
Semilir angin meniup diantara pepohonan, hutan lebat memanjang menyingkap sebuah seperti pulau yang cukup luas di tengah sebuah danau kecil, ada sebuah kediaman yang masih kokoh, disana begitu tenang sebelum suara langkah kuda mengetuk di kejauhan sampai kemari.
"Aku sudah tau kau pasti datang"
"Junior memberi hormat pada senior"
"Lai lai lai mari masuk dulu, aku sudah menunggumu sejak tadi"
'Sejak tadi?'
Pendekar senior segera mendahului Xiao Shan memasuki kediamannya.
Saat masuk, perasaan yang begitu Xiao Shan kenal sangat terasa seperti saat satu bulan yang lalu di ruangan dalam gua milik pendekar senior itu.
Interior mahal yang semuanya terbuat dari besi yang ditempa sangat indah mengisi hampir separuh ruangan.
Sebenarnya hal ini menimbulkan pertanyaan dalam benak Xiao Shan, bagaimana bisa barang sebanyak ini bisa dibawa kemari.
Karena seingat Xiao Shan, hanya ada 3 orang pendekar yang di utusnya untuk menjemput pendekar senior itu. Setidaknya butuh lebih dari 30 orang untuk memindahkan semua barang-barang itu.
Namun mengingat posisinya, ia tidak ingin menanyakan hal itu dan lebih memilih menanyakan hal yang lain.
"Bagaimana kabar senior? apakah tempat tinggal ini nyaman?" Xiao Shan membuka pembicaraan.
"Kau mau aku berdiri untuk menjawab pertanyaanmu?" Ekspresinya datar.
Xiao Shan cukup tersentak atas respon seperti itu, ia lupa jika masih dalam posisi berdiri dan itu dianggap tidak sopan. Segera saja Xiao shan duduk dengan posisi yang agak canggung.
"Nah coba ulangi pertanyaanmu"
"Ahh... itu... bagaimana kabar senior? apakah tempat tinggal ini nyaman?" Xiao shan mengulangi pertanyaannya setelah berkerut kening karena merasa mengulangi pertanyaan seperti itu sebenarnya tidak di perlukan kecuali dengan orang yang bodoh atau pelupa.
"Hahaha kau bercanda, ini melebihi ekspektasiku. Kau memberiku tempat tinggal yang sangat baik, untuk itu aku ucapkan terimakasih"
"Ahh senior jangan terlalu sungkan, tempat ini tidak ditempati siapapun setelah sekian lama. Aku awalnya justru takut jika senior tidak merasa nyaman tapi syukurlah jika senior senang tinggal disini"
"Oh kau selalu bisa menyenangkan hati seseorang. Nahh apa yang hendak kau katakan lebih dulu?"
Terlintas dalam fikiran Xiao Shan tentang kejadian yang menimpa pedang kesayangannya. Setelah menyadari apa yang terjadi semalam, segera saja ia berangkat kesini pada pagi harinya setelah sarapan.
__ADS_1
Karena jarak yang cukup jauh, Xiao Shan harus menempuh perjalanan dengan kereta kuda dan sampai setika matahari sudah berada di ufuk barat.
"Senior pasti tau apa yang hendak aku tanyakan mengenai pedang ku. Itu bagaimana bisa..."
Pendekar tua menaikkan alisnya "Hahaha bukankah sudah aku katakan, pedangmu itu payah."
Xiao Shan tidak menunjukkan ekspresi apapun, bahkan kali ini ia tidak membantah ataupun dongkol dengan pernyataan itu. Apa yang pendekar senior itu katakan mungkin ada benarnya.
"Ahh aku tau itu pedang kesayanganmu, tapi pedang itu tidak cocok dengan gayamu, maka untuk itu... nah mari ikuti aku"
Pendekar senior berjalan menuju ruangan dalam, sementara Xiao Shan mengikuti tanpa bertanya.
Berbeda dengan ruangan luar, ruangan dalam terlihat lebih lapang karena hanya ada sedikit barang. Namun jika diperhatikan lebih pasat, barang disini memiliki nilai yang jauh lebih tinggi.
Setelah memasuki pintu yang ada di dekat sudut ruangan dalam, Xiao Shan menahan nafasnya saat melihat puluhan pedang pusaka terpajang rapi di dinding.
"Ini adalah pedang pusaka koleksiku, ditempa khusus. Kualitasnya bisa dikatakan jauh lebih baik dari pedangmu yang kemarin"
Xiao Shan mendekati satu persatu pedang pusaka itu dan memperhatikan dengan seksama sebelum menoleh kearah pendekar senior "Bolehkah..."
