Puncak Pendekar Keabadian

Puncak Pendekar Keabadian
CHAPT 26. Ketika Tes Tahap Pertama


__ADS_3

Semua orang bertanya-tanya, bagaimana tes tahap pertama itu berlangsung sehingga membuat nama Xiao Wu Jie dan Zhang Ma kini menjadi sorotan.


Pagi itu semua calon murid sedang bersiap untuk menghadapi ujian pertamanya setelah lebih kurang satu bulan mereka berlatih keras.


Suasana aula saat itu nampak sangat ramai karena semua pengurus akademi dan para tetua turut hadir untuk menyaksikan acara tes tersebut.


Ruangan aula ditata sangat rapi, telah di pasang panggung di bagian tengah agar semuanya dapat menyaksikan dengan jelas, semua orang duduk dengan teratur namun tak mengurangi suara keramaian yang ada.


Tak mau ketinggalan, ketua akademi yang biasanya selalu sibuk mengurus urusan akademi juga menyempatkan untuk hadir, hal yang sudah tidak pernah dilakukannya beberapa tahun belakangan.


Namun hal ini tidak terlalu mengherankan, semua yang tau hubungan Ketua Akademi dengan beberapa calon murid akan mengatakan itu hal yang wajar.


Ketua Akademi juga menyampaikan jika ia ingin menyaksikan sendiri kelangsungan tes hingga selesai.


Namun karena hadir sebagai penonton, bukan ia yang mempunyai kuasa atas jalannya tes melainkan Liu Chang Hai yang saat itu sudah siap untuk memulai acara.


Setelah merasa semua sudah siap, Liu Chang Hai berjalan menuju ke atas panggung dengan senyum tersungging di wajahnya, ia terlihat sangat menawan dengan pakaian berwarna putih yang ia pakai.


Tak lupa Liu Chang Hai memberi hormat kepada para tetua terutama pada ketua akademi yang sudah duduk manis di kursinya.


"Hari ini adalah hari dimana kalian akan menghadapi tes tahap pertama dari 3 tahapan tes yang ada. Masing-masing dari kalian akan naik keatas panggung ini saat namanya di panggilkan. Sebelum tes dimulai, saya juga ingin mengingatkan bahwa ada 3 poin yang akan menjadi dasar penilaian..."


Liu Chang Hai menyampaikan bahwa ketiga poin penilaian ini diantaranya, pertama penilaian dari gerakan dasar, poin akan diberikan jika calon murid melakukan gerakan yang benar berdasarkan apa yang telah mereka pelajari.

__ADS_1


Kedua, penilaian dari kombinasi gerakan dasar. Setiap calon murid diberikan kebebasan dalam mengkombinasikan setiap gerakan dasar untuk melihat kreatifitas calon murid dalam merangkai setiap gerakan yang telah mereka pelajari.


Dan poin ketiga adalah penilaian dari segi keindahan gerakan, penilaian ini mempunyai poin lebih tinggi dari kedua penilaian sebelumnya, karena calon murid harus memperhatikan semua aspek penting yang terkandung dari setiap gerakan, hal ini tidak hanya sulit tapi juga perlu latihan keras dalam waktu yang cukup lama untuk bisa melakukannya dengan baik. siapakah genius senjata pada generasi ini akan terlihat pada poin penilaian ini.


Penjelasan di tutup setelah Liu Chang Hai mengatakan jika calon murid hanya diberi 1 kali kesempatan untuk menampilkan kebolehannya, setiap kesalahan yang terjadi akan mengurangi poin yang diberikan.


Setelah penjelasan selesai maka Liu Chang Hai mengumumkan jika tes dimulai, terlihatlah wajah-wajah calon murid yang menampakkan ekspresi yang berbeda-beda.


Ada sebagian yang terlihat santai dan penuh dengan kepercayaan diri dan ada juga yang terlihat sangat gelisah.


