
Setelah penampilan Zhang Ma, beberapa calon murid yang tampil tidak menunjukkan bakat yang menonjol, bahkan terkesan biasa saja membuat jalannya tes terasa sedikit membosankan.
Karena tidak mempunyai teman ngobrol Zhang Qi beranjak pindah dari posisi duduknya mendekat pada Wu Jie dan Zhang Ma.
Zhang Qi seperti kehilangan semangatnya, bukan hanya karena tes berjalan membosankan, namun juga karena rasa lapar yang ia tunjukkan dengan memegang perutnya.
"Kau kenapa gendut? wajahmu pucat seperti tahu, apakah kau salah makan?!" pada saat yang sama Zhang Ma sangat risih oleh posisi duduk Zhang Qi yang berada di tepat tengah-tengah antara ia dan Wu Jie, membuat ia harus berdesakan dengan calon murid yang ada di sebelahnya.
Disisi lain Zhang Ma juga tampak sedang menoleh ke kanan dan ke kiri seperti sedang mencari sesuatu.
"Saudara Wu, apakah kau pernah mendengar di antara murid kipas ada dua gadis tercantik di akademi tapi sepertinya mereka belum terlihat, aku pernah melihat salah satunya, sungguh sangat cantik. menurut rumor yang beredar mereka adalah saudari kembar"
"Hoam... bukankah tes ini menjadi sangat membosankan saudara Qi?" Sambil melingkarkan tangannya di pundak Zhang Qi, Wu Jie tak menggubris perkataan Zhang Ma menunjukkan bahwa ia tidak ingin membahas tentang kedua gadis itu.
"Ohh nampaknya yang di katakan si gendut benar adanya"
Xiao Wu Jie menaikkan alisnya "Saudara Qi apa maksudnya itu?!"
"Ahh tidak tidak lupakan saja, itu bukan sesuatu yang penting, lagi pula aku hanya sedang bercanda saat mengatakannya."
"Apa maksudnya? apanya yang bercanda?"
Wu Jie menatap Zhang Ma penuh arti seperti sedang mencari jawaban, namun pandangannya segera teralih saat satu nama di panggil naik ke atas panggung.
Seorang gadis cantik bermata indah dan mempunyai postur tubuh yang pas untuk usianya, senyumnya mengembang sejak ia berjalan mengitari panggung. Tidak di ragukan lagi ia adalah gadis paling cantik yang pernah Wu Jie lihat.
Matanya mengisyaratkan kecerdasan yang sulit dikatakan, terlihat dari ekspresinya yang mempresentasikan kepercayaan diri yang tinggi namun cacatnya senyuman itu seperti mengumbar keangkuhan.
__ADS_1
"Baru saja aku mencari ternyata salah satunya sudah ada di hadapan kita saudara Wu" Zhang Ma tersenyum merasa yakin jika yang dikatakannya tentang kecantikan gadis paling cantik di akademi itu memang tidak meleset.
Xiao Wu Jie hanya memangdang Zhang Ma sekilas sebelum kembali mengarahkan pandangannya ke gadis di atas panggung yang sudah memulai atraksinya.
Gerakan gadis itu menunjukkan keyakinan akan kemampuannya, sayangnya sangat emosional sehingga gerakannya terlihat tidak begitu sempurna.
'Jika saja ia tidak terlalu mengumbar pastilah gerakannya bisa lebih sempurna' gumam Wu Jie dalam hati.
Zhang Ma juga menyadari kesalahan itu namun ia tidak terlalu mempedulikannya karena yang ia fikirkan hanyalah paras yang begitu cantik itu.
Setelah gadis itu mengakhiri atraksinya, tidak semua orang bersorak atas penampilannya, yang bersorak kebanyakan calon murid putra yang sudah menunjukkan antusias saat pertama kali nama gadis itu di panggil, namun senyuman gadis itu tetap dikembangkan meskipun sudah beranjak turun dari panggung.
"Aku tau kau memang yang terbaik saudariku" Seorang gadis yang serupa dirinya memberikan selamat atas penampilan yang dirasa membuat semua orang terpukau itu.
