
Chelsea duduk dengan menyilangkan tangannya di depan dada. Dia menatap bergantian pada Peter dan juga Tom yang duduk di hadapannya. Dia tidak habis pikir, mengapa bisa bertemu dengan kedua lelaki aneh ini lagi.
" Mereka ingin berkenalan denganmu, Chelsea." ucap Ed menjelaskan maksud kedua temannya.
" Kalian ingin berkenalan denganku?" Chelsea memicingkan mata menatap Peter dan Tom.
" Seperti yang kau dengar." Ucap Tom tersenyum ramah.
" Tapi aku tidak suka berkenalan dengan orang aneh seperti kalian"
" Kami tidak aneh, kau terlalu berlebihan." sergah Peter sambil tersenyum malu.
" Ed, kau tahu. Dua orang ini bertingkah aneh saat bertemu denganku di Sukawati." Chelsea menatap Ed.
" Apa yang mereka lakukan?" Ed jadi penasaran. Dia melihat bergantian pada ketiga orang di hadapannya.
" Dia!" Chelsea menunjuk Peter.
" Mengedip-ngedipkan mata melihatku seperti orang cacingan."
" Dan dia." Jarinya mengarah pada Tom
" Eeeuuuhhh, aku tak sanggup mengatakannya. Ingin muntah rasanya jika ingat apa yang dilakukannya kemarin" Chelsea mencebik jijik pada Peter dan Tom.
" Hey!" seru Tom dan Peter bersamaan, tidak terima dengan respon Chelsea.
" Kau terlalu berlebihan, cantik." Peter menyeringai menggoda.
" Kau lihat itu Ed." Chelsea menunjuk wajah menyeringai Peter.
" Temanmu menjijikan." Chelsea bergidik
Ed menggelengkan kepala melihat tingkah konyol temannya dihadapan Chelsea, dia paham betul bagaimama sifat keduanya jika menemukan sesuatu yang menarik bagi mereka, sialnya sesuatu itu adalah pasangan lesbi ini.
" Oh ayolah Chelsea, kami hanya ingin kenal dan berteman denganmu." Peter menatap dengan tatapan mengiba.
Chelsea tampak masih tak tertarik. Dia diam memperhatikan dua lelaki itu.
" Mereka hanya sementara disini, Chelsea. Dan mereka hanya ingin berteman denganmu selama disini." Ed memberi penjelasan, ketika Tom menendang kakinya di bawah meja. Meminta Ed membantu.
" Hmmm.." Chelsea menghela nafas panjang.
" Baiklah, aku tidak tahu apakah berteman dengan kalian keputusan yang baik atau buruk. Tapi ya sudahlah." ucap Chelsea menatap kedua lelaki yang mulai tersenyum senang itu.
__ADS_1
" Ya sudah apa? Ayo katakan.." tanya Peter ingin mendengar penjelasannya. Matanya berbinar senang menatap Chelsea.
" Oke. Kita berteman." ucap Chelsea sambil mengulurkan tangan didepan keduanya.
***
" Oh jadi kau memiliki studio tato juga?!" Tom bertanya.
Setelah berhasil berkenalan dengan Chelsea dan mulai berteman dengannya mereka mulai mencari tahu semua tentang Chelsea dan Abigail.
" Ya. Studio kecil di Seminyak, tepatnya La Plancha"
" Studio kecil dengan peminat yang besar" puji Ed, dia sudah tahu kiprah Chelsea di dunia seni. Selain pandai bernyanyi dan memainkan alat musik, Chelsea memang terkenal sebagai seniman tato. Bahkan banyak artis luar Indonesia maupun artis Indonesia sendiri yang sering meminta dia untuk membuatkan tato.
Peter dan Tom menyimak, diam-diam mereka kagum dengan talenta yang Chelsea miliki. Pantas jika banyak lelaki kecewa jika melihatnya sedang bermesraan dengan Abigail.
" Kalau begitu, aku ingin dibuatkan tato olehmu." pinta Peter mengajukan diri.
" Aku juga." sambung Tom
" Gampang" jawab Chelsea menjentikkan jarinya di hadapan kedua lelaki itu.
