
usahakan like ketika selesai membaca setiap chapter yah
tolong hargain usaha author
salam sayang buat kalian
komen sebanyak banyaknya karna semakin banyak komentar semakin cepat author update kasih author hadiah juga dong bunga atau kopi biar author bisa begadang buat ngetik hehehe
happy reading
****
sekarang kita lanjut di pembicaraan hangli dan han jiya
"ayah ada apa?" tanya han jiya
meski hangli telah berusaha menutupi semuanya dengan senyuman,tapi putrinya tetap mengetahuinya.ini masalah yang berat ia takut putrinya itu akan syok
"ayah katakan padaku ada apa"desak han jiya ketika merasa ekspresi ayahnya berubah
"maafka ayah nak" lirih hangli
han jiya mengerutkan keningnya heran,ia tak mengerti mengapa ayahnya meminta maaf
"ayah kenapa kau meminta maaf?"
"maaf karna keputusan ayah,membuatmu dan cucuku berada dalam bahaya saat ini"
"ayah aku benar benar tidak mengerti apa yang kau katakan,tolong jelaskan padaku"
hangli menghela nafasnya kasar, kemudian ia menjelaskan masalah itu pada putrinya.
setelah mengetahui semuanya,han jiya tak bisa lagi membendung air matanya,bagaimana bisa putrinya yang baru saja lahir kini tengah berada dalam bahaya yang besar
han jiya benar benar panik,ia tau jika pamannya itu akan menghalalkan segala cara agar keinginannya tercapai.ia paham dengan kesedihan ayahnya.
ayahnya tidak mungkin menyerahkan kedudukan itu pada orang yang salah,karna itu menyangkut kesejatraan semua orang dalam klan iblis.tapi di sisi lain ia dan ayahnya tidak mungkin membuat bayi cantik itu dalam bahaya
"ayah apa yang harus aku lakukan ayah?aku tidak mungkin membiarkan putriku berada dalam bahaya saat ini? " ucap han jiya panik,air matanya telah mengalir sejak tadi
ia seketika meringis merasa perutnya yang tiba tiba sakit,tapi itu semua ia hiraukan ia benar benar khawatir terhadap putrinya saat ini
"nak ayah mohon tenanglah,jangan pikirkan apapun, itu tidak baik,kau baru saja melahirkan nak, kau harus memulihkan kondisimu terlebih dahulu" hangli mencoba menenangkan putrinya yang terus saja menangis.
saat mereka tengah larut dalam kesedihan mereka,pengawal kepercayaan zomi tiba tiba muncul menggunakan ilmu teleportasinya
"salam tuanku, salam nona besar" hormat zomi
"ada kabar apa?" tanya hangli langsung
"tuan besar,saat ini tuan han zu tengah mempersiapkan pasukannya untuk menyerang" jedanya
__ADS_1
"menurut mata mata yang kami dengar,bahkan mereka telah menyiapkan rencana mereka dengan matang dan akan menyerang saat malam tiba" jelasnya
"rencana apa yang mereka siapkan"
"hamba tak mengetahuinya tuanku,karna sebelum mata mata itu memberi laporan, mata mata itu telah di temukan dengan keadaan yang mengenaskan.sepertinya tuan han zu mengetahui jika kita telah menyebar mata mata di tempatnya" jelas zomi, yang mana perkataannya membuat hangli dan han jiya semakin panik
''ayah bagaimana ini?" panik han jiya
''hanya ada satu cara tapi itu mustahil'' lirih hangli
han jiya yang samar samar mendengarkan ayahnya tersenyum senang
"benarkah ayah? cara apa itu? novel kita harus cepat sebelum paman zu datang''
''tenanglah sayang,ayah akan memikirkan cara lain'' kata hangli, ia tidak mungkin menggunakan cara itu
''apa maksud ayah,kenapa kita harus mencari cara lain''
''ini keadaan mendesak ayah,kita tak punya banyak waktu'' desak han jiya
''karna kita tidak mungkin menggunakan cara itu nak'' hangli mengusap wajahnya kasar,dalam hal genting ini otaknya terasa buntu,ia tak tau harus melakukan apa
