Pujaan Hati Ketua Geng Motor

Pujaan Hati Ketua Geng Motor
Menunjukkan Keseriusan Dirga


__ADS_3

Hari terus berganti. Hubungan Dirga dan Salwa semakin dekat, tetapi tentu saja hanya sebatas layaknya seorang teman. Dirga cinta kepada Salwa, dia selalu menjaga Salwa dengan baik. Tak mengambil kesempatan dalam kesempitan, untuk melakukan hal yang melanggar.


Tepat tiga bulan kebersamaan mereka, Dirga selalu menunjukkan keseriusannya. Tapi sayangnya, sampai saat ini baik kedua orang tuanya, maupun Salwa masih ingin melihat keseriusan Dirga nantinya akan menjadi kepala keluarga.


"Ayolah, Mi! Bantuin Dirga untuk meyakinkan Papi. Dirga cinta sama Salwa. Sudah tiga bulan, Dirga bersabar. Memangnya, Mami tak ingin lihat anaknya bahagia? Kalau anak ingin menikah, tugas orang tua harus secepatnya menikahkan anaknya. Jangan di tunda-tunda! Daripada nantinya berzina, karena sudah tak mampu menahan nap*sunya," rayu Dirga.


"Selama ini Dirga 'kan sudah menunjukkan keseriusan Dirga. Mami pun sudah lihat sendiri 'kan hasilnya? Banyak perubahan di hidup Dirga. Lagi pula, kalau aku dan Salwa sudah menikah. Aku bisa setiap waktu belajar sama dia, kapanpun aku butuh ilmu darinya. Kami pun bisa belajar bersama. Ayo Mi, rayu Papi!" Dirga mencoba menyakinkan sang Mami.


Semenjak kejadian waktu itu, Mami Poppy mulai membatasi kegiatannya. Dia berusaha meluangkan waktunya, untuk bisa dekat dengan anaknya. Seperti hari ini. Meskipun hari libur, Mami Poppy tetap memilih di rumah bersama sang anak.


Sayangnya, saat ini Papi Adrian sedang tak ada. Dia sedang pergi ke Surabaya, sejak kemarin. Sedang mendatangi kantor cabang yang berada di Surabaya. Rencananya, sore ini Papi Adrian baru akan kembali ke Jakarta.


"Iya, nanti Mami coba bicara sama Papi ya! Semoga saja, kali ini Papi menyetujui keinginan kamu. Salwanya gimana? Apa dia mau menikah sama kamu? Kamu perlu bicarakan dulu hal ini dengan Salwa!" ucap Mami Poppy.


"Sudah, sih! Tapi, gitu deh. Salwa masih belum mau menikah. Untuk perasaan pun, masih tak jelas. Namun hal itu, tak membuat aku patah semangat. Dirga selalu berusaha menyakinkan Salwa, kalau aku benar-benar serius sama dia," ucap Dirga dan sang mami mengiyakan. Dia akan mendukung niat baik sama anak.


Papi Adrian baru saja sampai di rumah, dan langsung di sambut hangat dengan istri dan sang anak. Meskipun rumah tangga Mami Poppy dengan Papi Adrian sempat tak harmonis, karena Mami Poppy selalu sibuk dengan dunianya. Tak pernah sekalipun dia tergoda dengan wanita lain, dia selalu setia dengan sang istri.

__ADS_1


"Mas sudah makan belum? Mau makan apa mau langsung istirahat?" Ujar Mami Poppy kepada sang suami.


"Aku mau mandi dulu, biar bersih. Setelah ini baru makan," sahut Papi Adrian.


"Ya sudah, aku siapkan dulu makanan untuk Mas," ucap Mami Poppy dan Papi Adrian menganggukkan kepalanya. Setelah itu dia langsung masuk ke dalam kamar untuk mandi.


"Mi, bicara sama Papinya nanti malam saja! Kalau Mami lagi berduaan sama Papi! Takutnya, dia masih capek," ucap Dirga yang menghampiri sang Mami yang sedang berada di dapur menyiapkan makanan untuk suaminya. Meskipun bukan dia yang masak, paling tidak dia ada niat untuk melayani suaminya.


Papi Adrian sudah terlihat segar, dia langsung menghampiri sang istri ke meja makan. Papi Adrian mengajak sang anak makan bersamanya. Kini mereka bertiga sudah berada di meja makan, untuk menikmati makan bersama.


