
"Hey lo berdua" Jonathan berjalan ke titik dimana Vera dan Alam berada.
"Lo harusnya mikir dong!.Lo ini sampah! pede banget Lo mau jadiin Vera sebagai pacar.?,gak tau diri banget lo" kata Jonathan ngegas lalu mendorong pundak Alam sampai membuat Alam terjerembab ke belakang.
"Diam lo kepar*t! umpat Alam sambil mencoba melayangkan sebuah pukulan kepada Jonathan akan tetapi dengan sigap Vera menghalanginya.
"Cukup Alam! cukup" Teriak Vera histeris.
Sementara itu Erwin juga ikut melerai,dan menahan emosi Alam yang menggebu-gebu Agar tak sampai menghajar Jonathan, Karena kalau itu sampai terjadi maka Jonathan pasti akan menuntut Alam, dan ujung-ujungnya Alam pasti akan mendekam di balik jeruji besi.
"Tahan Wan!,Tahan!" Erwin. mencoba menenangkan.
"Tapi Ver,gimana dengan hubungan kita?" Tanya Alam yang masih berharap.
"kita putus, nggak ada hubungan apa-apa lagi" ungkap Vera kesal.
"Tapi ver,.....
__ADS_1
"Tapi apa.?Tahu diri dikit lah! kamu itu cuma sanggup biayain jajan sehari-hari aku,Sementara Jo mampu memenuhi semua kebutuhan aku!, jo bisa belikan aku skincare mahal,tas-tas brandit yang mungkin umur hidup jika tetap bersama kamu,aku tidak akan pernah memilikinya"
Hati Alam benar-benar hancur, pengorbanannya selama ini tidak pernah di hargai sedikitpun oleh Vera, Padahal Alam selalu berusaha memenuhi kebutuhan Vera,sampai Alam mengkesampingkan urusan perutnya.
"Tapi inget ver, Sebelum kenal si Alam, lo itu buluk, dekil!, lo cuma menang di body doang,kulit mulus lo cuma suntikan,itupun hasil morotin si Alam,! suatu hari lo pasti mendapat karma yang akan membuatmu menyesal atas perbuatanmu ini!" Rutuki Erwin dengan kesal.
"Heh,berisik lo, ayo sayang jangan buang-buang waktu kita buat ngurusin mereka" kata vera lalu ia masuk ke dalam mobil Jonathan.
"Dengar itu,Dasar sampah!" hina Jonathan sebelum ia beranjak menuju mobilnya.
"Gue akan balas perbuatan mereka" kata Alam menggelegar.
Erwin yang mendengar mencoba menenangkan Alam.
"udahlah Lam,terima saja! terima kenyataan kalo kita ini cuma anak jalanan yang selalu di pandang sebelah mata,ngapa-ngapain juga tetep salah, gak ada gunanya juga membela diri"
Alam berkaca diri,memang benar yang di katakan Erwin
__ADS_1
"Ayo ,cabut Lam,sebelum kita di usir satpam cafe!" ajak Erwin lalu merangkul Alam dan menggiring Alam menjauhi area cafe
Saat malam semakin larut,dan perut sudah terisi, kedua anak jalanan itu lanjut menyusuri jalanan mencari tempat untuk melepas lelah, teras ruko yang kosong itu sudah cukup untuk mereka.
"udahlah Lam,lupain cewek kaya si vera itu, Besok kita cari duit yang banyak, lalu kita habiskan untuk kesenangan kita! kata Erwin sambil menggelar kardus untuk di jadikan alas tidur.
Alam masih gusar dengan kejadian beberapa saat lalu,pengkhianatan vera masih membuat dadanya sesak,
"Tenang aja Lam,dunia pasti berputar kok, sekarang kita tidur di emepan ruko sambil melihat bintang,siapa tau besok-besok kita tidur di hotel berbintang" oceh Erwin
"Mimpi" cibir Alam dan ia juga membaringkan tubuhnya di sebelah erwin.
Sebenarnya Alam memiliki seorang ibu, Tapi dengan dalih tidak mau merepotkan ibunya lagi.Alan pergi dari rumahnya dan hidup menggelandang.
waktu istirahat cepat berlalu,kendaraan-kendaraan sudah mulai berlalu lalang sejak subuh tadi.
"Hey minggir,gak bisa baca apa.? Nggak boleh tidur disini" omel seorang wanita bertubuh gempal membangunkan Alam, dia adalah pemilik ruko yang digunakan Alam dan Erwin saat ini.
__ADS_1