
"Lihatlah saudara Wu, bukankah kita sangat beruntung bisa belajar langsung dari semua pendekar tingkat langit yang terkenal ini?" Zhang Ma menghampiri Xiao Wu Jie sesaat sebelum ia pindah ke ruang latihannya.
Xiao Wu Jie mengangguk tanda setuju, baginya ini adalah kesempatan yang sangat ia ditunggu.
Sebenarnya sudah lama Xiao Wu Jie ingin berlatih menggunakan senjata terutama pedang, tapi setiap kali meminta berlatih pada Li Hong, pamannya itu selalu berkata jika Xiao Wu Jie masih belum siap.
Saat Xiao Wu Jie bersungguh-sungguh mengatakan pada Wakil Ketua Bou kemarin bahwa ia menguasai semua tipe senjata, ia merasa akan menjadi masalah jika Wakil Ketua Bou benar-benar menginginkan ia membuktikan kata-katanya.
Sementara itu Zhang Qi tampak tergesa-gesa mengikuti guru Wang Lei ke ruangan latihannya. Ia tidak ingin Zhang Ma mengacaukan rencananya.
Xiao Wu Jie kini berada di dalam ruang latihannya, ruang latihan pedang memang lebih luas dari ruang latihan lain karena akademi mengkondisikan sesuai jumlah calon murid setiap tahunnya.
Calon murid yang berlatih pedang memperhatikan dengan seksama, setiap pengarahan yang di jelaskan Yang San tak satupun dilewatkan.
Xiao Wu Jie pun tak terkecuali, ia menjadi begitu semangat karena Yang San sendiri yang menjadi guru pedangnya.
Setelah menjelaskan tentang setiap bagian pada pedang, Yang San mulai masuk pada materi tentang penggunaan pedang "Dasar dari menggunakan pedang adalah konsentrasi dan ketangkasan. Penguasaan diri dan stamina yang cukup sangat penting dalam mengendalikan pedang..."
Yang San juga menjelaskan bahwa dalam ilmu pedang tidak selalu kekuatan serangan yang diutamakan, tapi pertahanan dan pengaturan tempo serangan harus lebih diperhatikan agar penggunaan pedang menjadi lebih optimal.
Saat mendemonstasikan gerakan dasar menggunakan pedang, semua calon murid hanya melihat gerakan yang indah diperagakan oleh Yang San. Sementara Xiao Wu Jie memperhatikan dengan cermat setiap gerakan itu dan mencoba mengingat sesuatu.
__ADS_1
Mengandalkan teori yang pernah ia baca dari buku di ruang latihannya, Xiao Wu Jie bisa merasakan bahwa permainan pedang Yang San sama persis dengan apa yang tertulis di buku.
Yang San menoleh kearah Xiao Wu Jie setelah selesai memperagakan gerakan dasar "Nah ayo... siapa yang mau mencoba?" setelah berkata demikian Yang San mencoba mengalihkan pandangannya kepada calon murid yang lain.
Xiao Wu Jie mengangkat alisnya, ia mengetahui dengan jelas bahwa Yang San ingin ia yang mencobanya lebih dahulu. Tanpa ragu, Xiao Wu Jie melangkah kedepan.
Yang San memberikan pedang di tangannya kepada Xiao Wu Jie "Ayo mulai praktikkan apa yang aku peragakan tadi".
Hening sejenak saat Xiao Wu Jie mengatur posisinya, saat dimulai semua calon murid yang melihat gerakan Xiao Wu Jie terpana bahkan ada yang berdecak kagum, gerakan yang ia lakukan bukan hanya sama dengan gerakan Yang San tapi bahkan terlihat lebih indah.
'Sudah ku duga anak ini adalah seorang jenius' Yang San membatin.
