Pujaan Hati Ketua Geng Motor

Pujaan Hati Ketua Geng Motor
Sepakat Menikah


__ADS_3

"Iya, Bun. Insya Allah Salwa yakin, kalau Dirga adalah imam yang baik untuk Salwa. Do'akan Salwa ya Bun, semoga semuanya dilancarkan, dan perasaan Dirga ke Salwa tak pernah berubah," ucap Salwa kepada sang bunda.


"Iya, Bunda akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu. Semoga langkah kalian dimudahkan oleh Allah," ujar sang bunda.


Salwa sudah berdandan cantik. Dia sengaja merias wajahnya sedikit, dengan riasan natural. Agar wajahnya terlihat cerah, dia momen spesialnya. Ini adalah acara lamarannya dengan Dirga, dan Salwa sudah merasa yakin akan menerima pinangan Dirga. Dia pun sudah merasa siap, untuk menikah secepatnya dengan Dirga.


Dirga beserta kedua orang tuanya, baru saja sampai di rumah Salwa. Salwa dan sang bunda langsung menyambut kedatangan mereka. Orang tua Dirga tampak ramah kepada bundanya Salwa, meskipun Salwa berasal dari keluarga sederhana.


"Silakan duduk Pak, Bu, dan Dirga! Maaf, keadaan rumah kami seperti ini. Kami juga hanya bisa menghidangkan jamuan seperti ini," ucap Bundanya Salwa.


"Iya, Bun gak apa-apa. Kami justru berterima kasih, karena sudah di sambut dengan baik oleh bunda. Alhamdulillah, kita bisa silahturahmi untuk mendekatkan Anak-anak kita. Kedatangan kami ke sini, ingin melamar Salwa untuk menjadi calon istri anak saya, Dirga. Semoga ibu tidak keberatan. Selama ini mereka sudah menjalin hubungan, dan mereka sama-sama saling menyayangi. Maka dari itu, kami selalu orang tua. Ingin menyatukan hubungan mereka ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu pernikahan," ucap Mami Poppy.

__ADS_1


"Kalau saya pribadi, saya menyerahkan semuanya kepada anak saya. Kelak, dialah yang akan menjalankan rumah tangga. Makanya, tadi saya sempat tanyakan kepada Salwa tentang keyakinannya terhadap Dirga. Insya Allah, Salwa mau menerima Dirga sebagai calon imamnya. Saya berharap, Dirga bisa menjaga Salwa dengan baik! Semoga, rasa sayang Dirga kepada Salwa tulus, dan tak pernah berubah," ungkap ibunda Salwa.


Mendengar penuturan ibunda Salwa, tentu saja Dirga beserta kedua orang tuanya merasa senang. Karena Salwa menerima lamaran Dirga. Mereka sepakat akan segera menikah, tidak menunggu sampai lulus kuliah. Kedatangan mereka berkunjung ke Yogyakarta, bukan hanya sekadar lamaran saja. Tetapi, mereka akan menikah.


Mereka akan menikah lusa secara siri. Sampai menunggu semua persiapan pesta pernikahan mereka dilakukan. Yang terpenting bagi kedua orang tua mereka, mereka sah di mata Allah. Sang bunda akan meminta bantuan kerabatnya yang seorang penghulu, untuk menikahi Salwa dan Dirga.


"Tapi, Salwa gak merasa tertekan 'kan? Menikah tak boleh terpaksa," ucap bunda Poppy.


"Alhamdulillah," ucap Dirga. Dirga tampak tersenyum, karena akhirnya Allah mengabulkan do'anya. Sebentar lagi, Allah akan menyatukan mereka dalam ikatan pernikahan.


Besok, mereka akan langsung mempersiapkannya. Mami Poppy akan mempersiapkan semuanya secara dadakan. Termasuk kebaya yang akan dikenakan Salwa, saat akad nikah. Untuk acara akad nikah, bundanya Salwa yang akan mengurusnya.

__ADS_1


"Semoga, rencana Anak-anak kita dilancarkan!" ucap bunda Poppy.


Papi Adrian hanya diam. Dia memberikan kesempatan kepada sang istri untuk bicara, sesama wanita. Dia pun menyetujui rencana sang anak untuk menikah. Dia senang, karena sang anak banyak mengalami perubahan ke arah positif. Tak ada alasan baginya untuk menolak keinginan sang anak untuk menikah dengan Salwa.


"Baiklah, kami permisi. Saya sudah transfer ke rekening Salwa 30 juta. Semoga cukup untuk persiapan acara akad nikah besok. Maaf, jika kami jadi merepotkan. Besok, akan saya kirim kebaya untuk Salwa pakai saat acara akad nikah," ucap Bunda Poppy.


"Ibu, itu kebanyakan banget," sahut ibunda Salwa.


"Tak apa-apa, kami ikhlas memberikannya. Uang itu bisa ibu atau Salwa gunakan untuk kepentingan lainnya. Nilai segitu, justru belum sebanding dengan apa yang Salwa berikan untuk anak saya. Saya, selaku orang tua Dirga sangat bersyukur. karena anak saya bisa bertemu dengan Salwa," ungkap Mami Poppy.


Dirga beserta kedua orang tuanya pamit pulang, Salwa dan sang bunda mengantarkan mereka sampai mereka naik ke mobil. Salwa bersyukur, karena akhirnya Allah memberikan calon pendamping, dan ibu mertua yang baik untuknya.

__ADS_1


__ADS_2