Puncak Pendekar Keabadian

Puncak Pendekar Keabadian
CHAPT 17. Keterkejutan Xiao Shan


__ADS_3

Xiao San mematung sebentar, kata-kata sosok itu terdengar seperti bukan sebuah bualan. Tanpa sadar ada sedikit keraguan dihati Xiao Shan untuk menunjukkan keberanian yang baru saja ia lakukan.


Xiaon Shan menggigit bibirnya "Baiklah jika senior berkata seperti itu, tapi kalau boleh aku tau, siapakah senior ini?"


Sosok itu terdiam sejenak, namun tidak berniat menjawab pertanyaan Xiao Shan "Ahh baiklah ku akui kau adalah pemuda yang cukup sopan dan tau tatakrama, jika saja aku tidak salah menilaimu maka..."


Tiba-tiba sosok itu telah berada tepat di belakang Xiao Shan dengan cara yang sangat sulit dijelaskan dengan nalar.


Xiao Shan yang sadar tentang kehadirannya bahkan kini tidak berani bersuara atau menoleh kebelakang, bukan berarti sebelumnya Xiao Shan tidak bersiaga, namun jika saja sosok itu mau, maka melukai Xiao Shan adalah perkara yang sangat mudah.


"Ahh rupanya menarik... sebenarnya kau adalah pemuda yang sangat berbakat, melihat saraf Qi mu yang sudah terbuka, kau pasti memiliki pencapaian yang bisa dikatakan sangat baik di benua ini, namun sayangnya kau sudah berhubungan badan dengan wanita sehingga kau tidak bisa membuka saraf Qi yang lebih dari ini"


"A...apa yang senior katakan? lebih dari ini? bagaimana mungkin? bukankah setiap manusia hanya memiliki 21 saraf Qi saja?" Ekspresi Xiao Shan berubah seolah dipenuhi tanda tanya, ia tidak terfikir lagi untuk mendapat jawaban dari pertanyaan sebelumnya mengenai jati diri sosok itu.


"Hahaha aku sudah menduganya... dulu akupun hanya mengetahui hal yang sama denganmu namun itu salah"


"Baiklah biar aku jelaskan. Sebenarnya ada 79 buah saraf Qi lagi yang tidak diketahui manusia, jadi totalnya ada 100 buah, letaknya memang tidak dapat dirasakan dengan jelas karena tertutupi saraf biasa yang jumlahnya milyaran. Namun, saat berhasil membuka saraf yang ke 22, maka merasakan 78 saraf lainnya tidak akan sulit, tapi tentu saja membukanya tidak akan semudah itu"


Xiao Shan hanya bisa terpaku, ia hanya berfikir bagaimana mungkin selama ini tidak seorangpun yang mengetahui hal ini bahkan tidak pernah ada catatan mengenai informasi ini.


Sosok itu kembali melanjutkan "Sekarang aku baru membuka 67 saraf Qi dalam tubuhku bahkan guruku pun baru membuka 62 saraf Qi saja sejak terakhir kami bersama"


"Senior aku berfikir bagaimana mungkin tidak ada catatan khusus mengenai informasi berharga ini?" Xiao Shan mengutarakan apa yang ia fikirkan, ia merasa bahwa setidaknya hal ini seharusnya tercatat dalam sejarah.


"Ceritanya panjang, namun hal itu karena guruku lah yang menemukan catatan rahasia itu dan menyimpannya sendiri sebelum mengangkatku sebagai murid" ia menghela nafas.

__ADS_1


Kemudian dilanjutkan "Biar aku lanjutkan penjelasanku. Saat kita mencapai puncak dari saraf Qi yang ke 21 maka untuk membuka saraf yang ke 22 perbedaannya akan sangat jauh, sama seperti membuka gerbang dari tingkat inti ke tingkat bumi, perbedaannya juga jauh, ini bukan soal angka tapi soal daya dan kemampuan tubuh menyerap energi Qi. Sehingga dikenal istilah tingkat inti, bumi, langit dan tingkat-tingkat di atasnya"


Xiao Shan mengerutkan dahinya "Tingkat-tingkat di atasnya? apakah ada tingkat yang lebih tinggi dari tingkat langit?"


Sosok itu tersenyum penuh arti "Tentu saja ada... tingkat langit itu hanya tingkat awal sebelum membuka gerbang keabadian, saat kau berhasil membuka saraf Qi yang ke 22 maka kau memasuki jalan menuju keabadian, dan saat sudah membuka saraf Qi yang ke 50, kau akan memiliki kekuatan yang sangat besar dan dapat hidup abadi"


"A..abadi??!" Xiao Shan sangat terkejut, setidaknya ia langsung mengerti arti kata itu.


