Pujaan Hati Ketua Geng Motor

Pujaan Hati Ketua Geng Motor
Berusaha Keras


__ADS_3

"Syukurlah Dir, gue ikut senang dengarnya. Semoga lo bisa hidup bahagia. BTW, emangnya lo mau kawin kapan sama dia? Dia mau sama lo emangnya?" Ujar Arman.


"Sialan lo! Ya mau 'lah. Sobat lo 'kan tampan dan keren. Mana ada cewek yang berani nolak gue? Gue mau nikah dulu sama dia, bukan langsung kawin! Meskipun gue dulu anak nakal, tapi gue masih punya adab sopan santun. Gue mau halalin dia dulu," ucap Dirga.


"Bro, sorry nih! Gue udah sampai ini di kosan cewek gue. Gue mau parkir mobil dulu," ucap Dirga.


"Ok deh! Semoga hubungan lo sama dia lancar ya! Sampai ke jenjang pernikahan! Jangan lupa! Undang Anak-anak The Winner ya! Keren lo sekarang, mainannya ke kosan cewek. Dulu mah, anti banget sama cewek," ucap Arman dan di aminkan oleh Dirga.


Setelah mengakhiri panggilan telepon dengan Arman, Dirga langsung memarkirkan mobilnya. Setelah itu, dia langsung memasuki area kosan. Tentu saja dia harus berhadapan dengan Mang Acep terlebih dahulu. Namun kali ini, Dirga terlihat lebih santai. Dengan bangga dia menunjukkan perubahan yang terjadi pada dirinya.


"Permisi Mang, Saya izin ketemu Salwa! Sudah janjian, mau jemput dia," izin Dirga.

__ADS_1


"Ya udah! Awas lo ya, jangan macam-macam sama si Salwa! Jangan mainin perasaannya, dia anak baik! Kalau lo berani macam-macam, lo berhadapan sama gue!" ancam Mang Acep, menunjukkan wajah tak bersahabat.


"Siap! Saya janji gak akan mempermainkan hati Salwa, Mang! Saya serius sama dia, Mang. Makanya, Saya ingin menikahi Salwa. Tapi, sebelum lulus. Kami tunangan dulu," ucap Dirga, membuat Mang Acep terkejut mendengarnya. Matanya langsung membulat dengan sempurna.


"Lo sama Salwa mau nikah? Serius lo? Gue gak percaya! Salwa mana mau sama lo. Dia itu cari cowok yang gak urakan, yang pintar, dan sholeh. Bukan model seperti lo," ucap Mang Acep.


"Kalau udah jodoh, mau gimana lagi. Dipermudah semuanya. Ya udah Mang, ini udah adzan magrib! Saya pamit ke dalam dulu ya! Takutnya Salwa udah nungguin, di kira nanti Saya belum datang," pamit Dirga.


Dirga tak mau melanjutkan percakapan dia dengan Mang Acep, karena bagi dia yang terpenting dalam hal ini Salwa. Semua keputusan di Salwa. Mereka yang akan menjalani, dia tak peduli Mang Acep tak menyukai dirinya.


"Ngeselin banget sih ini orang. Udah datang aja," gerutu Salwa. Saat mendengar Dirga mengetuk pintu ruangannya. Salwa langsung memakai jilbabnya, setelah itu barulah dia membuka pintu kamarnya. Dirga tampak cengengesan, saat berhadapan dengan Salwa.

__ADS_1


"Aku belum mandi, udah datang aja sih. Katanya, habis magrib. Ya udah, kamu tunggu di luar aja dulu! Aku mau mandi, sholat, terus siap-siap dulu! Dekat sini ada musholla, kamu sholat di situ aja. Nanti, kalau aku udah siap. Aku langsung keluar," ucap Salwa.


"Sholat di dalam aja deh! Kamu nanti pakai bajunya di kamar mandi aja. Tenang aja, aku gak ngintip kok. Malas aku sholat di luar," rayu Dirga.


"Enggak! Pokoknya gak bisa! Aku gak mau! Kamu itu bukan mahram aku. Aku hanya ingin di lihat sama suami aku nanti. Aku juga gak pernah bawa laki-laki masuk ke dalam kamar," ucap Salwa tegas.


"Aku 'kan calon suami kamu. Kita 'kan nanti menikah. Ayolah Wa, bolehin aku sholat ya di dalam!" rengek Dirga. Dia masih terus memohon, kepada Salwa.


"Pokoknya, sekali aku bilang enggak ya enggak! Lagian, GEER banget aku mau nikah sama kamu. Udahlah aku gak mau berdebat, yang ada akan semakin memperlama kita pergi. Sekarang, kamu pilih! Mau nunggu di luar apa batal saja? Aku gak jadi terima tawaran kamu untuk pergi makan sama kamu!" ancam Salwa.


"Ok—Ok! Aku kalah! Aku sholat di luar, dan aku nunggu kamu di luar. Udah ya, jangan ngambek lagi! Yang cepat ya siap-siapnya! Jadi, kita bisa segera berangkat!" ucap Dirga.

__ADS_1


"Ya udah, tungguin aja sampai aku datang! Kalau aku dandannya 5 jam, ya udah kamu tungguin sampai aku datang," sahut Salwa.



__ADS_2