
"Haha tenang saja, kesalah pahaman ini bukanlah masalah besar saudaraku" sambil menepuk pundak Zhang Qi, ia memberikan senyuman yang menghangatkan.
Maka pertemanan terjadi mulai saat itu, mereka bertiga mulai saling mengenal satu sama lain, ternyata si gempal Zhang Qi memang sering membuat ulah.
Di tengah obrolan, diketahui bahwa Zhang Ma dan Zhang Qi adalah keponakan dari Ketua Akademi, Xiao Wu Jie merasa itulah yang membuat Zhang Qi merasa bebas melakukan hal sesukanya.
Mereka semakin larut dalam obrolan, Zhang Qi adalah orang yang asik di ajak bicara, sementara Zhang Ma lebih serius karena memang sifatnya yang dewasa dan penuh kehati-hatian.
Xiao Wu Jie mudah menyesuaikan di setiap pembicaraan, ia juga dengan senang hati menceritakan tentang Ibu dan pamannya serta kesehariannya di sekte Gunung Kembar.
"Saudara Wu, kau sungguh beruntung mempunyai Paman dan Ibu yang sering mengajakmu jalan-jalan dan bermain" kata Zhang Qi dengan polosnya.
Kemudian ia melanjutkan "Kalau dirumah kami cuma di suruh latihan, latihan dan latihan, tidak pernah ada waktu untuk jalan-jalan" tampak raut wajah Zhang Qi yang murung, memang seharusnya di usianya ia menghabiskan waktu dengan banyak bermain.
Zhang Ma tiba-tiba merangkul Zhang Qi yang terlihat sedih "Hey tapi kau selalu membuat masalah, bukankah hal itu cukup untuk mu bersenang-senang hahaha" Zhang Ma berusaha keras mencoba membuat suasana kembali menyenangkan dengan menggoda Zhang Qi.
Xiao Wu Jie melihat suasana itu dengan padangan takjub, ia merasakan kehangatan dari persaudaraan mereka, ia berandai kalau saja ia mempunyai saudara kandung, pasti hari-harinya akan lebih menyenangkan.
Sekarang Xiao Wu Jie pun mengerti kenapa Zhang Qi sering membuat masalah, hal yang biasa dilakukan anak-anak seusianya untuk mendapatkan perhatian orang disekitarnya.
"Matahari sudah tinggi, pasti perayaan sedang berlangsung sekarang. Apakah saudara Wu tau hari ini seorang pendekar besar akan kembali dari misi demi perayaan ini?" Zhang Ma mendengarnya dari pembicaraan ayah dan pamannya si ketua akademi.
"Oh benarkah? sepertinya aku tidak tau apapun tentang itu" jawab Xiao Wu Jie gamblang.
Zhang Ma dan Zhang Qi pernah mendengar cerita bahwa ada seorang pendekar besar di Kerajaan Bulan Besar yang tersohor dengan ilmu silatnya yang tinggi.
Menurut cerita itu pendekar besar itu adalah mantan murid akademi ini dan merupakan jenius nomor 1 yang muncul setiap 100 tahun sekali.
Yang membuat namanya semakin tersohor adalah ia pernah menyelesaikan misi kerajaan yang mustahil di lakukan oleh pendekar lain di kerajaan. Hanya mendengar ceritanya saja mereka sudah penuh dengan kekaguman.
"Wah nampaknya aku ketinggalan banyak cerita ya hehe" Xiao Wu Jie merasa dirinya belum banyak pengetahuan soal kerajaan Bulan Besar, ia bahkan belum mendengar satupun cerita tentang pendekar besar itu.
"Haha kami pun belum pernah bertemu dengannya, hanya karena paman kami ketua akademi bukan berarti kami pernah bertemu semua orang besar di kerajaan Bulan Besar" kata Zhang Qi.
__ADS_1
Xiao Wu Jie seperti tampak memikirkan sesuatu tapi ia tidak mengatakan apapun, ia sebenarnya penasaran kenapa paman dan ibunya belum pernah bercerita tentang pendekar besar itu.
"Mungkin kita akan mendapatkan kesempatan itu nanti, sebaiknya kita bersiap karena sebentar lagi kita akan segera di kumpulkan" Pembahasan usai setelah Zhang Ma mengingatkan, mereka pun bersiap.
Semua calon murid di kumpulkan di sebuah aula, ruangan aula itu sangat besar, lantainya terbuat dari kayu yang terlihat masih baru, selain itu setiap sudut ruangan terjajar berbagai senjata.
Mereka di bariskan atas 2 kelompok putra dan putri, ada 2 tetua yang terlihat di ruangan itu, yang satu terlihat gemuk dan bermuka bulat, namun bermata tajam dan penuh wibawa, sementara yang satunya sedikit kurus serta agak pendek.
Biasanya di hari pertama ini Ketua Akademi sendiri yang akan datang ke aula berjumpa dengan para calon murid, namun karena suatu urusan ia meminta untuk di wakilkan.
