Puncak Pendekar Keabadian

Puncak Pendekar Keabadian
CHAPT 30. Bou Chen


__ADS_3

Tidak butuh usaha keras, puluhan ramuan obat tingkat pertama berhasil Xiao Wu Jie buat tanpa kesulitan. Bahkan, semakin lama tingkat kemurnian dan kualitas ramuan yang ia buat semakin bagus.


Untuk membedakan kualitas ramuan itu tidak sulit namun juga tidaklah mudah. Untuk ramuan tingkat raga sampai roh inti biasanya dapat dilakukan dengan selintas mata dan siapapun dapat menilai kualitasnya.


Cara membedakannya pun dapat di lakukan dengan merasakan aroma dan melihat warnanya saja. Namun untuk tingkat yang lebih tinggi hanya dapat dilakukan dengan metode khusus dan hanya dapat dilakukan oleh orang tertentu saja.


Ramuan dengan kualitas yang bagus akan memancarkan aroma obat yang kuat dan dari warnanya biasanya lebih pekat dari ramuan kualitas rendah. Semakin kuat dan semakin berwarna pekat maka semakin baik pula kualitas bahkan khasiatnya juga bertambah.


"Ahh sudah waktunya aku ke tempat Guru San..." Tak terasa waktu berlalu begitu cepat bagi Xiao Wu Jie, membuat ramuan obat ternyata cukup menyenangkan untuknya tapi tetap saja ia harus segera menyudahi aktifitasnya itu.


Xiao Wu Jie bergegas keluar ruangan setelah merapikan semua peralatan dan bahan. Ramuan obat yang Xiao Wu Jie buat ditinggalkan begitu saja untuk nanti di ambil oleh tetua penjaga ruangan yang akan menyimpannya di ruang obat.


Saat ia membuka pintu Xiao Wu Jie mengerutkan dahinya, ia tidak mengerti dengan keadaan yang ia saksikan di depan ruangannya.


Banyak calon murid berada di depan ruangan itu. Namun yang anehnya, mereka terlihat sama dengan Xiao Wu Jie yang juga seolah mempertanyakan apa yang terjadi.


Xiao Wu Jie menatap satu persatu mata yang juga serempak menatapnya itu "Ada apa ini? apakah telah terjadi sesuatu?"


Tidak seorangpun menjawab pertanyaannya, mereka malah seperti mengobrol dengan masing-masing teman di sebelahnya, terdengar suara samar yang berbicara tentang ramuan obat.


'Ada apa dengan mereka ini' batin Xiao Wu Jie. "Hey apakah ada yang bisa menjawabku?! Ada apa sebenarnya ini?" Kali ini Xiao Wu Jie hampir kehilangan kesabarannya.


"Saudara bernama Xiao Wu Jie bukan?" Tiba-tiba terdengar seorang calon murid berbicara, ia melangkah kedepan dari posisi sebelumnya di barisan belakang.


Xiao Wu Jie kembali mengerutkan dahinya melihat calon murid yang bertanya itu. Xiao Wu Jie tau namanya adalah Bou Chen, ia adalah keponakan dari Wakil Ketua Bou.


Xiao Wu Jie tidak pernah memiliki hubungan apapun dengannya, bahkan selama di akademi ini mereka berdua belum pernah saling mengobrol satu sama lain.


"Ah ya betul..." Xiao Wu Jie menjawab seadanya namun tak lupa ia memanipulasi sedikit senyuman di wajahnya.

__ADS_1


"Calon murid terjenius angkatan ini ya... sepertinya rumor itu tidak meleset jauh." Bou Chen tersenyum takzim membuat Xiao Wu Jie merasa agak kikuk.


Xiao Wu Jie sebelumnya hanya menduga jika sama seperti pamannya, Bou Chen adalah pribadi yang licik dan penuh tipu muslihat sehingga ia harus berhati-hati jika suatu hari berhubungan dengan Bou Chen.


"Ahh dimana kesopananku ini, aku belum memperkenalkan diriku, namaku Bou Chen, murid golok." Bou Chen semakin menunjukkan kesopanannya dari cara ia memperkenalkan dirinya.


Memahami kondisinya, cepat Xiao Wu Jie mengalihkan fikirannya untuk mendapatkan jawaban dari keadaan di hadapannya.


"Nah saudara Bou, bisakah kau beritahu aku apa yang terjadi disini?"


