Pujaan Hati Ketua Geng Motor

Pujaan Hati Ketua Geng Motor
Buka Puasa Bersama


__ADS_3

Ini Puasa pertama bagi Dirga, dan baginya ini sangat spesial karena di temani wanita cantik di hidupnya. Kini keduanya sedang menikmati buka puasa bersama. Rasanya begitu indah bagi Dirga. Dia merasa, Allah begitu baik kepadanya.


"Makasih ya, sudah menemani aku berbuka puasa! Aku tak merasa kesepian lagi," ucap Dirga dan Salwa mengiyakan.


Setelah berbuka puasa, mereka sholat magrib. Kehidupan Dirga berubah 360 derajat, saat hadirnya Salwa di hidupnya. Setelah sholat, barulah Dirga mengantarkan Salwa pulang.


Dia terlihat begitu perhatian, memasangkan Salwa helm. Posisi mereka sangat dekat, membuat netra mereka saling bertemu. Mulai ada getaran di hati Salwa. Mungkinkah dia jatuh hati juga dengan Dirga? Mungkinkah seiringnya jalan, cinta akan hadir di hatinya untuk Dirga.


"Pegangan dong! Nanti kamu jatuh!" ucap Dirga. Dirga langsung menarik tangan Salwa, dan menyuruh Salwa melingkarkan tangannya dari belakang. Salwa mengikuti saja. Tentu saja membuat Dirga senang. Sepertinya, Salwa menyambut cintanya. Tugas dia sekarang, hanya tinggal menyakinkan Salwa.


Dirga pun berniat untuk membicarakan rencana dirinya ingin melamar kepada kedua orang tuanya. Dirga sudah merasa yakin, untuk nikah muda. Dia berharap kedua orang tuanya akan mewujudkan keinginannya. Dirga ingin menunjukkan keseriusannya kepada Salwa, bukan hanya menjadikan Salwa kekasihnya. Tetapi, dia akan menjadikan Salwa sebagai istrinya.


Motor Dirga berhenti di sebuah restoran ayam kriuk. Membuat Salwa merasa bingung, mengapa Dirga membawanya ke sana. Dirga langsung memarkirkan motornya.

__ADS_1


"Kita mampir dulu ya! Kayanya segar makan es krim. Kamu mau ya temani aku!" Ujar Dirga dan Salwa akhirnya mau. Meskipun dirinya sebenarnya ingin langsung pulang.


Dirga menyuruh Salwa duduk, sedangkan dia yang akan mengantri untuk memesan. "Kamu mau makan lagi enggak?" Tanya Dirga kepada Salwa.


"Enggak usah, aku udah kenyang. Es krim aja boleh," sahut Salwa dan Dirga menganggukkan kepalanya.


Padahal, dia tak akan menuruti permintaan Salwa. Dirinya justru memesan dua buah paket burger beserta minuman, satu pack french fries ukuran large, dua buah es krim, dan juga membeli paket ayam kriuk untuk di bawa pulang. Untuk Salwa sahur nanti.


Dirga datang membawa nampan berisi makanan. Salwa terkejut, karena Dirga ternyata tetap memesan macam-macam. Dia sampai bolak-balik, karena harus membawa dua nampan.


"Udah, jangan protes! Biar kamu gendut, makanya aku ingin kamu makan yang banyak! Sekalian temani aku makan, aku lapar lagi," ucap Dirga sambil nyengir.


"Oh, iya. Yang ini buat kamu nanti sahur! Aku gak mau kamu makan mie instant lagi. Jangan ditolak, niat tulus aku!" ucap Dirga dan Salwa akhirnya mengiyakan.

__ADS_1


"Makasih ya untuk semuanya," ucap Salwa.


"Sama-sama. Itu sebagai hadiah, karena kamu mau sabar mengajarkan aku sampai bisa. Tak membenci akuntansi lagi, dan justru sekarang aku malah senang dengan akuntansi. Makasih juga sudah mau jadi model aku hari ini, aku jadi punya lukisan kamu deh," sahut Dirga.


"Oh iya, aku sampai lupa. Gara-gara kamu ngomong gini, aku baru ingat. Nanti aku minta ya lukisan yang kamu buat, buat kenang-kenangan aku," ucap Salwa.


"Aku gak akan pernah kasih ke kamu! Nanti kita pajang di rumah kita, saat kita menikah nanti! Karena kamu gak akan pernah pergi ke mana-mana, kamu harus ralat ucapan kamu itu! Selamanya, kita akan bersama! Secepatnya, aku akan menikahi kamu!" ucap Dirga.


"Udah deh, jangan ngaco kamu! Memangnya menikah itu gampang? Menikah itu butuh proses! Aku yakin, orang tua kamu gak akan setuju kita menikah. Pasti dia ingin, kamu menjadi orang yang berhasil dulu! Menjadi kebanggaan untuknya," ucap Salwa.


"Kalau aku bisa meyakinkan mereka, gimana? kalau pun orang tua aku gak setuju, aku akan ajak kamu kawin lari aja! Aku 'kan laki-laki, tanpa orang tua pun aku bisa menikahi kamu. Pokoknya, aku mau menikahi kamu, titik! Gak pake koma!"


"Yeay, maksa! Aku gak mau kawin lari! Ibuku pasti gak akan setuju! Kamu harus benar-benar mendapatkan restu dari orang tua kamu, kalau memang kamu mau nikahi aku!" Ucap Salwa tegas.

__ADS_1


"Siapa takut? Aku akan membuktikannya kepada kamu!" Ujar Dirga dengan penuh keyakinan.


__ADS_2