Tak berapa lama Abigail terlihat di depan pintu.
" Hay.." sapa Chelsea begitu Abigail sudah berada di mejanya.
" Hay sayang" Abigail mengecup lembut pipi Chelsea kemudian menatap kedua orang lelaki yang ada di hadapannya.
" Hay Ed." sapanya ketika menyadari kehadiran Ed. Ed tersenyum ramah, dia menggeser satu kursi lagi untuk Abigail.
" Siapa mereka Ed?" tanya Abigail sambil mengeluarkan rokoknya dari balik jaket kulit yang ia kenakan, lalu menyalakannya.
" Mereka teman-temanku dari Amerika, sedang berlibur disini." Ed menjelaskan.
" Aku Tom" Tom memperkenalkan diri lebih dulu, Abigail yang sedang mengapit rokok dengan bibirnya, menjulurkan tangannya menerima jabat tangan Tom sambil mengangguk.
Setelah tangannya terlepas, dia segera mengampit rokok di jarinya.
" Abigail" ucapnya kemudian.
" Peter" kali ini Peter memperkenalkan diri
" Abigail" balas Abigail lagi.
__ADS_1
" Jadi bagaimana, kapan kami bisa memintamu membuatkan tato" Tom kembali menanyakan topik sebelumnya.
" Terserah kalian, kalian bisa datang kapan saja ke studioku." ucap Chelsea mengangkat sedikit bahunya.
" Ingin membuat tato?" tanya Abigail yang mulai mengerti arah pembicaraan mereka.
" Yah, aku dengar dia seniman tato hebat" puji Peter.
" Oh tentu, dia ahlinya." Abigail merangkul mesra Chelsea. Yang mana membuat kedua lelaki itu menatap mereka dengan rasa iri.
Mendapat tatapan dari Peter dan Tom, membuat Abigail dan Chelsea melihat sekilas pada Ed. Ed paham apa arti dari pandangan mereka.
" Tenang saja, mereka berdua sudah tahu hubungan kalian" ucapnya santai pada Chelsea juga Abigail. Mereka berdua mengangguk mengerti.
Di antara semua meja yang ada, meja merekalah yang paling berisik. Peter dan Tom saling melempar candaan, membuat tawa Chelsea, Abigail, dan Ed terdengar membahana dalam kafe itu. Beberapa pengunjung yang ada, bahkan sesekali melirik ke arah mereka. Tampak ingin tahu ada apa disana.
" Oke oke kalau begitu, aku rasa cukup perbincangan kita." Abigail menyeka sudut matanya yang berair karna tertawa, dia berdiri setelah dia mematikan rokoknya yang kesekian.
" Kami harus pergi, bagaimanapun juga senang berkenalan dengan kalian." pamit Abigail tersenyum ramah sembari menggandeng tangan Chelsea yang sudah berdiri pula disampingnya, untuk pergi dari kafe itu.
" Baiklah, sampai bertemu di La Plancha" ujar Peter.
"Oke, aku tunggu kalian disana." sahut Chelsea sebelum melangkahkan kaki mengikuti Abigail.
Seiring dengan langkah kaki Chelsea dan Abigail yang semakin menjauh, ketiga orang itu masih memperhatikan mereka.
" Entah mengapa, aku sedikit insecure jika dekat dengan Abigail." ucap Tom
" Dia terlihat sangat maskulin, bukan?! Aku yakin, banyak wanita yang terkecoh ketika melihatnya." sambungnya.
Ed dan Peter mengangguk setuju.
" Aku ingin melihat, bagaimana jika mereka sedang bercumbu."ujar Peter.
" Masih ingin mencoba mendekati mereka?" tanya Ed menyeringai jahil.
" Tentu." ucap Peter dan Tom bersamaan.
Mereka berdua mulai sibuk menyusun rencana. Mereka bertekad ingin membuat pasangan lesbi itu mengakui kehadiran mereka sebagai lelaki muda, tampan dan juga kaya.
***
**Jangan lupa like, koment dan vote ya sayang 😍😍😍
__ADS_1
Pembaca yang baik, meninggalkan jejak 😉**