"Ya abadi, aku yakin kau pasti pernah mendengar tentang keabadian!"


"Aku hanya pernah mendengar itu dari dongeng saja. Dan bagaimana mungkin aku bisa yakin senior mengatakan hal yang benar?" tanya Xiao Shan


"Aihh aku sudah tau kau sudah pasti ragu, tapi..."


"Dengarlah saat ini aku hanya melepaskan sebesar energi dari 22 saraf Qi, apakah kau bisa merasakannya?" benar saja, nafas Xiao Shan semakin tersengal saat tekanan energi yang dilepaskan sudah lebih dari seluruh energi yang bisa Xiao Shan keluarkan, semakin besar energi itu seolah menghentikan energi kehidupan yang ada pada Xiao Shan.


"Baiklah... aku rasa sudah cukup" Seketika tekanan energi itu menghilang.


Xiao Shan masih merasakan dampak dari tekanan yang sebelumnya ia rasakan, walau hanya sebentar namun itu sudah cukup untuk membuat pendekar tingkat langit yang kemampuannya dibawah Xiao Shan tidak sadarkan diri.


"Apa yang akan terjadi jika senior melepaskan seluruh energi yang senior miliki?" Xiao Shan seolah menjadi bodoh karena rasa penasarannya.


"Aihh bukankah kau bisa langsung menebaknya. Tapi mungkin dampaknya tidak begitu besar, setidaknya kau akan menjadi debu dan goa ini, hutan serta bukit disekitar sini pasti hancur" sosok itu berkata dengan nada yang datar tapi menunjukkan kebenaran dari ucapannya.


Tentu saja Xiao Shan yang mendengarnya hanya bisa mengumpat di dalam hatinya. Namun saat Xiao Shan mulai bisa berfikir, ia merasa bahwa sosok itu tidak mempunyai niat yang buruk.

__ADS_1


"Senior maafkan kelancanganku, aku yakin senior pasti mempunyai maksud dan tujuan sehingga datang kemari. Jika senior bisa memberitahuku itu setidaknya jika aku bisa membantu dengan senang hati akan aku lakukan"


Xiao Shan hanya bisa menebak jika sosok itu tidak akan membutuhkan bantuannya mengingat kemampuannya.


"Aku tau kau adalah pemuda yang baik, berbaliklah aku ingin sedikit berbincang denganmu"


Tanpa diminta dua kali Xiao Shan membalikkan badannya dan melihat sosok itu. Xiao Shan tidak terkejut sama sekali karena penampilan sosok itu hanya seperti pendekar senior pada umumnya.


"Ahh... nyatanya kau pemuda yang sangat tampan, aku penasaran sudah berapa orang wanita yang rela mati untukmu hah?! hahahaha"


"Aku yakin sudah tak terhitung jumlahnya senior hahaha" Xiao Shan bermaksud untuk ikut mencairkan suasana meskipun hatinya merasa terguncang.


"Hahaha hao hao aku tidak akan berdebat soal itu... Apakah kau suka teh? kebetulan aku mempunyai persediaan yang cukup banyak disini" pendekar senior itu meminta Xiao Shan mengikutinya.


Saat masuk lebih dalam, rupanya pendekar itu mempunyai ruang pribadi yang tersembunyi dibalik batu yang besar.


Saat masuk kedalam bisa dilihat ruangannya tidak besar hanya seperti kamar yang berukuran kecil, tapi yang menarik perhatian Xiao Shan adalah ruangan ini dipenuhi perabotan yang terbuat dari besi, sangat indah seolah ditempa dengan sangat baik oleh pandai besi yang sangat terampil.


"Inilah ruangan pribadiku, tidak ada hal yang menarik disini" pendekar senior itu tersenyum memperlihatkan giginya yang masih lengkap dan putih.


Justru Xiao Shan merasa bahwa pendekar senior itu hanya merendah, ia bisa menilai sendiri bahwa semua perabotan itu setidaknya mempunyai harga yang tidak bisa dibeli oleh orang sembarangan.


Pendekar senior itu melirik kearah Xiao Shan yang terlihat memperhatikan perabotan di ruangannya "Nah itu semua aku sendiri yang menempa, ya... sekedar menyalurkan hobi saja"


Semakin kesini, banyak sekali keterkejutan yang Xiao Shan rasakan. Mau tak mau ia hanya bisa terus memasang senyuman yang mengutarakan perasaan sulit untuk berkata-kata.

__ADS_1


__ADS_2