
**oke jadi gini ya author bukan ngak mau update buat kalian,tapi author minta pengertian kalian karna author lagi sakit
terus ada yang komen kalau cerita author membosankan
ya udah author ini minta maaf klau menurut kalian cerita author membosankan apalah daya author ini hanyalah author receh yang pengen nulis sebuah cerita
buat kalian para readersku yang merasa cerita author membosankan author ini minta maaf buat kalian
author juga ngk maksa buat kalian baca cerita author kalau kalian ngk suka ya udah ngk usah baca
dan untuk kalian yang masih tetap setia menunggu cerita author makasih banyak buat kalian
dan juga untuk kalian yang selalu dukung author
makasih banyak author mungkin ngk bisa balas kebaikan kalian tapi author selalu berdoa semoga tuhan membalas kebaikan kalian semua (readers ku yang baik)
terserah kalau kalian mau ngatain author labil baperan atau segala macam,yg intinya jika kalian ngk suka cerita author ngk usah baca dan ngk usah komen yang membuat semangat author pudar
*sekarang kita kembali kecerita***
Prajurit kemudian mengumumkan kemenangan pangeran pouli di ikuti sorakan para penonton,sedangkan pangeran dui telah di bawa ke tempat khusus untuk mengobati lukanya yang cukup parah
"Kalian bodoh" kata anastasya sambil menunjuk gerombolan orang yang tadi mengatainya
Sedangkan yang di tunjuk merasa kikuk ketika permaisuri anastasya dengan lantang mengatai mereka semua
"apakah permaisuri mendengar semua percakapan kita jika ia matilah kita" batin semua orang
Tentu saja anastasya mendengarnya dengan jelas,bahkan telinganya sangat tajam untuk mendengarkan sesuatu
Tak hanya dia para bawahannya pun seperti itu meski masih tak mampu menandingi kepekaan anastasya
"aku tak menyangka jika pangeran dui akan kalah"
"aku juga tak menyangka,tapi itu hal bagus bukan karna pangeran dui sangatlah sombong dan angkuh"
"ia kau benar bahkan ia sering berlaku semena mena pada semua orang karna statusnya"
Anastasya terkekeh ketika mendegar percakapan orang orang tersebut dengan santai ia menimpali
"hahaha kalian ini memang benar orang yang sombong hanya bisa di sadarkan dengan sebuah kekalahan telak terlalu semena mena dan memandang remeh musuhnya sedangkan ia tidak tau kemampuan yang dimiliki musuhnya seperti apa sangat bodoh bukan" anastasya terkekeh
"ehhh" orang orang yang tadi bergosip tentang pangeran dui kaget ketika anastasya mendengar percakapan mereka
Mereka semua hanya tersenyum caggung ketika di dapati bergosip
Sedangkan wui xia tau jika kalimat itu di tujukan padanya menggeram marah tangannya terkepal kuat hingga kukunya memutih sambil menahan gemuruh yang ada di dada
"tertawalah sepuasmu karna setelah melawanku kau tak akan mampu tertawa jangankan tertawa untuk bernafaspun kau takkan bisa karna aku akan menghabisimu dengan tanganku sendiri" batin wui xia geram
__ADS_1
jika wui xia geram ketika kaisar yang memiliki rasa kepada anastasya terkekeh mendengar perkataan anastasya yang secara terang terangan menyindir wui xia
"gadis nakal" batin kaisar lee,kaisar ziu,kaisar zen
anastasya hanya acuh kemudian ia mengalihkan pandangannya kembali ke arena pertandingan
"putri iza dari klan amber melawan putri wui xia dari klan harimau putih" teriak prajurit
dua gadis itu berjalan dengan anggun jika wui xia berjalan dengan angkuh yang sudah melekat pada dirinya berbeda dengan putri iza yang berjalan dengan auranya yang dingin
seperti biasa prajurit mengatakan peraturan dalam pertarungan beladiri tersebut
gongg
suara itu menandakan jika pertarungan telah dimulai
tanpa membuang waktu wui xia langsung saja menyerang putri iza dengan pedang kesayangannya
clingggggg
suara pedang beradu ketika putri iza menahan serangan wui zia
pertarungan itu dilakukan dengan serius bisa dikatakan jika mereka adalah lawan yang seimbang karna jika di perhatikan ketika wui xia memberikan serangan maka putri iza menyerang kembali.