Bou Chen tidak langsung menjawab melainkan berniat mengajak Xiao Wu Jie menjauh dari keramaian itu.


Awalnya Xiao Wu Jie berusaha menolak namun siapa sangka sikap dan sopan santu yang di tunjukan Bou Chen membuat Xiao Wu Jie menjadi tidak dapat menolaknya.


"Aku sangat yakin ini karena aroma obat yang keluar dari ruangan mu itu." Bou Chen menjelaskan saat mereka telah berada jauh dari keramaian.


"Ahh itu tidak sama sekali saudaraku, tapi semua orang tau dari aromanya, obat yang saudara buat pastilah mempunyai kualitas yang sangat bagus, mereka masih disana karena berniat untuk meminta satu contoh obatmu pada tetua ruangan."


Xiao Wu Jie mulai mengerti keadaannya, ia tau dari aromanya saja ramuan obat yang ia buat dapat dinilai sebagai ramuan dengan kualitas yang sangat bagus.


Namun itu hanya ramuan obat tingkat pertama biasa dan bagi Xiao Wu Jie tidak ada yang spesial dari hal itu.


Xiao Wu Jie menyadari Bou Chen seperti mencari jawaban dari ekspresi yang ia tunjukkan sekarang.


Agar tidak ada salah faham mengingat mereka baru pertama kali berbicara Xiao Wu Jie mencoba mengutarakan isi dari fikirannya.


"Ahh menurutku itu hanya obat tingkat pertama biasa, jika kualitasnya memang di katakan bagus mungkin itu hanya keberuntungan pemula sepertiku."


Xiao Wu Jie tidak menyadari jika perlu usaha keras bagi calon murid yang lain untuk melakukan apa yang telah ia lakukan. Dalam waktu singkat dapat membuat ramuan obat kualitas terbaik, seharusnya itu adalah bakat alami yang sangat langka.

__ADS_1


"Hahaha aku suka dengan kerendahan hati saudara Wu ini, memang persis seperti yang di rumorkan" Bou Chen tertawa cukup keras, ia banyak mendengar nama Xiao Wu Jie akhir-akhir ini namun tidak menduga beberapa rumor itu ternyata benar.


"Tapi sayangnya waktu begitu singkat, jika ada waktu luang apakah kita bisa berbicara lagi saudara Wu?" Bou Chen tersenyum hangat, bisa di katakan senyuman itu begitu tulus dari seorang yang baru Xiao Wu Jie kenal.


Xiao Wu Jie merasa sedikit dilema dihatinya. Awalnya ia berusaha tetap menghindar dan berharap jika perbincangan singkat ini tidak akan berlanjut di kemudian hari, karena dari pengalaman yang Xiao Wu Jie rasakan sebelumnya masih ia rasakan sampai sekarang.


Namun kata hatinya berkata lain, meskipun cerdas seorang anak muda sepertinya biasanya akan lebih mudah mengikuti kata hati dan belum mempunyai pendirian yang cukup kuat terhadap suatu keputusan sehingga mudah goyah.


"Tentu saja..."


"Aku biasa menghabiskan malam di belakang tembok barat, disana sangat tenang, jika saudara sedang luang saudara bisa menemukanku disana."


"Baiklah tentu saja, sampai bertemu lagi."


"Baik..."


Begitulah keduanya melangkah pergi, berpisah arah setelah masing-masing memberi hormat. Xiao Wu Jie teringat akan sesuatu dan segera mungkin menuju ke tempat Yang San sesuai tujuan awalnya.


* *


Sejak kemarin sore Yang San meninggalkan akademi untuk mencari informasi tentang metode pengobatan yang di perlukan untuk membantu Xiao Wu Jie.


Ia pergi ke Kerajaan Bulan Besar untuk menemui seorang Tabib Sakti bernama Wu Xing yang juga adalah paman Yang San sendiri dan baru bisa kembali saat matahari telah tinggi.


Diantara banyaknya tabib di Kerajaan Bulan Besar ini, Wu Xing adalah satu-satunya yang menyandang gelar Tabib Sakti dan juga merupakan penasehat kerajaan sekaligus orang kepercayaan Raja.


Untuk itu Yang San merasa cukup yakin metode yang ia dapatkan dari Wu Xing akan berhasil membantu Xiao Wu Jie membuka saraf Qi pertamanya.


Metodenya cukup mudah di lakukan namun sayangnya ada harga mahal yang harus di bayar.

__ADS_1


__ADS_2