"Oh iya, Papi enggak sempat beli oleh-oleh. Kemarin sibuk, waktunya singkat ke sana. Tadi pagi langsung buru-buru pulang," ucap Papi Adrian di sela-sela dia makan.


Setelah makan, kini mereka duduk bersama di ruang keluarga. Kini mereka ada waktu bersantai bersama. Untuk mengobrol dengan keluarga.


"Dir, gimana kuliah kamu? Lancar? Kira-kira semester ini, nilainya bagus lagi gak?" Tanya Papi Adrian kepada sang anak.


"Alhamdulillah lancar, Pi. Insya Allah semester ini bisa bagus lagi IPK nya. Semoga saja lancar terus sampai lulus. Sekarang 'kan udah ada pawangnya," ujar Dirga sambil terkekeh. Papi Adrian dan Mami Poppy sekarang senang melihat sang anak, karena sang anak sekarang lebih ceria. Banyak tersenyum dan tertawa.

__ADS_1


"Syukurlah, Papi senang dengarnya. Besok Papi mau coba cari tukang untuk membuatkan tempat untuk kamu melukis. Jadi nanti, kamu bisa lebih berekspresi sambil menikmati udara segar. Seorang pelukis, butuh ketenangan juga. Papi dan Mami akan mewujudkan keinginan kamu selama ini," ungkap Papi Adrian.


"Papi serius? Mau mewujudkan keinginan aku secepatnya? Makasih Pi, aku bahagia banget. Akhirnya, keinginanku bisa segera tercapai," ucap Dirga dan sang papi tampak menganggukkan kepalanya.


Dirga tampak memberi kode kepada sang Mami. Agar sang Mami membicarakan keinginannya untuk menikah. Hingga akhirnya, Mami Poppy memulai membuka omongan kepada sang suami.


"Kamu ini, ngebet banget si kepingin nikah. Sekarang, lebih baik kamu fokus dulu dengan kuliah kamu! Biar sampai lulus dulu! Salwa memangnya mau nikah cepat juga sama kamu?" Protes Papi Adrian.


"Biar tambah semangat, Pi. Kalau punya tanggung jawab, pasti akan punya motivasi sendiri. Boleh ya, Pi?" Rayu Dirga.


"Kalian tunangan saja dulu! Salwanya juga 'kan belum mau nikah. Kamu gak bisa maksa dia gitu. Pernikahan itu, harus berdasarkan kesepakatan berdua. Bukan unsur paksaan. Kamu bicarakan dulu sama Salwa, dan suruh dia bicara sama orang tuanya di kampung! Biar mereka tak kaget. Tiba-tiba saja kamu datang melamarnya. Yakini hati Salwa, agar mau menerima kamu sebagai pendamping hidupnya!" ucap Papi Adrian dan Dirga.


Dirga tampak berpikir ucapan Papinya. Memang, ada benar juga dia harus memikirkan perasaan Salwa kepadanya. Dia tak ingin, hubungan mereka berjalan karena sebuah paksaan. Biar waktu yang mengiringi langkah mereka.


"Ya sudah, nanti aku coba bicarakan dengan Salwa! Semoga saja Salwa mau segera menerima aku! Gak apa-apa deh kami tunangan dulu, yang penting Salwa sudah terikat denganku. Agar tak ada laki-laki lain yang mencoba merebutnya. Aku gak mau dia di miliki laki-laki lain," ujar Dirga dan Papi Adrian mengiyakan.


Dirga sudah tak sabar ingin mengungkapkan keinginannya untuk bertunangan dengan Salwa, jika Salwa belum mau menikah. Rencananya besok malam Dirga ingin mengajak Salwa dinner. Dia ingin memberikan kejutan, sekaligus melamar Salwa.

__ADS_1


"Mi, Pi, besok malam Dirga ingin mengajak Salwa dinner. Sekaligus Dirga ingin memberikan surprise, kepada Salwa. Besok malam aku ingin melamar Salwa untuk menjadi istriku. Aku juga akan mengungkapkan keinginanku untuk bertunangan dengannya. Sebelum bertemu Salwa, Dirga ingin membeli cincin terlebih dahulu," ucap Dirga dan di iyakan oleh kedua orang tuanya.



__ADS_2