Yang San awalnya cukup yakin walaupun Xiao Wu Jie bisa mempraktikkan gerakan itu namun ukuran dan berat pedang itu tidak sesuai dengan tubuh Xiao Wu Jie sehingga akan membuat gerakan Xiao Wu Jie menjadi kaku karena menyesuaikan dengan ruang geraknya namun teorinya ternyata salah.
Selesai mempraktikkannya Xiao Wu Jie segera kembali ke barisan, memberikan kesempatan bagi calon murid yang lain untuk mencoba.
Salah seorang calon murid mengangkat alisnya saat menatap wajah Xiao Wu Jie, sejak kemarin ia terlihat tidak terlalu senang dengan apa yang Xiao Wu Jie lakukan.
Xiao Wu Jie tidak terlalu memperhatikannya. Bahkan ia tidak menyadari bahwa ada beberapa calon murid yang tidak terima dengan perlakuannya pada Wakil Ketua Bou kemarin.
Mereka menganggap Wakil Ketua Bou adalah orang yang harus dihormati dan dipatuhi sehingga perlakukan Xiao Wu Jie dianggap tidak pantas.
__ADS_1
Dalam masalah ini, sangat wajar apabila seorang anak tidak akan menerima perlakuan tidak pantas terhadap orang yang seharusnya di hormati terutama orang tua. Mereka di didik untuk selalu bersikap hormat dan patuh kepada orang tua.
Hal yang tidak diketahui oleh anak-anak pada umumnya bahwa dunia ini terlalu kejam untuk percaya pada mereka yang mengandalkan rasa hormat untuk melakukan tindakan yang tidak terpuji.
Dari semua calon murid yang mempraktikkan gerakan dasar pedang tadi, hanya ada beberapa anak yang mampu mempraktikkannya dengan benar, bahkan diantaranya dianggap sangat berbakat dalam menggunakan pedang.
Setelah selesai, Yang San memberikan arahan sekali lagi sebelum meminta para calon murid kembali ke asrama.
* * *
Pendekar Besar menyipitkan matanya saat memperhatikan sesuatu "Tidak diragukan lagi, disinilah asal dari tekanan tenaga dalam yang kurasakan waktu itu"
Ia kini berada didalam gua yang pernah ia masuki sebelumnya, sudah 5 jam ia menelusuri gua itu untuk mencari jejak dari pemilik tenaga dalam yang ia rasakan sebulan yang lalu.
Saat memasuki gua lebih dalam, ia tidak sengaja melihat bunga Ngo Heng (Langkah Lima Unsur) yang sudah berwarna hitam.
Bunga Ngo Heng adalah tanaman yang serupa dengan bunga melati atau bunga lili, berwarna putih namun mempunyai putik bewarna ungu. Bunga ini sangat rentan layu apabila terkena tekanan udara yang sangat tinggi dan akan berubah warna menjadi hitam apabila telah lewat dari seminggu.
Sekali lagi Pendekar Besar itu mencoba memeriksa semua tempat, setiap sudut tidak ada yang terlewatkan.
Saat sebuah bayangan berkelebat dibelakangnya, ia merasakan sesuatu perasaan yang amat kuat. Tubuhnya sedikit menggil namun dapat ditahan dengan mengalirkan tenaga dalamnya.
__ADS_1
Sambil mencoba menenangkan diri, Pendekar Besar mulai mengatur nafasnya dan mulai berbicara "Maafkan jika junior ini telah salah memasuki tempat dan mengganggu kediaman senior. Nama junior adalah Xiao Shan, tujuan junior kesini adalah untuk memastikan bahwa Dimensi Benua Bulan Barat tidak dalam ancaman yang membahayakan!"
"Hahaha...! kau masih muda tapi keberanianmu boleh juga, terus terang saja aku sudah tidak tertarik lagi pada dunia persilatan, tapi jika saja aku mau... aku pastikan Benua Bulan Barat akan terhapus dari catatan dimensi dunia" Dinding gua sedikit bergetar saat sosok itu berbicara, tentu saja sosok itu menggunakan tenaga dalamnya.