''ta ta pi kenapa?'' lirih han jiya
''cara itu hanya bisa di lakukan bagi orang yang memiliki energi ying dan yang dalam tubuhnya, sedangkan ayah tak memilikinya''
''bukankah aku memilikinya maka ayah tenang saja biar aku yang melakukannnya''
''tak apa ayah aku akan melakukannya demi putriku'' han jiya akan melakukan apapun demi putri kecilnya itu
''nak ilmu ini sangatlah berbahaya,jika kau tidak bisa mengendalikan energi mu dengan benar, kau bisa saja cedera atau kehilangan nyawamu'' hangli berusaha menjelaskan putrinya itu agar tidak melakukan ilmu itu
''ayah jika kita di situasi yang genting, dan seorang penjahat memberimu pilihan.kau yang selamat, atau aku yang terbunuh kau memilih yang mana?'' tanya han jiya sembari menatap wajah ayahnya
''apa maksudmu nak, tentu saja aku memilih kau yang selamat,karna hanya kau permata ayah satu satunya'' jawab hangli tak mengerti dengan pertanyaan putrinya itu
han jiya tersenyum mendengar perkataan ayahnya
''maka aku aka melakukan hal yang sama untuk menyelamatkan putriku,meski nyawa ku yang menjadi taruhannya''
''tapi nak''
''ayah aku mohon, aku tak bisa melihat putriku berada dalam bahaya aku lebih memilih mati ayah'' ucap han jiya yang kini bersujud di depan ayahnya ia menahan rasa sakit di perutnya
hangli mengusap wajahnya kasar,ia tidak tau harus berbuat apa,dan ia juga tak bisa melihat putrinya seperti ini,ia kemudian membantu putrinya untuk berdiri
''sudah yah nak,baiklah ayah akan menuruti permintaanmu'' hangli berkata dengan pasrah
''terima kasih ayah terima kasih'' kata han jiya senang lalu memeluk tubuh ayahnya dengan erat
''kemari dan duduklah biar ayah memeriksa energimu''
__ADS_1
han jiya mengangguk,ia kemudian duduk di hadapan ayahnya
''pejamkan matamu lalu konsentrasi dan kumpulkan energimu''
''baik ayah'' han jiya kemudian mengikuti perintah ayahnya itu,sedangkan hangli memeriksa energi putrinya,setelah beberapa lama mereka telah selesai.
han jiya berbalik,menatap ayahnya yang kini matanya berkaca kaca
''ayah ada apa?kenapa kau menangis'' tanya han jiya lalu mengusap air mata di pipi ayahnya
nafas hangli terasa tercekat ketika ingin memberitahu putrinya.
''nak energimu tidak akan cukup, dan jika kau memaksakannya.ilmu ini bisa saja berhasil tapi kau akan kehilangan nyawamu'' lirih hangli
han jiya tersenyum mendengar perkataan ayahnya, sedangkan hangli yang melihat senyum putrinya itu hatinya bagai teriris.
''ayah itu tidak masalah buatku,aku akan melakukan apapun demi putri kecilku''
air mata hangli tidak bisa ia bendung lagi,ia mendekap tubuh putrinya dengan penuh kasih sayang
''ayah boleh aku meminta sesuatu hal padamu?'' tanya han jiya yang mencoba untuk tidak menangis
''tentu saja nak katakanlah'' hangli mengecup rambut putrinya dengan penuh kasih sayang
''jika nanti aku telah tiada tolong jaga cucumu dengan baik'' ucap han jiya lirih
''tentu aku akan menjaganya sayang, kau tak perlu khawatir tentang itu'' hangli kembali memeluk tubuh putrinya itu,putri yang selama ini memberi warna dalam hidupnya.
hai hai kesayangannya author
segini dulu yah, author nunggu 30 komentar baru up
maka dari itu habis baca, please komen yah hehehe
makasih buat kalian yang udah baca dan udah setia nungguin cerita author
tetep dukung author yah
like
comment
rate bintang
vote sebanyak banyaknya
biar author makin rajin update buat kalian
sarangheo😘
ig:magfiraramadhni
__ADS_1