
"Ayo kita berangkat sekarang!" Ujar Dirga.
Suara gerungan motor begitu ramai terdengar di basecamp The Winner. Para anggota sudah berkumpul, dan siap untuk berangkat memberikan dukungan untuk ketua geng motor mereka. Mereka yakin, The Winner yang akan memenangkan balapan ini.
"Lo udah siap, Dir? Hati-hati ya, Dir! Gue takut, kalau dia akan berbuat curang sama lo, dan nantinya akan membahayakan lo. Lo harus waspada ya!" Ujar Arman. Sahabat terdekatnya.
Kisah hidup Arman, mirip dengan Dirga. Sebenarnya, mereka bukanlah anak nakal. Tetapi, mereka korban dari keegoisan kedua orang tua mereka. Membuat mereka tumbuh menjadi anak broken home.
"Lo gak usah khawatir! Ya udah, ayo kita berangkat sekarang!" Sahut Dirga.
Dirga memimpin para anggota The Winner. Motornya kini berada di barisan paling depan. Mereka mulai melajukan motor mereka, membelah jalanan kota Jakarta yang saat itu terlihat lenggang. Dirga begitu gagah, kawan-kawannya begitu bangga memiliki pemimpin seperti Dirga.
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih tiga puluh menit, akhirnya pasukan The Winner sampai. Ronald dari geng borjuis sudah datang lebih dulu. Mereka langsung menyambut kedatangan The Winner si raja jalanan. Dirga mendapatkan julukan raja jalanan, karena dia selalu berhasil menaklukkan jalanan menjadi pemenang.
"Gue kira, lo gak akan datang! Ternyata nyali lo berani juga ya," sindir Ronald dengan sombong.
"Jelaslah! Gue gak pernah takut! Justru, ucapan ini untuk lo! Sebelum lo menantang The Winner, harusnya lo pikir dulu! Gue harap nantinya lo sportif, jika geng lo kalah. Ya udah, kita mulai aja sekarang! Waktu gue gak banyak!" Sahut Dirga. Dia tampak percaya diri.
__ADS_1
"Ayo, siapa takut!" Sahut Ronald.
Para Cheerleader tampak memberi semangat kepada sang jagoan mereka. Seperti biasa, Dirga terlihat dingin kepada wanita. Dia bersikap tak peduli. Suasana terasa tegang, melihat ketua geng mereka akan beraksi mengharumkan nama geng mereka.
"Semangat ya, Dir! Pasti lo bisa menjadi pemenang, mengharumkan nama geng kita," ucap Arman dan Dirga hanya menganggukkan kepalanya.
Suara sorak dukungan dari para pendukung mereka berdua, terdengar begitu ramai. Mereka menjagokan ketua geng mereka. Ronald terlihat sombong, dia yakin kalau borjuis yang akan memenangkan pertandingan kali ini. Gayanya terlihat tengil, berbeda dengan Dirga yang justru terlihat cool tak banyak bicara.
Keduanya sudah menunggangi kuda besi mereka masing-masing. Pendukung dari keduanya sudah memadati arena balap. Mereka sudah bersiap di garis start.
"Dirga ... Dirga ... Dirga!" Para anggota The Winner berteriak memanggil Dirga untuk memberi semangat dan Dirga hanya menganggukkan kepalanya. Dia terlihat sudah siap.
Dirga langsung melajukan motor sportnya dengan kecepatan tinggi. Dia tetap bersikap santai, dan berusaha untuk fokus. Tak peduli ucapan Ronald, yang berniat mengecohkan dia. Persaingan sangat sengit, keduanya berlomba-lomba untuk menjadi pemenang balapan kali ini.
Tentu saja Dirga lebih unggul, jam terbang Dirga di jalan lebih tinggi. Ini bukan hal pertama kali dalam hidupnya. Dia sudah terbiasa. Dirga semakin mempercepat mengendarai motornya. Hingga Ronald tertinggal jauh. Dirga menggeber motornya, berusaha mengacaukan Ronald.
"Sialan! Dia selalu unggul!" umpat Ronald. Dia tampak kesal, dan berniat untuk berbuat curang. Agar dia bisa menjadi pemenang.
__ADS_1
"Fokus, Dir! Lo pasti bisa memenangkan balapan ini!" Dirga terus memberi semangat kepada dirinya sendiri.
Dirga semakin menggila, dia begitu menyeramkan. Para anggota mereka tampak tegang, mereka khawatir jika ketuanya terjatuh dan terluka. Nyawa mereka yang akan menjadi taruhan. Bisa saja mereka terpental, dan mati seketika.
Pertandingan semakin sengit. Mereka berdua masih terus berusaha untuk menjadi pemenang di balapan ini. Hingga akhirnya, di detik terakhir Dirga lah yang lebih dulu menyampai garis finish. Dirga yang memenangkan balapan ini.
"Dirga ... Dirga!"
"Lo memang hebat, Dir! Kita semua bangga sama lo! Lo selalu mengharumkan nama geng kita. Asli, gue ngeliat lo merinding! Lo memang luar biasa!" Puji Arman.
"Tapi sayangnya, bokap nyokap gue gak pernah merasa bangga dengan apa yang gue lakukan," sahut Dirga asal.
"Sabar, Dir! Suatu saat nanti, kedua orang tua lo pasti akan berubah! Gue pun berharap seperti itu," ucap Arman memberi semangat sahabat terbaiknya. Dia tampak menepuk-nepuk pundak Dirga.
"Entahlah! Gue gak peduli hal itu! Selama ini, gue udah terbiasa seperti itu. Toh, gue udah dapat kebahagiaan gue sendiri," sahut Dirga.
Lagi-lagi The Winner keluar menjadi pemenang. Pasukan The Winner menyambut sang pahlawan gengnya. Ronald merasa tak terima, dia menunjukkan rasa tak suka.
__ADS_1
"Sialan! Dia lagi, dia lagi yang menang! Sulit banget menaklukkan dia. Gue akan balas, semua yang lakukan malam ini! Gue gak terima! Harusnya gue yang keluar menjadi pemenang."