
Xiao Wu Jie biasanya lebih banyak menghabiskan waktu di ruang latihan. Jika tidak sedang di ajak ibu atau pamannya pergi keluar maka Xiao Wu Jie akan dengan senang hati untuk belama-lama disana.
Li Biyu dan Li Hong awalnya sangat senang dengan kebiasaan Xiao Wu Jie yang selalu ingin belajar, namun lama-lama mereka khawatir jika itu justru akan mempengaruhi kehidupan sosialnya.
Untuk mengusir kekhawatiran itu, mereka sering mengajak Xiao Wu Jie berkeliling untuk jalan-jalan, bahkan Li Biyu sering mengajak Xiao Wu Jie pergi ke tempat rekreasi.
Tidak banyak dijumpai di sekte manapun, di Sekte Gunung Kembar terdapat tempat rekreasi pemandian air hangat yang mengandung Qi, tempat pemandian itu tentu sangat ramai pengunjung terutama dari kalangan pendekar.
Pemandian air hangat ini terletak di bawah kaki gunung, terdapat banyak sumber air hangat yang mengandung Qi di sana.
Tidak sedikit juga pendekar dari sekte lain berkunjung untuk dapat merasakan manfaat dari sumber air hangat yang mengandung Qi itu, terutama mereka yang ingin meningkatkan tenaga dalamnya.
Karena itulah banyak pendatang yang sengaja berkunjung ke Sekte Gunung Kembar hanya untuk mengunjungi tempat pemandian itu.
Xiao Wu Jie sangat senang setiap kali Li Biyu mengajaknya berkunjung ke sana, bukan untuk bersenang-senang, tapi ia berharap dapat membuka saraf Qi yang pertama.
Akan tetapi meskipun sangat cerdas, sampai sekarang Xiao Wu Jie belum bisa membukanya. Kadang jika merasa kecewa dengan hasilnya Li Hong dan Li Biyu terus menyemangati dan membesarkan hatinya.
"Aihhh jangan terlalu di fikirkan begitu Xiao er, kau masih terlalu muda, cepat atau lambat kau pasti bisa membukanya" kata-kata Li Hong itulah yang selalu membesarkan hati Xiao Wu Jie.
Saat ini Xiao Wu Jie sudah keluar dari tempat latihannya, beberapa waktu di tempat latihan membuatnya merasa jauh lebih baik, sekarang ia siap untuk berangkat ke Akademi Sekte Gunung Kembar dengan kereta kuda yang di siapkan Li Hong.
__ADS_1
Letaknya cukup jauh yaitu di puncak gunung, menurut sejarahnya, Akademi Sekte Gunung Kembar memang sengaja di bangun disana karena tempatnya mempunyai energi Qi yang begitu padat, membuat para murid yang menempuh pendidikan mendapat cukup Qi untuk berlatih.
Setidaknya butuh waktu 3 jam menaiki kereta kuda untuk sampai kesana. tentu itu di manfaatkan oleh Xiao Wu Jie untuk mencoba menyerap energi Qi di sepanjang perjalanan namun lagi-lagi ia masih gagal setelah beberapa kali mencoba.
'Kalau keadaan nya begini terus saat nanti lewat 3 bulan aku tidak akan bisa menjadi murid inti' fikir Xiao Wu Jie.
Tak terasa saat ia kalut dalam fikirannya, kereta kuda yang di tumpanginya telah di sambut oleh gerbang Akademi Sekte Gunung Kembar.
Kesan yang begitu kental segera menyerang Xiao Wu Jie karena gerbang di akademi ini tidak berbeda jauh dengan gerbang masuk sekte yang sering ia lalui.
"Ahh akhirnya sampai, terimakasih kakek Bou" Xiao Wu Jie mengucapkan terimakasih pada kusir kereta kuda paruh baya yang mengantarnya.
"Salam paman" Xiao Wu Jie menyapa keduanya.
"Salam anak muda, ada perlu apa?".
Xiao Wu Jie yang cerdas namun belum berpengalaman itu merasa sedikit aneh dengan pertanyaan si penjaga berbadan kekar. Fikirnya siapakah orang yang cukup bodoh menanyakan hal yang sangat mudah di tebak dalam selintas mata itu.
Namun Xiao Wu Jie tetap tenang dan tersenyum "saya hendak mendaftarkan diri sebagai calon murid akademi, kiranya paman bisa memberitahu dimana saya bisa langsung mendaftar?"
"Ohhh tentu, mari ikuti paman" penjaga berbadan jangkung meminta Xiao Wu Jie mengikutinya ke tempat pendaftaran.
__ADS_1
Saat di perjalanan, Xiao Wu Jie disambut ramainya calon murid yang sudah berada di sana.
Para calon murid ini rata-rata berusia lebih tua dari Xiao Wu Jie setidaknya berumur 7 sampai 9 tahun dan tidak sedikit juga yang seusia dengannya.
Kedatangan Xiao Wu Jie cukup mencuri perhatian para murid dan para tetua, bukan hal yang aneh karena Xiao Wu Jie berpenampilan sangat rapi, ia terlihat sangat tampan dibalut pakaian putih berbahan sutra, tatapan matanya setenang air dengan wajah yang berseri seri, terlihat terpelajar dan memiliki aura yang tak biasa.
Meskipun usianya begitu muda, namun Xiao Wu Jie cukup di sukai kaum hawa di lingkungannya, banyak yang akan menyangka bahwa Xiao Wu Jie kelak menjadi sosok pemuda yang sangat tampan dan gagah seperti ayahnya.
"Aihhh ia sangat tampan, pastilah seorang keturunan bangsawan besar" bisik seorang murid perempuan kepada teman-temannya.
Xiao Wu Jie sebenarnya tidak begitu suka setiap kali di hadapi dengan situasi seperti itu. Ia yang sangat gemar membaca sastra dan mahir berfilsafat tentu mempunyai pandangan yang sangat berbeda. Ia percaya bahwa keindahan fisik selamanya akan mendatangkan musibah.
Dalam segala keindahan terdapat nafsu duniawi, mereka yang buta akan pemahaman surgawi akan terus terjerumus dalam lembah kenistaan, sumber dari segala bentuk keserakahan yang akan berakhir kehancuran.
Xiao Wu Jie di antar langsung menemui tetua yang bertugas di bagian pendaftaran. Setelah melewati beberapa proses akhirnya pendaftaran selesai. Semua calon murid di kumpulkan.
Tampak seorang tetua berdiri di depan mereka "Salam, saya adalah Liu Changhai, sebut saja tetua Liu".
Setelah memperkenalkan diri, Liu Changhai menjelaskan tentang berbagai gedung yang ada di akademi, tentang asrama tempat tinggal para murid dan tahapan latihan yang akan mereka jalani.
Dalam tahapan latihan, Liu Changhai menjelaskan dalam 3 bulan akan ada 3 tahapan tes yang menentukan bakat para murid. Tahap pertama penggunaan senjata, tahap kedua pemahaman tentang pengobatan dan tahap ketiga kemampuan menyerap energi Qi.
__ADS_1