Pujaan Hati Ketua Geng Motor

Pujaan Hati Ketua Geng Motor
Berangkat ke Yogyakarta


__ADS_3

"Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan sama kamu," ucap Dirga di panggilan telepon.


"Apa itu? Katakan saja!" sahut Salwa.


"Aku ingin bicara langsung dengan kamu. Aku siap-siap dulu ya, Sayang! Setelah itu, aku langsung ke kosan kamu!" ucap Dirga kepada sang pujaan hati melalui panggilan telepon.


Setelah mereka mengakhiri panggilan telepon mereka, Dirga langsung mandi, dan bersiap-siap. Tak butuh waktu lama, dia sudah terlihat rapi, dan siap untuk berangkat. Dirga memilih untuk tidak sarapan di rumah. Dia ingin mengajak sang kekasih sarapan bersama.


Dirga menuruni anak tangga, dan pamit kepada Bi Yati untuk berangkat ke kampus. Kali ini, dia memilih naik motor sportnya. Agar lebih cepat sampai. Dia sudah tak sabar ingin bertemu sang pujaan hati, untuk membicarakan masalah lamaran mereka.


Kini Dirga sudah dalam perjalanan menuju kosan Salwa. Dia begitu bersemangat mengendarai motornya. Tak butuh waktu lama, Dirga akhirnya sampai di kosan Salwa. Dia langsung memarkirkan motor sportnya di halaman parkiran kosannya. Kemudian dia langsung menuju kamar kosan Salwa.


"Assalamualaikum, Yang ini aku!" panggil Dirga, sambil mengetuk pintu kamar Salwa. Mendengar suara kekasihnya memanggilnya, Salwa langsung membuka pintu kamarnya. Benar saja, sang kekasih 'lah yang datang menemui dirinya.


"Aku siap-siap dulu ya! Kamu tunggu di luar dulu!" ucap Salwa kepada Dirga. Dirga akhirnya mengerti keputusan kekasihnya, yang meminta dia menunggu di luar.


Salwa segera bersiap-siap untuk berangkat. Dia langsung mengambil tas dan juga ponselnya. Kemudian keluar meninggalkan kamarnya, untuk berangkat. Salwa langsung menghampiri Dirga.


"Maaf ya lama," ucap Salwa.


"It's ok. Yuk, naik! Kita cari sarapan dulu, aku tadi belum sarapan," ucap Dirga.


Salwa langsung naik ke motor Dirga. Dirga langsung melajukan motornya mencari tempat sarapan. Kini mereka sudah dalam perjalanan, mereka mencari tempat sarapan yang letaknya tak jauh dari kampus. Dirga langsung memarkirkan motornya.


"Kamu mau makan apa, Yang?" Tanya Dirga.

__ADS_1


"Emmm, apa ya? Soto ayam kali ya enak, segar!" sahut Salwa.


"Ya udah, ayo kita ke sana!" ajak Dirga.


Mereka langsung mencari tempat duduk, untuk makan. Seperti biasa, Dirga menyuruh Salwa untuk duduk. Dia yang akan memesan makanan. Dirga memesan soto ayam untuk Salwa, dan dia memesan nasi uduk campur. Setelah selesai memesan, Dirga langsung kembali ke tempat duduk.


"Memangnya, apa yang ingin kamu bicarakan sama aku? Penting banget?" Salwa bertanya kepada Dirga, dia langsung membuka pembicaraan.


"Papi dan Mami aku sudah setuju, aku mau melamar kamu ke bunda kamu. Mereka akan mengatur waktu. Secepatnya aku akan melamar kamu," ucap Dirga. Dia terlihat begitu bahagia. Berbeda halnya dengan Salwa, yang justru terlihat terkejut. Entah apa yang sedang dia pikirkan.


"Kok ekspresi kamu biasa aja sih? Gak terlihat senang gitu? Memangnya, kamu gak suka ya?" protes Dirga.


"Entahlah! Aku juga gak mengerti dengan apa yang aku rasakan. Entah aku senang atau bingung," jelas Salwa.


"Kenapa begitu? Apa ada yang mengganjal di hati kamu? Apa kamu gak yakin dengan aku?"


"Kamu gak masalah 'kan?" Dirga menanyakan kepada Salwa untuk memastikan.