2 tetua itu tampak serius, mereka terlihat mendiskusikan sesuatu sebelum tetua yang gemuk dan bermuka bulat berdiri di hadapan para calon murid.
"Perkenalkan saya Bao Zhu, sebut saja Wakil Ketua Bao. Hari ini Ketua Akademi tidak dapat hadir, maka sebagai Wakil Ketua hari ini saya yang mewakilinya" setelah memperkenalkan diri, Wakil Ketua Bao menjelaskan tentang semua peraturan yang harus di patuhi oleh calon murid.
Namun anehnya ia seringkali mengarahkan pandangannya pada barisan calon murid putri dengan tatapan yang tidak biasa dan ia berbicara sambil tersenyum.
Sementara jika mengarahkan pandangannya pada calon murid putra, perubahan nya drastis, lebih serius dan tajam.
Hampir tidak ada calon murid menyadari keanehan itu, mereka hanya fokus mendengarkan penjelasan Wakil Ketua Bao, tapi tidak dengan Xiao Wu Jie, ia yang cerdas melihat dengan jelas keanehan itu.
Setelah menjelaskan semua peraturan sampai selesai kemudian ia melanjutkan. Hari ini para calon murid diminta untuk memilih senjata yang ada di sudut ruangan.
Tipe senjata yang cocok akan menentukan metode latihan yang akan mereka jalani, dan setiap senjata akan memilih guru yang akan mengajarkan mereka dasar ilmu silat menggunakan senjata yang terpilih.
"Senjata yang terpilih akan menjadi identitas kalian di masa depan, jadi ingatlah kalian bisa memilih senjata yang cocok dengan kalian" tetua Bao memberikan instruksinya.
Setelah itu semua calon murid tampak sibuk memilih senjata, ada yang sudah menemukan, ada yang terlihat berfikir, ada yang terlihat sangat kebingungan bahkan ada yang menyerah karena merasa tidak ada yang cocok.
Kemudian semua dikejutkan dengan pemandangan yang tidak biasa, bahkan para tetua pun kebingungan karenanya.
Xiao Wu Jie telah selesai memilih senjatanya, namun seperti seorang penjual senjata, dengan santainya ia terlihat membawa semua senjata dengan berbeda-beda tipe.
"Apakah kau sedang bercanda nak?!" Wakil Ketua Bao melongo, tampak kebingungan dengan yang dilakukan Xiao Wu Jie, begitupun tetua satunya yang di ketahui bernama Yang San.
__ADS_1
"Aku tidak sedang bercanda Wakil Ketua, aku pernah berlatih dengan semua tipe senjata ini, aku merasa semuanya cocok denganku" Xiao Wu Jie tampak sungguh-sungguh namun tebersit sedikit senyum.
Tetua Bao menepuk keningnya "Aihhh... tapi aku hanya meminta kalian memilih satu senjata saja"
Mengikuti yang di lakukan tetua Bao, ia juga menepuk kening "Aihhh... tapi tadi aku hanya mendengar Wakil Ketua bilang kami bisa memilih senjata yang cocok itu saja, apakah aku yang salah menyimak atau Wakil Ketua yang salah menjelaskan?" Xiao Wu Jie memberikan senyum terbaiknya.
'Wahh rupanya ia ingin main-main denganku, aku tidak boleh kalah argumen dengan bocah sialan ini atau wibawaku di depan para calon murid akan hilang' Wakil Ketua Bao berfikir sejenak.
"Ahh begini, mungkin tadi kau salah menyimak apa yang Wakil Ketua Bao ini katakan, lihatlah semua teman mu hanya memilih satu senjata saja, mereka pasti mendengarkan dengan baik"
Semua calon murid masing-masing memang hanya memilih satu senjata, Senyum tersungging di bibir Wakil Ketua Bao, itu adalah sebuah senyum kemenangan.
'Huhh ternyata Wakil Ketua Bou ini sangat cerdas, pantas saja posisinya di akademi ini sangat penting, sebaiknya lain kali aku harus lebih berhati-hati' Gumam Xiao Wu Jie dalam hati.
**Coretan Penulis :
Kata orang membaca itu haruslah diresapi dan dijiwai barulah bisa menikmati bacaan.
Jadi cobalah resapi dan jiwai dalam membaca karya ku ini, nikmati setiap kata per kata dan kalimat yang ada.
Jika tidak berhasil, coba lagi...
Tidak berhasil lagi, coba lagi...
Tidak berhasil lagi, coba lagi...
Tidak berhasil lagi, coba lagi...
Tidak berhasil lagi, coba lagi...
Tidak berhasil lagi, coba lagi...
Ingatkah kalian dengan minuman cup yang memakai kata "COBA LAGI" ???
__ADS_1
Kirimkan jawaban mu di kolom komentar, jika benar, akan ada crazy update di akhir Desember 🌹
Jangan lupa like dari awal chapter dan share supaya banyak yang membaca karya saya. Terimakasih**...