
"Aku pulang dulu ya! Terima kasih untuk hari ini. Aku bahagia banget, bisa seharian sama kamu. Kamu istirahat ya! Besok pagi aku jemput kamu, kita ke kampus bareng ya! Jangan lupa bangunkan aku sahur ya! I love you," ucap Dirga dan Salwa hanya menganggukkan kepalanya.
Dirga sudah melajukan kendaraannya, pergi meninggalkan kosan Salwa. Setelah Dirga pergi, Salwa langsung masuk ke dalam kosan. Ternyata sejak tadi, Mang Acep memperhatikan mereka berdua.
"Kamu pacaran Wa sekarang sama anak urakan itu?" Tanya Mang Acep kepada Salwa.
"Enggak, Mang. Kami hanya berteman, Salwa sekarang jadi guru les privat dia. Kasihan Mang, semoga aja bisa berubah," sahut Salwa.
"Kalau gayanya udah begitu, sampai kapan juga bakal begitu. Biasalah Anak-anak borju, gayanya tengil. Kamu hati-hati saja! Laki-laki model begitu, bukan laki-laki yang bertanggung jawab. Kalau dia udah berhasil manisnya, dia pasti akan ninggalin kamu," ucap Mang Acep.
__ADS_1
"Iya, Mang. Makasih ya Mang sudah mengingatkan Salwa! Ya udah Mang, Salwa masuk dulu ya! Capek banget hari ini, seharian ngajarin dia di rumahnya. Terus tadi buka puasa bersama dia. Salwa ingin mandi, udah lengket banget," ucap Salwa.
Salwa langsung pergi meninggalkan Mang Acep, dan langsung menuju ke kamarnya. Dia memilih langsung mandi, dan sholat isya. Setelah itu, barulah dia tidur.
Dirga baru saja sampai di rumahnya, dia langsung memarkirkan motornya di garasi. Kedua orang tuanya belum juga pulang. Namun kali ini, dia memilih tak memperdulikannya. Dia selalu ingat pesan yang diucapkan Salwa, waktu itu kepadanya.
Dia memilih langsung naik ke kamarnya, untuk segera beristirahat. Semenjak dekat dengan Salwa, Dirga tak lagi kumpul dengan teman-teman geng motornya. Dirga memilih langsung mengganti pakaiannya, dengan pakaian rumahan. Tak lupa, dia juga sholat dulu. Sebelum membaringkan tubuhnya di ranjang.
"Kok di tolak sih mau video call sama kamu?" Tanya Dirga.
__ADS_1
"Yeay, mau nyolong-nyolong! Hanya suami aku nanti yang boleh melihat aku seutuhnya," sahut Salwa.
"Wah, berarti aku suami kamu dong? Aku 'kan udah pernah lihat kamu gak pakai jilbab. Waktu itu kamu pakai celana pendek," ucap Dirga.
Salwa jadi teringat, saat dirinya waktu itu langsung membuka pintu kamarnya, dan ternyata Dirga yang mengetuk pintu kamarnya. Tanpa sepengetahuan Salwa, Dirga juga pernah mengintip Salwa saat tidur. Dia mengintip lewat jendela.
"Udah ah, jangan di bahas! Aku jadi malu, aku kira waktu itu siapa," pinta Salwa. Dia merasa malu.
"Malu kenapa? Justru aku semakin tergila-gila. Kamu itu ciptaan Allah yang paling indah di hidup aku, tak ada yang lain. Kamu benar-benar sempurna. Semua kamu miliki. Aku benar-benar beruntung, jika berhasil mendapatkan kamu," ucap Dirga.
__ADS_1
Obrolan mereka tak lama, karena Salwa sudah mengantuk ingin tidur. Dirga pun ingin tidur juga. Benar saja, setelah mereka mengakhiri panggilan telepon mereka. Dirga langsung tertidur nyenyak. Salwa pun kini sudah tertidur.
Mami Poppy baru saja sampai di rumah, dia langsung memarkirkan mobilnya. Saat itu, jam menunjukkan pukul 22.30. Dia langsung memasuki kamarnya, untuk beristirahat. Dia merasa senang, saat melihat motor anaknya terparkir di garasi. Sang anak tak pergi seperti biasanya.