Punk In Love

Punk In Love
Gadis baik Hati..


__ADS_3

"Dasar orang-orang gak berguna,! sampah masyarakat.! rutuki wnita 40 tahun itu lagi.


"Maaf bu, kami cuma menumpang tidur aja, kalo tokonya udah mau buka,kami juga akan pergi kok.! ucap Alam dengan Lembut. ia tak terpancing walau di omeli habis-habisan oleh wanita itu".


"Aku harus bekerja dua kali,! aku hars bolak-balik mengepel teras ruko ini,! kalian ini cuma numpang.!! bikin kotor pula!!.


Alam mencoba tidak terpancing, dia segera menggoyangkan tubuh Erwin, "win, Ayo cabut"


-"Minggir"


perempuan itu mengangkat ember bekas cucian kain pel,seperti bersiap untuk menyiram Erwin dan Alam.


"Tunggu dulu bu, ini saya mau pergi,saya mau. membangunkan teman saya dulu.....,mohon Alam,walaupun besar di jalanan Alam masih mempunyai adab untuk bicara baik dan sabar pada orang yang lebih tua.


"Alah,kelamaan"


byurrrrr, dengan sangat tega, perempuan itu mengguyur Erwin yang seketika terbangun.dan alhas Alam yang belum sempat menghindar juga terkena siraman air kotor itu.

__ADS_1


"Sialan" Erwin Terpancing dan langsung melek seketika.


"Apa.? mau marah.? biar ku panggil orang-orang kalau kau berani macam-macam" tantang perempuam songong itu.


"udahlah,win! Ayo cabut!" ajak alan yang sudah basah kuyub.


"Sombong sekali anda,Ruko nyewa aja sombong minta ampun" kata Erwin kesal


"Enak aja ngatain ruko ini ruko sewaan, dari ujung pertigaan sana sampai sini, ini semua adalah milikku.! Emangny kalian.? Tempat tinggal aja nggak punya,bahkan harga diri pun nggak punya! , Ha ha ha menyedihkan sekali kehidupan kalian ini" hina pemilik ruko itu lagi.


beberapa orang berdatangan menghampiri keributan itu,beberapa ada yang ikut memarahi Alam dan erwin. ada juga yang menertawakan tapi tak sedikit pula yang merasa iba.


"ini lho pak, 2 gelandang ini malah enak-enak tiduran di teras ruko saya! bisa bikin sial usaha saya! jawab perempuan arogan itu.


"Dasar pemuda nggak berguna,! pergi sana!! pergi sana!!" bapak-bapak itu melotot mengangkat telunjuknya ke udara dan mengusir kedua pemuda itu seperti mengusir seekor anjing.


"Sial banget Lam, sepertinya kita salah memilih tempat tidur semalam," bisik Erwin yang gusar dan menahan emosinya karena jumlah massa semakin banyak.

__ADS_1


"ya udah,kita cabut aja!" ajak Alam


Alam dan Erwin pun pergi meninggalkan tempat tersebut, setelah di permalukan habis-habisan oleh orang-orang tak berhati nurani tersebut.


Nasib menjadi kaum terpinggirkan memang semiriz itu,Sebenarnaya hinaan dan cacian seperti itu, sudah menjadi makansehari-hari untun Alam dan Erwin.Drama pengusiran seperti itu bukan kali pertama Alam dan erwin merasakannya.


"Hey,tunggu"


Saat Alam dan Erwin berjalan menjauh, tiba-tiba ada suara memanggil dengan kompak mereka menoleh.


Ada seorang gadis.mencoba menyusul langkah Alam dan Erwin dengan tergesa-gesa. entah siapa gadis itu.


"Siapa tu Lam" tanya Erwin sampai terpana melihat gadis itu.


"Nggak tau!" jawab Alam


Gadis itu mengeluarkan 2 bungkus roti, dari kantong kresek yang dari tadi di jinjingnya, ternyata

__ADS_1


sang gadis adalah salah satu orang yang ada di kerumunan tadi, gadis itu merasa iba dan kasihan, tam seperti kebanyakan orang yang malah memandang hina pada Alam dan Erwin.


__ADS_2