"Saudara Wu aku merasa sangat gugup, apakah kau juga gugup?" Zhang Ma yang duduk di sebelah Xiao Wu Jie hanya bisa berbisik, karena sejak tes di mulai tidak ada seorangpun yang berani bersuara.


"Tentu saja, bukankah gugup adalah hal yang biasa saudaraku" Xiao Wu jie juga mengecilkan suaranya namun pandangannya tidak lepas dari penampilan murid pedang yang berada di atas panggung.


Xiao Wu Jie juga tau pasti bagaimana sifat Bu Gong setelah kurang lebih satu bulan mereka berada dalam satu ruang latihan.


Bu Gong sering bersikap angkuh dan suka menindas orang yang lebih lemah darinya. Bahkan kadang ia tidak segan untuk menghina murid pedang yang tidak cukup berbakat darinya.


Meski bagaimanapun, Xiao Wu Jie juga hanya bisa mengakui jika bakat Bu Gong sangatlah baik. Nyatanya, meskipun sedikit gempal dan bertubuh besar, Bu Gong mampu menunjukkan kelincahan serta kepiawaiannya dalam setiap gerakan, membuktikan jika ia merupakan seorang genius.


"Ahh kau benar saudara Wu... tapi aku berani bertaruh jika kau mampu melakukan yang lebih baik dari itu." Kata Zhang Ma sambil menunjuk Bu Gong.


"Jangan terlalu yakin dulu, aku rasa dia cukup pandai mengkombinasikan gerakan dan mengatur temponya menjadi sedemikian rupa, tentu itu cukup sulit."

__ADS_1


Zhang Ma menghela nafasnya "Hmm ya benar, aku rasa ia cukup genius, ahh bukankah sangat baik jika kita membangun hubungan dengannya?"


Xiao Wu Jie bergeming cukup lama, ia merasakan bukan suatu keputusan yang tepat untuk membangun hubungan dengan orang seperti Bu Gong.


Zhang Ma kembali mengalihkan pandangannya pada Bu Gong, menunjukkan ketertarikannya.


Tak terasa di luar matahari semakin meninggi, sebagian besar calon murid telah menunjukkan kebolehannya.


Sudah saatnya Zhang Ma dipanggil naik keatas panggung, namun ia terlihat santai membawa tongkatnya sambil tersenyum. Setelah menyaksikan sebagian besar calon murid tampil timbul juga rasa kepercayaan dirinya.


Zhang Ma sudah siap diposisi kuda-kuda dan mulai bergerak saat tanda diberikan. Ia mulai memainkan tongkat dengan sangat tangkas, gerakan kaki dan tongkatnya diatur dalam tempo yang tepat.


Semua pasang mata takjub dibuatnya, beberapa kali Zhang Ma terlihat melayang di udara sambil memutar dan mengayunkan tongkatnya dengan sangat cepat seolah tongkat itu ringan saja. Kombinasi gerakannya terlihat sangat rumit namun dapat dilakukannya dengan mulus, hampir tidak ada cacat sedikitpun.


Ketua Akademi menyungging senyum di wajahnya, ia merasa sangat puas dengan penampilan Zhang Ma.


"Kau lihat cucuku itu saudara Bou? bukankah ia sangat genius?" Ketua Akademi mendekatkan mulutnya pada Wakil Ketua Bou.


"Aku hampir tidak bisa berdebat dengan itu, cucumu sungguh berbakat ketua hahaha" Wakil Ketua Bou mengelus jenggotnya sambil tertawa.


Disisi lain di bagian tempat duduk para calon murid, Zhang Qi terlihat terus menyoraki dan memberikan semangat pada Zhang Ma seolah tak peduli dengan calon murid disekitar yang menatapnya aneh dari cara ia melakukannya.


Pandangan Xiao Wu Jie juga tak terlepas dari Zhang Ma, kegeniusan yang Zhang Ma tunjukkan membuatnya menjadi semakin bersemangat.

__ADS_1


Senyum mengembang di bibir Zhang Ma setelah melakukan gerakan penutup dengan sangat baik, membuat semua orang bertepuk tangan.


__ADS_2