
Keesokkan harinya di La Plancha.
Matahari saat itu bersinar terang, pantai La Plancha penuh sesak oleh turis mancanegara yang datang untuk menikmati keindahan alamnya. Mereka tampak berjemur dibawah sinar matahari yang menyilaukan.
Kulit kemerahan, kaki penuh pasir, wajah-wajah berkeringat hilir mudik berjalan disekitar area wisata itu.
Kedua lelaki tampan dengan kacamata hitam itu ada disana, mereka sedang mencari studio tato milik Chelsea. Mereka terus berjalan, menyusuri jalanan pantai, melewati beberapa kedai makanan, hingga tiba disatu tempat yang mereka yakini sebagai studio Chelsea.
"Chelsea's Tatoo." ucap Peter yang melihat papan nama studio dihadapannya. Dia membuka kacamatanya, matanya melihat sekeliling studio yang masih tutup.
" Ah sial! Dia belum datang." umpat Tom sembari membuka kacamatanya juga.
Peter masih memandang sekeliling pantai, matanya melihat beberapa gadis bule sedang telentang indah diatas kursi pantai berpayung besar.
" Witwiw.." Peter tak tahan ingin bersiul melihat payudara menantang dihadapannya.
Gadis bule itu melihat padanya, dia tersipu malu.
" Lihat Tom, dia tersipu" ucap Peter pada Tom yang tampak tak peduli.
" Ck, 'destinasi wisata' kita warga lokal Pet. Aku tidak tertarik dengan turis." ucapnya santai.
" Yah kau benar." Peter mengalihkan pandangannya dari gadis bule itu, dan menghampiri Tom yang sudah duduk manis di kursi teras studio.
***
"Kalian sudah lama menunggu?" pertanyaan Chelsea membuat kedua lelaki itu menengok padanya yang baru saja sampai.
" Seperti yang kau lihat." ucap Tom.
" Apa memang sesiang ini kau membuka studiomu?" tanya Peter sinis, dia terlalu kesal menunggu.
" Memang aku selalu buka siang menjelang sore, ada masalah?" tanya Chelsea sedikit sebal mendapat ucapan sinis Peter.
" Lagipula pelangganku sudah hafal jam operasi studioku." ucap Chelsea sembari membuka studionya.
" Baiklah, kau pemiliknya." Peter memutar bola mata malas.
" Abigail tidak ikut kemari?" tanya Tom begitu mereka mulai masuk studio tato Chelsea.
Chelsea melepaskan tasnya dan mempersilahkan Peter dan Tom duduk di ruang tunggu.
" Dia sedang ada pemotretan, nanti sore baru kemari." Chelsea menjelaskan sambil mempersiapkan peralatan.
Saat Chelsea sibuk di ruang tato, ada pengunjung lain yang datang. Tiga gadis bule dengan kacamata hitam bertengger di hidung ketiganya.
Tom yang melihat lebih dulu. Dia berjalan dengan percaya diri, menghampiri ketiga gadis yang sibuk melihat foto-foto tato yang terpajang di sisi kiri ruangan.
" Hai, girls." Tom berucap ramah.
Ketiga gadis itu membuka kacamatanya, memandang heran pada Tom.
" Kalian ingin membuat tato?" tanyanya. Sementara Peter memperhatikan.
__ADS_1
" Ya, itu sudah jelas bukan?!" ucap salah satu gadis.
" Aku Tom." Tom mencoba memperkenalkan dirinya dengan percaya diri sambil mengulurkan tangannya.
Ketiga gadis itu saling berpandangan, kemudian salah satu dari mereka berucap.
" Maaf, kami tidak berkenalan dengan orang asing." ucapnya, seraya meninggalkan Tom dengan tangan yang masih terulur.
Peter terkekeh, dia menghampiri Tom dan menyambut uluran tangannya.
" Ingat Tom, 'destinasi wisata' kita warga lokal." ledek Peter.
" Ishh, sialan!" umpat Tom menepis tangan Peter dari tangannya.
***
" Hey boys! Come here." seru Chelsea dari dalam ruang tato.
Peter dan Tom berjalan menghampirinya.
" Kalian ingin melihat design tato dulu atau bagaimana? " tanya Chelsea.
" Biarkan kami melihat dulu." ucap Peter.
Mereka membuka album tato, disana banyak sekali model tato beserta lokasi tato di tubuh model. Mata mereka berbinar cerah. Bukan karna melihat design tato, melainkan karna melihat para model tato yang semuanya adalah wanita cantik dan sexy.
" Kau lihat itu, wah aku ingin sekali memegang dadanya." ucap Tom ketika melihat tato indah yang terlukis dia atas dada seorang model.
" Tom, lihat bokongnya." Peter menunjuk model yang memiliki tato di bagian pinggul bawahnya.
" Aaaahh, aku jadi ingin meladang Pet." ucap Tom.
