
Lelaki asing itu menghampiri Liv. Pakaiannya seperti elf kebanyakan, tetapi terlihat bukan dari kalangan bangsawan. Kulitnya putih porselen dengan kedua daun telinga yang lancip.
Liv termangu. Gadis itu merasa sudah pernah melewati kejadian ini sebelumnya, tetapi dia tak bisa mengingatnya. Namun, ada yang aneh. Padahal, Liv tidak mengenali lelaki ini, tetapi dia meneteskan air mata tanpa disadari. Entah mengapa, wajah lelaki di hadapannya ini sangat familiar baginya.
"Kamu ... siapa ... kenapa aku ... menangis?" tanya Liv, kebingungan sendiri, seraya menyeka air mata di pipi.
Lelaki itu tersenyum lembut. Dia melangkah tepat ke hadapan Liv, dan mengusap air mata gadis itu. Liv tidak menolak sentuhannya. Justru, rasanya Liv rindu sekali pada lelaki asing ini.
"Namaku Dean, aku adalah penciptamu," ucap lelaki itu, sesuatu yang tidak dimngerti Liv sama sekali. Kemudian, pandangan mata lelaki itu tertuju pada kalung yang tergantung di leher Liv. Dean menyentuh talinya dan berkata, "Bukalah loketnya."
Liv menuruti perkataan Dean. Dibukanya loket tersebut, lalu tiba-tiba tubuh lelaki di hadapannya bersinar terang. Cahayanya mengalir, terhubung dengan kalung yang ada di tangan Liv. Gadis itu terkesiap. Detik berikutnya, cahaya tersebut seolah masuk ke kepalanya, membuat gadis itu memejamkan mata sejenak. Spontan, Liv memegangi kepala, seusatu seperti mengalir dalam ingatannya.
Perlahan, Liv membuka kedua mata. Dean si lelaki asing yang mengaku penciptanya itu masih berdiri di hadapannya, tersenyum. Dalam sekejap, Liv menghambur ke dalam pelukan, mendekap erat lelaki itu seakan tidak mau melepasnya lagi.
"Aku sudah menunggumu sejak lahir ... aku merindukanmu, Dean ... ."
Dean membalas pelukan Liv, mendekapnya dengan penuh kehangatan. Keajaiban telah terjadi. Kini, Liv dapat mengingat apa yang terjadi di kehidupannya sebelumnya.
"Aku kembali padamu."
Dean mengangkat dagu Liv, menatapnya lembut, sebelum akhirnya menyentuhkan bibirnya perlahan pada bibir gadis itu. Hembusan napas mereka saling bertukar di udara. Di tepi danau ini, mereka telah saling berjanji untuk bersama selamanya.
__ADS_1
***
"Kak Dean! Sarapannya udah siap!"
Delia meneriakkan nama kakaknya berkali-kali, guna untuk membangunkannya. Meskipun ini hari Minggu, tetapi perut tetap harus diisi di pagi hari.
Delia telah menyiapkan berbagai macam masakan untuk dirinya sendiri dan ibunya. Beliau terlihat telah siap duduk di meja makan dengan piringnya. Hanya perlu menunggu Dean saja untuk keluar dari kamar.
"Kamu bangunkan langsung saja. Mungkin dia kecapekan semalam, jadi terlalu pulas tidurnya," usul sang ibu. Delia mengangguk, lalu beranjak ke arah kamar kakaknya. Gadis itu mengetuk pintu kayu kamar tersebut.
"Kak! Sarapan! Mama udah nungguin!" panggil Delia. Namun, hanya hening yang menyambut.
"Kak, ayo bangun! Waktunya sarapan!" panggil Delia sekali lagi. Dean masih juga tidak bergerak.
Delia mulai gusar, gadis itu mengguncang tubuh kakaknya kencang sampai berbalik terlentang. "Kak, ayo sara---"
Delia terpaku melihat wajah Dean. Lelaki itu tampak tersenyum, dengan kedua mata yang tertutup. Delia terkesiap.
"Kak! Kak Dean! Bangun, Kak!" Panggilan Delia sia-sia, karena kini Dean tak lagi dapat mendengarnya.
Spontan, Delia lari keluar dari kamar Dean dan berteriak histeris, "Mama!! Kak Dean, Ma!!"
__ADS_1
Ibunya datang tergopoh-gopoh, kemudian mendapati tubuh anak lelakinya telah terbujur kaku, tak bernyawa dalam tidurnya.
***
\= END \=
***
\= Kata Ryby \=
Halo, terima kasih yang sudah membaca sampai bab ini. Dengan ini, Ryby menyatakan cerita Purnama Milik Sang Antagonis telah tamat.
Seluruh isi dari cerita ini adalah hasil pemikiran murni Ryby. Segala nama, tempat, kejadian yang terdapat di dalamnya hanyalah fiksi fantasi semata.
Setelah ini akan ada extra part, tetapi tidak dalam waktu dekat. Untuk informasi mengenai karya-karya Ryby berikutnya bisa didapatkan dengan follow instagram @author_ryby atau join grup telegram pembaca dengan search nama grupnya Kapal Isekai Ryby. Akan ada kuis undian giveaway yang diadakan secara acak mengenai karya-karya Ryby, khusus untuk yang join grup!
Untuk baca karya Ryby yang lain, bisa follow di lapak oren berlogo W. Di sana, Ryby akan publish cerita-cerita baru secara berkala dan gratis.
Sekian, sampai bertemu di karya berikutnya!
***
__ADS_1