
"Aku langsung pulang ya, Sayang! I love you," ucap Dirga dan Salwa hanya menganggukkan kepalanya. Tak ada kecupan yang diberikan Dirga, dia tak ingin Salwa marah kepadanya karena bersikap mesum. Dirga ingin menjalani serius dengan Salwa, bukan hanya sekadar nap*su belaka.
Setelah Salwa masuk ke dalam kosannya, barulah Dirga melajukan mobilnya menuju Basecamp. Dia berniat mampir dulu ke Basecamp, dia sudah sangat merindukan teman-temannya dulu di jalan. Dia tak ingin melupakan mereka, meskipun dia tak bisa lagi nongkrong seperti dulu.
Dirga memarkirkan mobilnya. Sejak dia turun dari mobil, dia langsung di sambut teman-temannya yang masih bergabung di geng motor The Winner. Mereka tampak senang, menyambut kedatangan mantan ketua geng motor mereka. Mantan pahlawan The Winner.
"Kemana aja Bro? Gimana kabar lo?" ucap Doni.
"Iya, sekarang sombong nih. Mentang-mentang udah punya cewek. Jadi lupa sekarang sama kita-kita," sindir anggota lainnya.
"Iya, sorry ya! Gue ingin berubah, masa iya hidup gue begitu terus. Gue juga ingin merasakan punya pendamping hidup," sahut Dirga.
Kedatangan Dirga malam ini, bukan hanya sekadar bertemu teman-temannya. Dia datang untuk memotivasi kepada teman-temannya. Mengajak untuk melakukan perubahan.
"Sorry, gue gak ada niat menggurui kalian! Tapi yang pasti, gue ingin kita sukses bareng! Sudah saatnya kalian berubah! Pikirkan masa depan kalian! Tak ada gunanya ngetrack gak jelas di jalanan. Kalau sampai kecelakaan, nanti kita sendiri yang repot. Kita rubah perkumpulan kita untuk kegiatan yang positif! Gimana kalau kita buka usaha bengkel atau usaha lain di bidang otomotif. Atau mungkin kita buka kedai kopi. Untuk modal, gue bisa bantu kalian. Kalian tak usah pusing! Asalkan kalian niat usaha, bukan hanya untuk main-main! Kita buka usaha modifikasi motor ok juga itu. Apapun itu, yang penting kegiatan yang positif! Gue ingin kita sukses bareng! Yuk kita kompak! Buktikan kepada semua orang, kalau geng kita berkumpul bukan untuk merugikan orang. Kita juga bukan club yang hanya bisa ugal-ugalan di jalan, ataupun membahayakan masyarakat. Kita rubah visi misi kita yuk! Berkumpul untuk masa depan yang lebih cerah!" Dirga berusaha memotivasi teman-teman geng motornya.
Akhirnya, teman-temannya setuju dengan rencana Dirga. Dirga senang, bisa mengajak teman-temannya hijrah menjadi orang yang bermanfaat. Dengan senang hati, Dirga akan membantu teman-temannya. Dia senang, karena kedatangan dia ke Basecamp tidak sia-sia.
__ADS_1
"Ya udah, gue cabut dulu ya! Kalian nanti hubungi gue aja, kalau kalian butuh sesuatu! Sorry, gue gak bisa malam-malam di sini! Gue udah janji pada diri gue sendiri, ingin berubah. Do'ain gue ya! Semoga calon mertua gue, mau nerima gue jadi menantu dia! Gue ingin segera menikah," ungkap Dirga.
"Lo mau nikah, Dir? Serius lo?"
"Iyalah, ngapain juga gue boong! Gue ingin jadi orang yang bertanggung jawab. Do'ain gue ya! Semoga aja, bisa lancar semuanya!" sahut Dirga.
"Iya, Dir. Kita semua do'ain lo! Semoga lo bisa hidup bahagia! Semangat ya, Dir! Jangan lupa undang kita-kita, kalau lo nikah!" ucap Rendi. Dirga mengiyakan. Dia berjanji akan mengundang teman-teman geng motornya, ke acara pernikahannya.
Dirga pamit pulang, tak lama di sana. Mereka sudah dianggap sebagai saudara oleh Dirga. Mereka 'lah yang dulu selalu hadir di hidupnya. Dirga kini sudah dalam perjalanan pulang.
