi sama Dirga. Dia tak ingin memiliki masalah lagi, karena harus berurusan dengan Dirga.
"Duh, bu. Kenapa harus repot-repot segala sih. Ibu tak perlu seperti ini. Saya ikhlas kok bu menolongnya, tetapi maaf selanjutnya aku gak bisa menerima tawaran ibu. Hubungan kami di kampus tak baik, bu. Lebih baik ibu cari guru privat lainnya. Agar Dirga merasa nyaman belajarnya," jelas Salwa.
__ADS_1
"Salwa kan sedikit banyak tahu Dirga. Apa Salwa tak merasa kasihan sama Dirga. Anggap saja, apa yang dilakukan Salwa demi menolong sesama manusia. Agar Dirga bisa menemukan jalan yang lurus, tidak tersesat. Ibu sudah ngomong juga kok sama Dirga, tentang rencana ini, dan Dirga setuju. Kan lumayan tuh, yang dari hasil kamu les privat Dirga bisa untuk tambah-tambah untuk uang jajan kamu, dan kebutuhan kuliah kamu. Ibu akan bayar kamu 2 juta setiap bulannya. Kamu cukup mengajarkan Dirga seminggu 3x selama 1 bulan," ucap Mami Poppy. Sungguh tawaran yang menggiurkan bagi Salwa. Salwa tampak terdiam, mencoba berpikir.
"Lumayan juga ya? Kalau aku mengambil tawaran itu, aku jadi gak perlu minta uang lagi ke ibu untuk kebutuhan aku di sini. Kecuali, kalau untuk biaya lainnya. Paling tidak, aku tak terlalu memberatkan ibu." Salwa bermonolog.