Punk In Love

Punk In Love
Albert Wilson


__ADS_3

Daytona Beach, Florida.


Seorang lelaki paruh baya keluar dari kamar mandi sebuah hotel mewah di pinggiran pantai Daytona, Florida. Dia melangkah sambil menalikan bathrobes putihnya. Matanya tajam menatap lelaki paruh baya lainnya yang sedang berdiri menghadap jendela dengan segelas brandi ditangannya.


Dua paruh baya itu kini berada di dalam salah satu kamar hotel Hard Rock di Daytona Beach. 2500 mil jauhnya dari Los Angeles.


"Kau harus membantuku menemukan Chelsea." ucap Albert menghampiri Rick Scott, adik tirinya yang masih berdiri memandang indah kemegahan pantai Daytona.


Rick Scott memutar badannya menghadap Albert yang berjalan menghampirinya. Dia menyesap brandi di tangannya, kemudian menatap malas pada kakak tirinya itu.


"Kau gila Albert!" Rick menatapnya sinis.


"Kau melibatkanku dalam masalahmu." ucap Rick jengkel pada lelaki yang selisih beberapa tahun dengannya.


Setelah berhari-hari bersembunyi dari pengejaran polisi di Los Angeles. Albert menghubungi adik tiri satu-satunya itu di Florida. Dia memaksa adiknya itu untuk memberikan tempat persembunyian bagi dirinya.


Albert dan Rick adalah saudara tiri. Mereka satu bapak namun berbeda ibu. Ibu Albert dulu meninggal karena komplikasi, saat Albert baru berusia 7 tahun. Tak berselang lama dari kematian ibunya, ayah Albert yang merupakan pengusaha sukses di Florida menikah kembali dengan ibu Rick.


Albert kecil hidup bersama ayah dan keluarga barunya di rumah yang sama ketika ibunya masih ada. Di awal pernikahan ayahnya, Albert tampak tak masalah dengan kehadiran ibu baru. Namun seiring berjalannya waktu Albert merasa ayahnya memperlakukannya dengan berbeda, dia lebih banyak menghabiskan waktunya dengan istri mudanya ketimbang dengan Albert, padahal saat itu Albert lah yang paling membutuhkan kasih sayang karna ia telah kehilangan ibunya.


Perlakuan berbeda itu terus Albert rasakan, terlebih ketika Rick lahir. Ayah Albert sering bersikap tidak adil dalam memberi kasih sayang, sehingga hal itu membuat Albert merasa tersisihkan.


Waktu terus berjalan, Albert kecil mulai menjadi Albert remaja dan dewasa. Namun perilaku ayahnya masih saja sama. Dia terlihat lebih menyayangi Rick dari pada Albert. Meskipun ayahnya sering berdalih bahwa itu semua hanya perasaan subjektif diri Albert, namun Albert yang sudah terlanjur memendam iri hati pada Rick memutuskan untuk memberontak atas sikap ayahnya. Albert mulai berulah. Dia sering menjadi sangat nakal dan tidak terkendali untuk beberapa hal yang remeh. Dia juga sering menjadikan Rick sebagai kambing hitamnya.


Kenakalan Albert semakin menjadi ketika dia mendengar bahwa ayahnya berencana untuk mengirim dia ke sekolah khusus anak lelaki. Dia menganggap ayahnya sengaja mengirimnya kesana karna merasa terganggu oleh kehadirannya.

__ADS_1


Malam sebelum ia dikirim ke sekolah itu, Albert melarikan diri dari rumahnya. Dia pergi jauh melintasi beberapa negara bagian Amerika serikat untuk menghindari ayahnya.


Hingga sampailah ia di California. Di California, Albert bekerja serabutan. Dia mulai ikut bekerja di klub-klub malam, bergabung dengan para bandit pengedar narkoba hingga menjadi pemasok wanita penghibur.


"Bertahun-tahun Albert. Kau menghilang dan tiba-tiba kau datang membawa masalahmu padaku." Rick memandang Albert jengah.


"Bukankah itu bagus?! Kepergianku menjadi keberuntungan untukmu." Albert menyeringai menatap adik tirinya itu. Dia menyusuri seluruh penampilan Rick dari ujung kaki sampai ujung rambut. Jelas Rick telah lama hidup enak. Jas lapis tiga yang terlihat mahal, sepatu hitam mengkilap ditambah jam tangan mewah edisi terbatas membuat Albert yakin bahwa perusahaan ayahnya memang hanya diwariskan kepadanya.


"Sejak kau pergi dari rumah hingga kini kau datang dengan penampilanmu yang seperti gelandangan, kenapa masih saja salah paham kepadaku?" Rick tak bisa menahan emosi melihat kaka tirinya terus saja berprasangka buruk.


"Cih. Salah paham kau bilang?! Kau tidak pernah merasakan apa yang dulu aku rasakan." Albert berdecih. Pandangannya mencemooh Rick yang beranjak dari posisinya.


"Aku tidak akan mengganggumu, Rick. Aku tidak akan mengambil bagian dari warisan ayahku itu. Aku hanya minta kau temukan wanita j*lang itu untukku."