Sesampainya di rumah, Dirga langsung memarkirkan mobilnya di parkiran. Setelah itu, barulah dia masuk ke dalam rumah. Kedua orang tuanya, ternyata sudah sampai di rumah lebih dulu. Mereka sudah berada di kamarnya. Dirga pun tak ingin mengganggu kedua orang tuanya. Dia memilih langsung ke kamarnya.
"Ternyata, udah jam 23.00. Pantas saja Salwa gak menerima panggilan telepon dari gue. Pasti Salwa udah tidur. Udahlah, gak usah ganggu dia. Besok juga ketemu. Kasihan, jadi ganggu dia tidur nanti." Dirga bermonolog.
Hingga akhirnya, dia pun memilih untuk tidur. Dirga mencoba memejamkan matanya. Tak butuh waktu lama, dia pun akhirnya tertidur nyenyak. Kini Dirga sudah di alam mimpi, menyusul sang pujaan hati yang sudah tertidur nyenyak lebih dulu.
Suara adzan di ponsel Dirga maupun Salwa sudah berkumandang. Semenjak dekat dengan Salwa, Dirga mulai memasang aplikasi pengingat sholat. Dirga berusaha membuka matanya yang masih mengantuk, karena dia tak terlambat untuk sholat. Dirga langsung turun dari ranjang, dan segera mengambil air wudhu. Salwa pun saat ini sedang sholat. Setelah sholat, dia memutuskan untuk tidur kembali. Kebetulan hari ini mereka tak ada kuliah pagi, jadi bisa santai dulu. Bangun siang.
__ADS_1
Setelah sholat subuh, Dirga mencoba menghubungi Salwa. Dia takut, kalau Salwa kesiangan. Mendengar ponselnya berdering, Salwa langsung mengambilnya. Dia baru saja selesai sholat saat itu.
"Assalamualaikum," ucap Dirga.
"Waalaikumsalam, kenapa? Aku masih ngantuk, kepengen tidur lagi," sahut Salwa apa adanya. Dia pun tampak malas menerima panggilan telepon dari Dirga.
"Ya udah, kalau masih ngantuk. Tidur aja lagi! Aku juga mau tidur lagi. Nanti aku jemput ya ke kosan! Tungguin ya, jangan pergi dulu! Kita berangkat bersama!
Setelah selesai melakukan panggilan telepon, Dirga pun langsung tidur lagi. Dia sudah memasang alarm, sebagai pengingat dia harus bangun. Dirga menjadi bertambah semangat, karena impian dia sebentar lagi akan menjadi kenyataan. Tempat untuk dia melukis, sudah hampir jadi. Satu persatu, keinginannya bisa terwujud. Dia hanya menunggu saatnya memiliki galeri, hadiah dari orang tuanya.
"Dir, Dirga! Ayo bangun!" Sang mami mencoba membangunkan Dirga. Mendengar ocehan sang mami, akhirnya Dirga terpaksa membuka matanya. Padahal, dia baru saja hendak tidur kembali.
"Kenapa sih, Mi? Ganggu aja orang mau tidur. Aku masih ngantuk," protes Dirga. Baru saja dia hendak memejamkan matanya.
"Ya udah, Mami berangkat kerja dulu sama Papi. Nanti Mami transfer ya untuk beli perlengkapan melukis kamu. Maaf, Mami gak sempat nganterin kamu belanja. Mami hanya bisa kasih uangnya saja," ucap Mami Poppy.
Dirga langsung membuka matanya, dia begitu senang mendengar penuturan sang mami. "Makasih ya, Mi! Makasih untuk semuanya. Dirga senang ... banget. Akhirnya, Mami dan Papi mau mendukung keinginan aku," ucap Dirga.
__ADS_1
"Iya. Tapi ... ingat ya! Kuliahnya yang rajin, belajarnya juga sungguh-sungguh!" ucap sang mami dan Dirga mengiyakan. Dia tak ingin mengecewakan kedua orang tuanya.
"Pastinya, dong! Itu tak usah di ingatkan lagi! Dirga akan selalu bersemangat," ucap Dirga.