
Dengan Setia Dirga menunggu Salwa di luar. Setelah sholat magrib, dia memutuskan untuk menunggu di kursi di dekat pos tempat Mang Acep. Dia bersikap cuek, baginya yang terpenting itu Salwa. Salwa mau pergi dengannya.
"Ayo pergi sekarang!" Ajak Salwa yang datang tiba-tiba. Dia mengajak Dirga berangkat sekarang.
Dirga sudah bisa bernapas lega, karena akhirnya Salwa keluar dengan cepat. Dia tak perlu lama-lama duduk di dekat tempat Mang Acep. Mereka langsung pergi meninggalkan kosan. Salwa sempat pamit ke Mang Acep.
"Kamu bawa mobil?" Tanya Salwa kepada Dirga.
"Iya, lagi kepengen aja. Sekali-kali aku ingin bahagiakan kamu naik mobil. Enak juga, jadi bisa bebas bermesraan," ucap Dirga sambil terkekeh.
__ADS_1
Salwa langsung memberikan cubitan, di perut Dirga. Mereka tampak dekat selama perjalanan menuju tempat yang di tuju. Untungnya, Salwa tak menaruh curiga dengan bungkusan besar yang berada di jok belakang.
Mereka sudah sampai di tempat yang di tuju, Dirga langsung memarkirkan mobilnya. Setelah itu mereka langsung turun dari mobil. Salwa tampak bingung, saat Dirga membawa bungkusan itu dari mobil.
"Itu untuk siapa? Kenapa dibawa turun? Apa kamu sudah janjian dengan orang lain?" Tanya Salwa kepada Dirga.
"Sudah ... nanti juga kamu akan tahu," sahut Dirga.
"Ya ampun, Dir. Kok pakai begini segala sih? Ada apa sih sebenarnya?" Tanya Salwa. Dia begitu terpanah melihat bunga-bunga yang tersusun indah, di tambah lagi lilin-lilin yang tersusun rapi membentuk tulisan I love you Salwa.
__ADS_1
Dirga langsung mengambil bucket bunga yang sudah tersedia di meja. Dia ingin memberikan bunga itu untuk Salwa. Salwa sampai dibuat tak mampu berkata-kata lagi.
"Pasti kamu kaget, kenapa seperti ini? Awalnya, pasti kamu mengira, kalau kita hanya makan biasa. Tapi ternyata ... kamu lihat sendiri! Semua aku lakukan demi kamu. Gimana suka gak surprise dari aku? Aku lakukan semua ini demi kamu," ucap Dirga.
"Dir, kenapa harus seperti ini? Aku 'kan sudah bilang sama kamu, kalau aku hanya menganggap kamu sebagai teman. Gak lebih," ucap Salwa. Namun, Dirga tak mau putus asa.
Dirga berlutut di kaki Salwa, dan meraih tangan Salwa. "Mungkin, ini terlalu singkat bagi kamu. Tapi, aku sudah tak sabar lagi untuk menahannya. Aku jatuh cinta sama kamu, dan aku ingin menikah dengan kamu. Aku memutuskan untuk tunangan dulu sama kamu, agar kita bisa saling kenal dulu sebelum ke jenjang pernikahan," ucap Dirga dengan percaya diri.
Dirga langsung mengambil kotak merah kecil yang berisi cincin di celananya. Dia ingin memakaikan cincin itu ke jari tangan Salwa.
__ADS_1
"Cincin ini sebagai simbol keseriusan aku kepada kamu. Aku harap kamu mau menerima aku sebagai tunangan kamu. Jika kamu menerimanya, aku beserta kedua orang tuaku akan datang melamar kamu ke ibu kamu," ungkap Dirga. Dirga memberikan boneka dan juga coklat yang sudah dia siapkan.
Salwa tampak bingung, dia bingung dengan keputusan apa yang akan dia ambil. "Makasih ya, sudah memberikan surprise seperti ini. Jujur, aku masih gak menyangka kamu seperti ini. Aku benar-benar terharu dibuatnya," ungkap Salwa.