
"Bu mita emang galak,lain kali jangan tidur di teras rukonya lagi ya, ini ada roti buat kalian" kata sang gadis lalu menyodorkan roti itu.
Alam dan Erwin sampai tersentuh karena kebaikan hati gadis tersebut.
"Wah, Terima kasih banyak ya neng, jadi enak" Erwin tanpa malu-malu menerima roti itu.
"sama-sama, ini buat abang" Kata gadis itu lalu menyodorkan roti lainnya pada Alam.
"Makasih"ucap Alam sambil menerima pemberian gadis tersebut.
"oh,jadi yang tadi itu namanya bu Mitha ya?" tanya Erwin basa-basi.
"iya,dia emang begitu,pada kami yang para pedagang gerobakan di halaman parkir rukonya saja,dia suka marah-marah nggak jelas" jawab gadis itu.
"Pantes aja, dia marahnya kayak orang kesetanan!! oh ya, nama kamu siapa?? kok baik banget sih..." tanya Erwin semakin berani.
"Ningsih,!udah dulu ya,ntar bapakku keburu lihat, dia juga bakalan marah-marah kalau aku lama-lama ngobrol sama kalian" kata gadis cantik bernama ningsih.
"oh,oke sekali lagi makasih ya ningsih,semoga kebaikanmu kembali lagi padamu." ujar Erwin yang nampaknya langsung kesemsem dengan gadis itu ada pandangan pertama.
dahhhhhhh......
Ningsih berbalik pergi,mempercepat langkahnya menjauhi Alam dan Erwin, Alam menatap dari jauh gadis itu lalu di genggam erat-erat roti pemberiannya.
"Semoga tuhan membalas kebaikanmu Ningsih," harap Alam di dalam hati.
__ADS_1
di jaman modern seperti sekarang ini sudah jarang di temui orang-orang seperti Ningsih, orang yang peduli dan merasa iba pada kaum marjinal seperti dirinya.
"baik banget tuh cewek mana cakep lagi" kata erwin takjub
"Ayo cabut,cari tempat buat berjemur."Ajak alam lalu melanjutkan langkahnya sambil menikmati roti pemberian Ningsih tadi.
"ke jembatan layang aja Lam" Ajak erwin
oke!
Begitulah sekilas kehidupan keras yang di jalani Alam dan kawannya,hanya berputar di circle yang sama dan tak tahu sampai kapan kehidupan mereka akan tetap seperti itu.
Tinnnnnnnnn...........
"ujian apa lagi ini gusti,Salah kita dimana coba.?orang lagi jalan enak-enak di recoki sama bunyi klakson..." gurutu Erwin kesal.
Di saat Alam dan erwin menghentikan langkahnya,Ada seorang pria paruh bayaberpakaian rapi keluar dari mobil itu dan menghampiri mereka.
"Akhirnya, Saya menemukan anda tuan" kata pria paruh baya itu.
Alam dan erwin saling berpandang dan keheranan,keduanya sama sekali tidak mengerti maksud dari ucapan pria paruh baya itu.
"Anda siapa.? ngomong sama kami pak.?" Tanya erwin.
"Ya, lebih tepatnya sama kamu Alam" ujar pria paruh baya itu.
__ADS_1
Alam semakin tidak mengerti, darimana pula lelaki paruh baya itu tahu namanya.
"Perkenalkan,saya Rudi ajudan Tuan Wijaya, saya sudah mencari-cari kamu selama berhari-hari dan sekarang saya menemukan kamu disini" kata lelaki paruh baya itu yang bernama rudi seorang ajudan Tuan wijaya.
Alam dan erwin masih terbengong dan sama sekali tidak mengerti.
"Mari ikut saya,Alam" Ajak Rudi kepada Alam
" Sebentar, Anda mau menculik saya ya?" tanya Alam penuh dengan rasa curiga.
"iya nih Lam, Kayanya dia mau menculik Lo, sekarang kan banyak sindikat penjualan organ manusia,bisa saja ini modus mereka, sepertinya dia bukan orang baik-baik" Bisik erwin yang juga menaruh rasa curiga pada rudi.
" Gila...... gue masih mau hidup win, ayo lari!" Ajak Alam yang malah ngacir meninggalkan rudi.
" Lhoh, Alam..... hey...... tunggu dulu Alannnn..." Rudi berteriak saat melihat Alam dan erwin berlari menjauhinya.
"Argggggg sial, kenapa anak itu malah kabur" gurutu rudi kesal..
Mereka memang terlalu parno, orang serapi dan berwibawa seperti rudi saja di anggapnya sebagai penculik,
"Udah nggak usah lari lagi, orang itu udah nggak ngejar" ucap erwin kelelahan. Pelarian mereka saat ini sampai di perempatan lampu merah.
"Lo yakin,orang itu penculik.?Terus kenapa dia tahu nama gue ya.? Tanya Alam yang tampak terengah dan kelelahan.
"Nah itu yang menjadi misteri" Ujar erwin...
__ADS_1