" Aku ingin yang berdada besar ini, waaah dia sangat sexy." timpalnya.
Chelsea yang berada di ruangan yang sama dengan mereka, mengernyitkan dahi mendengar obrolan dua bule gila di studionya.
" Hey! Apa yang kalian lihat!!" bentaknya sambil merebut album tato.
" Chelsea! Astaga kau!" Peter terbata
" Apa, huh?! " ucap Chelsea menantang.
" Dasar mata keranjang!" ledeknya sambil menatap mencemooh pada kedua lelaki tersebut.
" Oh Ya Tuhan, kami bukan mata keranjang Chelsea. Kami hanya terlalu memuja ciptaan Tuhan." Tom berusaha membela diri.
" Kemarikan albumnya, aku belum lihat semua." Peter mencoba menarik kembali album itu.
" Tidak! Kalian hanya akan menjadikan modelku sebagai objek imajinasi kalian." ucapnya kesal.
" Chelsea!" Teriak Peter ketika Chelsea menyembunyikan album itu dibalik punggungnya.
" Kalian tak perlu lihat design tatoku, aku tahu design apa yang cocok untuk kalian." ucap Chelsea tersenyum lebar menatap kedua lelaki yang sedang menahan kesal padanya.
__ADS_1
Mereka memutar bola matanya malas.
" Tapi kami masih ingin melihat model sexy itu" ucap Tom mengiba
Sontak Peter memukul kepala Tom. Tom meringis sambil mengusap-ngusap belakang kepalanya yang dipukul Peter.
" Bodoh!! Maksud kami model tato itu Chelsea." Peter mengoreksi ucapan Tom.
Chelsea semakin memicingkan matanya, menatap mencemooh kedua lelaki gila dihadapannya.
" Dasar mesum." ucap Chelsea seraya berjalan menuju tempat mentato. Dia duduk di kursi kerjanya, disampingnya sudah berjejer peralatan tato dan kursi yang sedikit lebih panjang, seperti kursi diruang periksa dokter, untuk pelanggannya.
" Mau ditato tidak?!" tanyanya pada dua lelaki yang masih berdiri di sudut ruang.
" Cih, mana ada pembuat tato galak sepertimu." ucap Peter mencebik. Mereka beranjak menghampiri Chelsea.
***
Peter duduk terlebih dulu, dia membuka bajunya, hingga bertelanjang dada.
" Disini" Peter menunjuk area atas dadanya, dia ingin dibuatkan tato tulisan aksara Indonesia yang berbentuk melengkung di area bawah tulang selangka.
" Oke." Chelsea tersenyum mikirkan sebuah ide.
" Aku akan membuat tulisan Indonesia yang sangat menggambarkan dirimu." ucapnya misterius.
Chelsea mulai mendesign tato, dia memikirkan beberapa kata yang akan dia lukiskan di tubuh Peter. Raut wajahnya tampak berbinar senang, ketika design tulisan itu telah rampung, siap untuk ditempelkan pada permukaan tubuh Peter.
Tom yang melihat design itu terkagum-kagum, matanya tampak terbelalak penuh rasa tertarik.
Tulisan aksara Indonesia yang dikelilingi rangkaian bunga mawar kecil yang merekah. Bentuknya yang meliuk-liuk tidak menghalangi kejelasan huruf yang terangkai disana.
" Chelsea, aku juga ingin seperti itu." ucap Tom ketika melihat gambar yang akan Chelsea tempelkan tubuh Peter.
" Tenang saja, aku akan membuatkannya juga untukmu." Chelsea tersenyum sambil menahan keinginannya untuk tertawa.
Saat Chelsea mulai melukis gambar itu, Peter yang memang terlahir menjadi manusia yang usil, mencoba menggodanya.
" Chelsea, apa kau tidak berdebar melihat dadaku yang bidang" Peter menatap Chelsea dan menaik turunkan sebelah matanya. Chelsea tak bergeming, dia diam tak ingin menanggapi ucapan Peter.
" Kau tahu, dadaku ini sangat digilai para wanita. Apa kau tidak tergoda melihatnya?" tanyanya mengerlingkan mata menatap Chelsea.
"Tidak! Dadamu penuh bulu." balas Chelsea asal.
"Heeeyy, justru itu daya tarik dadaku. Wanita lain selalu berbinar senang melihat bulu bulu ini." ucap Peter sambil mengelus bulu dadanya.
"Diamlah, kau banyak bergerak Pet. Bisa-bisa tatomu jadi berantakkan." Chelsea melotot menatap Peter yang tak bisa diam.
"Oke baiklah, aku akan diam."
Chelsea tampak serius membuat tatto aksara Indonesia di dada atas Peter, sesekali dia tersenyum simpul membayangkan apa yang akan terjadi ketika orang lain melihat tato buatannya.
"Rasakan lelaki mesum!" Chelsea membatin
__ADS_1
***
Jangan lupa Like, Koment dan vote nya ya 😘😘😘