hal itu membuat wui zia geram ia tak menyangka jika lawan dihadapannya itu imbang tenaganya bahkan hampir terkuras habis namun ia tak kehabisan akal apa lagi melihat waktu akan segera habis
mau di taruh dimana mukanya jika ia harus kalah sebelum bertanding dengan anastasya,begitu pikirnya
sambil menyerang dan menangkis wui xia terus saja memikirkan sebuah cara hingga sebuah ide terlintas di benaknya
ketika tangan satunya menggunakan pedangnya maka tangan satunya lagi ia gunakan untuk elemen angin yang ia miliki dan
wussss
angin yang wui xia keluarkan mengakibatkan debu beterbangan kearah putri iza tentu saja itu membuat matanya perih
dibawah anastasya terkekeh melihat tindakan musuhnya yang curang sangat kekanak kanakan batin anastasya sambil tersenyum sinis
putri zia menghentikan serangannya dan menggosok matanya wui xia tentu saja tak menyianyiakan kesempatan itu
buggg brakkkkkkkk
putri zia terlempar dari arena saat wui zia menghantam perutnya dan menendangnya hingga keluar dari arena
gongggg
suara itu kembali menandakan jika pertarungan telah selesai,prajurit tersebut mengumumkan kemenangan wui xia
klan ember yang melihat anggotanya di perlakukan secara curang merasa tak terima
__ADS_1
namun putri iza mengangkat tangannya
"tidak usah aku tak pantas bertanding dengan seorang yang melakukan kecurangan untuk menang" kata putri iza dingin
"ahhh kau benar tapi kau harus memberikannya kemenangan sementara untuk membahagiakannya,karna seorang pecundang yang sangat berambisi untuk menang pasti melakukan semua cara untuk mendapatkan apa yang dia mau meski cara dengan cara kotor sekalipun" anastasya terkekeh kemudian melanjutkan perkataannya
"kau tetap menjadi pemenang bagi orang yang matanya tidak rabun atau rusak untuk melihat siapa pemenang sejati yang sebenarnya" kata anastasya tersenyum sinis
"permaisuri saya harap anda menjaga perkataan anda karna saya tak mungkin" perkataan wui xia terpotong saat anastasya menyela
"eyyyyy siapa lagi namamu aku lupa ahh " kata anastasya sambil mengetuk ngetuk dagunya
"tak apa lagi pula namamu tak penting untukku,ku beri tau satu hal aku tak membicarakanmu dan apakah kau mendengar jika aku menyebut namamu? kenapa kau tersindir dengan omonganku" tanya anastasya dengan muka polosnya
"emmm luo apa kau mendengar jika aku menyebut namanya?" tanya anastasya kembali
"tidak permaisuri mungkin perkataan yang anda sebutkan adalah sebuah kebenaran tentang dirinya sehingga ia merasa tersinggung" lugas luo tanpa menutup nutupi
"kau jaga bicaramu kau" teriak wui xia murka
bagi wanita yang selalu menjunjung tinggi harga diri tentu saja ia merasa marah apa lagi jika yang melakukan itu adalah seorang pelayan
"jangan sekali kali kau menyentuh orang ku karna kau mungkin tak bisa menebak apa yang akan ku lakukan padamu" dingin anastasya ketika melihat wui xia hendak menyerang luo
wui xia diam,kemudian dengan amarah yang menggebu ia pergi meninggalkan tempat itu terlebih merasa aura anastasya yang telah berubah.lagi pula ia harus mengumpulkan kembali energinya untuk melanjutkan pertarungan sebentar lagi
semua orang hanya diam melihat apa yang terjadi tak ada satupun yang berani berkomentar terkecuali tiga kaisar karna mecoba menarik perhatian anastasya
kecuali kaisar lee tentunya, baginya apa yang dilakukan anastasya ia tak peduli jika itu bisa membuat anastasya bahagia kenapa ia harus menghalangi kebahagiaan gadis pujaannya
***hai hai sayangnya aurhor
makasih buat kalian yang udah baca dan udah setia nungguin cerita author
tetep dukung author yah
like
comment
rate bintang
vote sebanyak banyaknya
biar author makin rajin update buat kalian
sarangheo😘***
ig:magfiraramadhni
__ADS_1