Gadis itu memainkan jemarinya di beberapa helai rambut yang sedikit berantakan karena penampilannya tadi.
Senyum gadis itu kembali mengembang congkak sekali namun tak bertahan lebih lama saat ia membalikkan tubuhnya menghadap kearah panggung.
Sosok pemuda tampan tengah tampil dengan begitu lihai, tak dapat di pungkiri ia sendiripun kagum sekaligus takjub.
'Siapakah pemuda ini' batin Ling Hua.
* * *
Xiao Wu Jie menatap semua hadirin sebelum melangkah sedikit kedepan untuk memberikan hormat pada Ketua Akademi.
Ia sudah berada di atas panggung dengan memegang sebilah pedang di tangannya. Maka saat tanda mulai di berikan ia mulai bergerak kesana dan kemari menunjukkan kemapuannya.
__ADS_1
Setidaknya Xiao Wu Jie sudah melakukan belasan gerakan dasar namun gerakan itu begitu sempurna sehingga semua pasang mata bosan para penonton kini melotot penuh kekaguman.
Xiao Wu Jie bergerak lincah tanpa kesulitan, gerakannya begitu luwes dan sangat indah, kombinasi gerak tubuhnya sangat serasi dengan ayunan pedangnya.
Nafas Xiao Wu Jie masih sangat teratur karena fisiknya yang terus di tempa oleh pamannya saat di sekte membuatnya tidak mudah kelelahan.
Sudah puluhan gerakan dasar di kombinasikan dengan sangat baik dan penuh dengan ketangkasan olehnya.
Zhang Ma di posisinya hanya bisa mematung, ia merasa cukup yakin jika penampilannya sudah merupakan yang terbaik namun tak dapat di pungkirinya gerakan Xiao Wu Jie jauh lebih baik.
'Gerakan apa itu? kenapa tidak terfikirkan olehku ada gerakan pedang seperti itu, sepertinya saudara Wu waktu itu memang tidak sedang membual.' Zhang Ma membatin sambil memikirkan kejadian antara Xiao Wu Jie dan Wakil Ketua Bou saat memilih senjata di aula.
Saat itu Xiao Wu Jie memang benar-benar membual tentang kemampuannya dapat menggunakan semua jenis senjata. Namun, apa yang di tunjukkannya kali ini seperti membuktikan keseriusan dari pernyataannya itu.
Gerakan yang dikombinakan itu tidak murni gerakan dasar pedang saja, namun mengadopsi gerakan dasar senjata lain seperti tongkat, golok, kipas dan gadah. Namun dapat dilakukannya tanpa cacat sedikitpun.
Hal yang sering di lupakan oleh hampir semua orang di dunia persilatan adalah pertahanan pada saat menyerang.
Karena fokus dengan gerakan menyerang sering kali pertahanan akan melemah sehingga memberi celah bagi lawan untuk mengenai sasaran.
Tapi meskipun ini hanyalah sebuah tes penggunaan senjata bukan sebuah pertarungan, gerakan yang Xiao Wu Jie hasilkan melampaui ekspektasi semua orang.
Hampir tidak ada celah yang tampak dari pertahanan dan gerakan menyerangnya juga sangat tajam. Inilah yang membuat para tetua yang sudah lama di dunia persilatan sangat kagum akan kemampuan Xiao Wu Jie itu, terlihat dari ekspresi yang mereka tunjukkan.
Disisi lain, Ketua Akademi yang duduk santai dan lesu sejak tadi juga menunjukkan semangat dan antusiasnya, ia seperti melihat jenius baru yang akan membawa nama besar akademi di masa depan.
Itulah bagaimana nama Zhang Ma dan Xiao Wu Jie menjadi sorotan setelah tes tahap pertama. Seperti yang tampak, keunggulan keduanya pada tes tahap pertama memang pantas di kagumi meskipun hanya sebuah permulaan dari rangkaian perjalanan panjang yang akan mereka tempuh.
__ADS_1