Rick menggelengkan kepala tak percaya dengan apa yang ia dengar. Tiga tahun mendekam dalam penjara, tampaknya tak berarti apapun untuk seorang Albert Wilson.


"Untuk apa kau mencari gadis itu? Apa kau sama sekali tidak merasa kasihan padanya? Gadis itu menderita karnamu Albert." Rick mulai naik pitam.


"Itu bukan urusanmu. Temukan dia atau kau ingin aku melaporkan semua 'bisnis'mu itu?" Albert menyeringai menatap licik pada Rick.


Sejak ayahnya meninggal. Kedua kakak beradik ini secara diam-diam saling membuntuti satu sama lain. Bukan hal yang sulit bagi keduanya untuk mengetahui kebusukan masing-masing. Rick tahu, Albert menjalankan bisnis gelap dengan narkoba dan perdagangan wanita. Sedangkan Albert juga tak kalah licik dengan adiknya, dia tahu dengan pasti bahwa adik kesayangan ayahnya ini sama bejatnya dengan dirinya. Disamping menjalankan perusahaan ayahnya, Rick juga membentuk sebuah kelompok bisnis gelap yang berkaitan dengan pencucian uang. Ditambah informasi terbaru yang Albert dapatkan, ternyata Rick memiliki affair dengan istri dari Senator Marco Rubio. Bahkan anak yang digadang-gadang akan menjadi penerus Marco ternyata adalah anak kandung dari Rick.


Rick menelan ludahnya kasar, dia merasa terpojok dengan tuntutan Albert. Dia sadar saat ini Albert sedang memegang banyak sekali rahasianya.


"Kau tidak akan bisa mengancamku Albert. Apa kau lupa saat ini kau sedang berada di tempat persembunyianku. Aku bisa saja melaporkan kau kembali ke Los Angeles." Rick tidak ingin terlihat gentar dengan ancaman Albert.

__ADS_1


Albert tertawa mendengar ucapan adiknya itu. Tawanya bahkan sampai membuat dirinya batuk-batuk. Albert menyeka sedikit air disudut matanya sambil menatap geli pada Rick yang menatapnya dengan penuh percaya diri. Ia berjalan menghampiri sofa kecil di dekat kasur king size. Kakinya menyilang dengan santai. Albert menatap lekat Rick yang berada diseberangnya. Dengan nada suara yang sedikit berat. Albert mulai mengintimidasi pertahanan Rick.


"Jika kau ingin melaporkanku, silahkan laporkan. Aku tidak takut. Aku sudah kehilangan segalanya saat ini. Tidak ada lagi yang tersisa dalam diriku selain dendam pada wanita sialan itu." ucapnya dengan tenang.


"Namun, kau harus ingat. Ketika kau berhasil melaporkanku dan membuatku mendekam kembali di penjara itu. Disini, kau pun akan hancur Rick Scott. Aku akan menyuruh kenalanku untuk menyerahkan semua bukti kejahatanmu. Bahkan akan aku pastikan, kau akan mati mengenaskan ditangan Marco Rubio. Suami dari kekasih gelapmu itu." sambung Albert dingin.


Rick menegang mendengar nama Marco Rubio disebut. Kepercayaan dirinya runtuh menerima ancaman Albert yang mulai melibatkan kekasih gelapnya. Dia tak bisa membayangkan akan berakhir bagaimana hidupnya jika Marco Rubio, senator yang terkenal kejam dalam menyiksa musuh atau rivalnya itu mengetahui bahwa istrinya telah memadu kasih dengan lelaki lain. Belum lagi bayangan anak kandungnya yang hingga kini belum terbongkar identitas aslinya sebagai anak kandung Rick Scott, apa yang akan Marco lakukan apabila semuanya terbongkar karna kelancangan Albert Wilson.


Albert menyeringai mengawasi Rick yang mulai terlihat gugup, dia melihat tangan adiknya itu terkepal erat menahan gemetar yang menjalari tubuhnya.


"Mungkin kau harus mulai mengucapkan selamat tinggal untuk semua kemewahan yang kau dapatkan selama ini." Albert memancing emosi Rick.


"Brengsek kau Albert!" Rick berjalan lebar menghampiri Albert. Dia mencengkram erat leher Albert, tinjunya sudah terkepal sejak tadi, ingin segera ia layangkan pada wajah bajing*n dihadapannya itu.


"Kau tidak punya pilihan lain Rick. Selain membantuku menemukan Chelsea." Albert menyeringai licik melihat Rick yang terbakar emosi.


Dalam benaknya, dia membayangkan ekspresi terkejut Chelsea ketika akhirnya dapat kembali berjumpa dengan dirinya. Albert bersumpah, pertemuannya kali ini dengan Chelsea akan menjadi pertemuan terindah sepanjang masa hidup wanita itu.


Dia tak sabar ingin segera mendengar kembali teriakan dan rintihan dari bibir mungil anak tirinya itu.


***


Albert Wilson


__ADS_1


Rick Scott



__ADS_2