Punk In Love

Punk In Love
Bertemu Tuan Wijaya


__ADS_3

"Anda lagi.? Anda siapa hah.?apa yang anda inginkan dari saya. ha? Tanya Alam dengan nada sedikit membentak kepada Rudi.


"Tenanglah Alam,jangan takut" ucap Rudi


"jangan takut.?Dengan cara seperti ini anda bilang jangan takut.?" kata Alam kesal.


"Tenanglah Alam,saya akan membawamu ke suatu tempat, yang seharusnya menjadi tempatmu" ucap rudi yang misterius.


"Kemana.? katakan sekarang saja"


"Jalan! ,jangan hiraukan ocehannya,"kata Rudi kepada sang sopir.


"Baik pak"


Sopir itu menurut dan mulai tancap gas meninggalkan tempat itu, sementara Alam masih berusaha berontak akan tetapi kekangan kedua pria berpakaian hitam itu begitu kuat sehingga Alam tak mampu melepaskannya,sekuat tenaga ia mencoba meloloskan diri tapi itu hanya percuma.


Setelah mobil berlalu,orang-orang yang ada di dalam warung masih terlihat syok.dan beberapa ada yang mencemaskan kejadian ini.

__ADS_1


"Ada yang berani lapor.? kasihan juga anak jalanan itu, bagaimana kalau dia di culik dan di siksa.?" kata pemilik warung


"mungkin anak itu berbuat kriminal,dan yang menangkapnya tadi adalah polisi intel,bisa jadi kan.?"


"sudahlah tak perlu memikirkan nasib anak jalanan itu,kalaupun dia menghilang ataupun mati juga tidak ada yang peduli, "celetuk seseorang yang tidak memiliki rasa empati.


ucapannya memang menyakitkan akan tetapi tidak ada yang berani menegur,apa yang di ucapkan memang sebuah ironi realita kehidupan anak jalanan di kota besar.


Kembali kepada Alam...


"Kita sudah sampai"ucap Rudi setelah mobil memasuki sebuah gerbang tinggi, di balik gerbang itu ada sebuah halaman yang amat teramat luas dan rumah mewah bak istana.


Alam bertanya-tanya di dalam hatinya.


"bawa dia turun," perintah Rudi kepada kedua pria berbaju hitam itu, Alam masih dalam pengawalan dan Alam masih terpana menatap ke sekitarnya, Alam seperti sedang berada di Taman surga saja, tak pernah sekalipun ia memasuki kedalam kediaman mewah seperti ini.


"Selamat datang tuan muda Alam, Selamat datang ke Rumah"

__ADS_1


Alam masih terbengong ,Selamat datang di rumah.? di rumah siapa.? Tuan muda.?Apa yang di maksud Rudi.? di benak Alam penuh dengan pertanyaan-pertanyaan.


"Silahkan,tuan wijaya sudah menunggu di dalam, beliau sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kamu.!" lanjut Rudi.


"sebentar,Tipu daya macam apa ini? jangan coba-coba menjebak saya" tanya Alam masih Ragu,ia masih menaruh rasa curiga kepada Rudi.


"Saya tahu kalau kamu bingung dan banyak pertanyaan tentang ini semua, untuk tahu jawaban kongkritnya,silahkan masuk kedalam,Tuan wijaya akan menjawab semua pertanyaanmu." tukas Rudi sembari membukakan pintu.


Alam ingin enyah, tapi jujur saja ia pun merasa penasaran.sebenarnya apa yang terjadi? siapa dirinya.? siapa tuan wijaya.? tapi bagaimana kalau itu memang hanya tipu daya.? bagaimana jika ia masuk ke dalam dan tiba-tiba di hajar sampai mati lalu organnya diambil dan dijual.


"Silahkan tuan muda," Rudi mempersilahkan dengan sangat sopan.


Dan pada akhirnya Alam melangkahkan kaki menuju kedalam,


Baiklah, Nothing to Lose! jika memang kecurigaannya benar,maka ia akan mengerahkan semua kekuatannya untuk melawan.


Alan masih merasa asing,merasa di dunia yang berbeda,selama ini ia selalu di hina ,di caci dan di cemooh orang-orang. tapi hari ini semua orang tunduk dan hormat kepadanya.

__ADS_1


"Terima kasih Rudi,Tinggalkan kami berdua! tutup pintunya Rapat-Rapat" ucap lelaki tua itu. ternyata ia adalah tuan wijaya, satu nama yang di sebut-sebut oleh Rudi sejak tadi.


__ADS_2