Pujaan Hati Ketua Geng Motor

Pujaan Hati Ketua Geng Motor
Cat Air Untuk Dirga


__ADS_3

Jam mata kuliah kedua sudah berakhir. Dirga dan Salwa memutuskan untuk langsung pulang, karena mereka ingin membeli perlengkapan untuk melukis. Setelah berbelanja, Dirga akan mengajak Salwa ke rumahnya. Untuk merapikan tempat untuk Dirga melukis.


Kini keduanya sudah dalam perjalanan menuju tempat yang menjual perlengkapan melukis. Dirga sudah tak sabar, untuk membeli semua yang dia inginkan. Namun sebelumnya, dia mengajak kekasihnya untuk makan terlebih dahulu. Pilihan mereka jatuh kepada restoran ayam kriuk. Dirga langsung memarkirkan mobilnya. Setelah itu, mereka turun bersama.


"Kamu duduk saja! Biar aku yang pesan," ucap Dirga. Dirga memesan dua paket ayam kriuk, dan juga 1 porsi french fries ukuran large.


Dirga datang dengan membawa nampan berisi makanan yang mereka pesan. Setelah mencuci tangan terlebih dahulu, mereka kini menikmati makan bersama. Setelah selesai makan, mereka langsung melanjutkan tujuan mereka. Dirga melajukan kembali mobilnya.


Setelah sampai, Dirga langsung memarkirkan mobilnya. Setelah itu, mereka turun dari mobil. Dirga tampak menggandeng tangan Salwa dengan mesra. Salwa tak lagi menolak Dirga. Mereka langsung menuju ke tempat yang mereka tuju. Dirga begitu antusias. Banyak yang Dirga beli, untuk perlengkapan dia melukis.

__ADS_1


"Aku ingin mulai mengumpulkan uang dari hasil penjualan lukisan. Uang itu nanti kita kumpulkan, untuk kehidupan kita setelah menikah. Aku ingin memberikan nafkah dari hasil kerja keras aku. Jadi, sekarang aku melukis bukan hanya menyalurkan hobiku saja. Tetapi, aku ingin menjadikan sumber penghasilan. Nanti, setelah aku lulus, dan aku bisa mendapatkan nilai yang baik. Papi akan membuatkan aku galeri. Ini bisa memudahkan aku, untuk melakukan promosi karya-karya yang aku buat," ungkap Dirga.


Salwa merasa kagum dengan kerja keras yang dilakukan Dirga selama ini. Pastinya, dia akan selalu mendukung apapun yang Dirga lakukan. Mereka akan memulai semuanya dari awal. Menjalani kehidupan bersama.


"Sudah yuk, kita pulang! Belanjanya sudah cukup!" ajak Dirga, dan Salwa hanya mengikuti saja.


Mereka langsung menuju pulang ke rumah. Dirga semakin tak sabar. Kini, mereka telah sampai di rumah. Dirga langsung memarkirkan mobilnya, kemudian mereka turun dari mobil, dan masuk bersama.


"Kita ke rooftop yuk!" ajak Dirga. Mereka naik ke sana. Tempat yang enak untuk duduk santai. Di sana terdapat sebuah ruangan yang memiliki ventilasi yang sangat cukup.

__ADS_1


"Keren banget. Kita jadi bisa melihat pemandangan," ucap Salwa.


"Iya, sama bisa berduaan. Enggak akan ada yang bisa ganggu kita," goda Dirga sambil memainkan alisnya.


"Awas aja, kalau berani berbuat macam-macam sama aku!" ancam Salwa membuat Dirga terkekeh mendengarnya.


"Enggak kok, aku hanya satu macam saja! Ya udah, kita susun sekarang aja yuk! Biar cepat beres," ucap Affan, dan Salwa mengiyakan.


Mereka berdua tampak kompak merapikan barang yang mereka beli tadi. Menyusunnya hingga rapi. Dirga senang, karena hadirnya Salwa di hidupnya, memberi warna tersendiri untuknya. Dia itu ibarat cat air bagi Dirga.

__ADS_1


"Makasih ya susah hadir di hidup ku, dan membantu aku untuk melewati semua ini. Sampai akhirnya, aku bisa mendapatkan keinginan aku satu persatu. Kamu memang penolong di hidup aku! Aku mencintai kamu," ucap Dirga. Dirga meraih tangan Salwa, dan mencium tangan Salwa dengan penuh cinta.


__ADS_2