Senyum Xiao Shan mengembang setelah diperbolehkan mengambil salah satu pedang yang sangat menarik perhatiannya.
"Ini benar-benar hebat"
"Hahaha kau punya mata yang bagus. Pedang itu aku namai Pedang 9 Bintang Langit Malam, aku tempa khusus dengan bahan yang langka, sangat tajam dan kuat. Pedang itu memang sengaja aku persiapkan untukmu." Pendekar senior sepertinya salah menduga, Xiao Shan hanya tertarik pada keindahannya saja.
Xiao Shan menaikkan alisnya, ia tidak tau apakah kualitas pedang ini lebih baik dari pedang kesayangannya karena ia hanya memandang dari nilai estetikanya saja.
"Kerusakan seperti apa yang dapat dibuat oleh pedang ini?" Xiao Shan penasaran.
"Ah iya karena sudah kuberikan padamu tidak ada salah jika kau mencobanya"
Begitulah keduanya pergi kesuatu tempat jauh di dalam hutan. Ternyata ada sebuah air terjun yang bahkan Xiao Shan sendiri baru pertamakali melihatnya.
"Bagaimana senior bisa tau tempat ini? bukankah ini sangat jauh dari tempat kita?"
"Aku sudah melihat semua wilayah di hutan ini dan hanya tempat ini yang terbaik"
Xiao Shan menjadi sangat penasaran, karena baginya tidak seorangpun dapat mengunjungi seluruh wilayah hutan yang sangat luas ini dalam waktu kurang dari satu bulan.
__ADS_1
"Seluruh wilayah hutan? bagaimana cara senior melakukannya?"
"Terbang"
"Terbang??? apakah itu mungkin dilakukan oleh manusia?" Xiao Shan hanya pernah mendengar hal itu dari cerita dongeng, tidak pernah sekalipun ditemuinya dalam kehidupan nyata.
"Mungkin saja, tapi ayo kita coba dulu pedang barumu" pendekar senior mempersilahkan Xiao Shan mencari sesuatu benda yang ingin ia serang menggunakan pedangnya.
Setelah mencari dengan selektif, Xiao Shan menemukan sebuah batu karang yang besar, entah dari mana batu itu berasal namun jika ingin membuktikan jika pedang itu sesuai yang dikatakan pendekar senior ia patut mencobanya.
"Kau tidak perlu menggunakan tenaga dalam, cukup tenaga fisik mu saja yang kau pakai"
Xiao Shan berkerut kening, merasa ragu akan tantangan itu "Baiklah akan aku coba, namun bagaimana jika tidak terbelah?"
"Maka kau boleh meminta apapun dariku" Pendekar senior seperti tidak bercanda dengan kata-katanya.
Xiao Shan siap di posisi menyerang, ia tidak mengaliri pedang itu dengan tenaga dalamnya. Ia mengangkat pedangnya dan mengayunkannya pada batu karang besar itu.
Betapa terkejutnya saat batu itu benar-benar terbelah sampai ia harus mundur beberapa langkah.
"Ini luarbiasa hebat..." Rasa kagum dan tidak percaya masih Xiao Shan rasakan sampai saat itu.
"Nah sekarang apa kau masih meragukan kemampuan menempaku?"
'Tapi ini tidak mungkin, jangan-jangan batu itu sudah di persiapkan sebelumnya' Xiao Shan memikirkan setiap kemungkinannya.
"Ahh boleh aku coba dengan batu besar yang lain?"
"Ya tentu saja, pedang itu milikmu"
Kembali ia mencari batu besar yang lain, saat menemukannya dan melakukan hal yang sama, Xiao Shan hanya dapat menelan ludahnya.
Batu itu benar-benar terbelah dua meskipun tenaga fisik yang Xiao Shan gunakan tidak sekuat pada saat membelah batu karang tadi.
"Aku ucapkan banyak terimakasih atas pemberian yang berharga ini pada senior" Xiao Shan memberi hormat.
"Nah mari kita kembali kerumah"
Xiao Shan hanya mengangguk setuju, dalam perjalanan pulang ia tidak berhenti tersenyum karena sudah mendapatkan pusaka yang sangat hebat.
__ADS_1
Langit sudah gelap pekat, tidak ada penerangan selain nyala obor di sekitar rumah. Pendekar senior menyiapkan makan malam untuk mereka berdua.