"Tunangan aja 'kan? Bukan nikah? Kalau nikah, gimana ya? Sepertinya, aku belum siap deh. Aku masih butuh waktu," jelas Salwa dan Dirga mengiyakan.


Mereka sudah selesai makan, dan memutuskan untuk ke kampus. Hari ini mereka ada bimbingan skripsi. Dirga maupun Salwa ingin segera selesai kuliahnya. Mereka begitu bersemangat. Terlebih Dirga. Mereka baru saja sampai di kampus.


Hari yang di nanti, telah tiba. Dirga beserta Salwa dan kedua orang tua Dirga sudah bersiap-siap akan berangkat ke Yogyakarta, untuk melamar Salwa. Mereka akan pergi dengan menggunakan mobil Papi Adrian, dengan menggunakan supir. Mereka sengaja membawa kendaraan, agar memudahkan mereka untuk berjalan-jalan di sana. Mereka akan sekalian berlibur. Selama ini, mereka selalu sibuk bekerja. Kini saatnya, untuk keluarga.


Mami Poppy banyak menyiapkan aneka macam kue dari Jakarta. Untuk buah, mereka berencana membeli di sana. Mereka akan menginap terlebih dahulu di Yogyakarta, dan baru besoknya mereka mendatangi rumah Salwa. Rencananya, Salwa akan pulang duluan bertemu sang bunda.

__ADS_1


"Kalau Dirga sudah menikah sama kamu, tiap tahun bisa ke Yogyakarta sekalian liburan," ucap Mami Poppy dan Salwa membalasnya dengan senyuman.


Perjalanan mereka kali ini, begitu menyenangkan. Dirga merasa senang, karena memiliki keluarga yang utuh. Dia tak lagi kekurangan kasih sayang kedua orang tuanya, dia tambah lagi kini sudah ada wanita cantik di sebelahnya. Memberikan warna di kehidupannya.


"Pak, nanti kita berhenti dulu di rest area ya! Sudah waktunya sholat zuhur. Sekalian makan siang dulu, istirahat!" ucap Dirga. Dirga duduk di paling belakang. Mami Poppy dan Salwa duduk di bagian tengah. Papi Adrian duduk paling depan, sedangkan Dirga duduk di bagian paling belakang.


Rencananya, mereka di Yogyakarta selama empat hari tiga malam. Mereka kini sudah berada di rest area. Dirga dan Salwa memutuskan untuk mencari musholah, untuk sholat zuhur dan ashar. Mami Poppy dan Papi Adrian justru memilih langsung mencari tempat untuk makan.


"Maaf ...," ucap Dirga kepada Salwa.


"Maaf untuk apa?" Tanya Salwa. Dia merasa bingung dengan apa yang Dirga ucapkan.


"Karena orang tua aku tak sholat. Aku berharap, semoga mereka bisa segera sadar. Kalau apa yang selama ini mereka lakukan adalah salah. Semoga hidayah segera menghampiri mereka," ucap Dirga dan diaminkan oleh Salwa.


Setelah selesai sholat, Dirga dan Salwa langsung menghampiri Papi Adrian, dan Mami Poppy. Dirga begitu perhatian kepada Salwa. Terlihat begitu mencintainya. Membuat Salwa merasa malu, kepada kedua orang tua Dirga.


"Wa, Dirga kayanya cinta mati sama kamu. Mami bisa lihat. Udah terima aja! Nikah muda gak buruk kok, justru baik. Kamu gak perlu khawatir! Mami dan Papi akan bantu kalian!" ucap Mami Poppy.


"Nanti, gimana baiknya saja Bu! Salwa serahkan kepada bunda," ucap Salwa.


"Wah, berarti kamu sudah setuju? Asyik. Makasih ya, Sayang. I love you," ucap Dirga. Dia tak malu menunjukkan sikap romantisnya kepada Salwa. Berbeda halnya dengan Salwa, yang justru merasa malu. Wajahnya langsung memerah.


Setelah selesai makan, mereka langsung melanjutkan kembali perjalanan mereka. Dirga mengajak Salwa untuk duduk di belakang. Hingga akhirnya Papi Adrian pindah duduk ke bangku belakang, menemani sang istri.


"Lain deh yang lagi jatuh cinta! Maunya nempel terus, awas ya jangan kelewat batas!" ucap Mami Poppy mengingatkan.

__ADS_1



__ADS_2