Putri Berharga Dari Masa Depan

Putri Berharga Dari Masa Depan
hadiah


__ADS_3

di istana lain pelayan kini sibuk mondar mandir mempersiapkan permintaan seorang wanita paru baya yang sejak tadi terlihat pusing


"ayahanda ada apa ini" kaisar lee mengerutkan keningnya heran ketika melihat kamar ibundanya penuh dengan barang


"ibundamu tengah mempersiapkan hadiah untuk asya" jelas lee ziajin lalu menyesap teh yang telah di hidangkan di depannya


kaisar lee tak berkata apa apa lagi kini ia mengalihkan pandangannya pada ibundanya yang sibuk memilih kain untuk anastasya,tak hanya kain ada banyak hadiah yang telah ia siapkan.


"kain apa ini kau ini bagaimana calon menantuku itu berkelas maka yang harus aku sediakan untuknya haruslah mewah aku mau kain kualitas terbaik hari ini juga kau pikir kami tak mampu membayar kain kualitas terbaik itu bahkan aku mampu membelinya banyak" gerutu vizia pada pelayan di depannya


ia selalu saja gampang marah ketika berkaitan dengan anastasya ia selalu saja posesif bagaikan seorang ibu,baginya anastasya itu sangat istimewa maka barang yang melekat pada tubuh anastasya haruslah juga istimewa.


vizia tak memberikan anastasya pakaian,karna anastasya pernah menceritakan padanya kalau ia membuat sendiri baju yang dia pakai ia terlalu risih dengan model hanfu kebanyakan maka dari itu ia memilih memberikan kain yang kualitasnya sangat bagus


tak hanya kain ada beberapa hadiah yang telah vizia siapkan,perhiasanpun tak luput dari itu entah berapa banyak biaya yang ia keluarkan tapi baginya itu tidak lah masalah


"sayang sebaiknya kau istrahat kita akan berangkat sebentar lagi kau akan kelelahan nanti" kata lee ziajin lembut


mereka telah melakukan rapat beberapa hari lalu jika mereka akan berangkat lebih awal agar lebih cepat sampai di istana bulan,itu adalah usulan vizia ia mengatakan jika ia sudah sangat merindukan anastasya dan itu di setujui langsung oleh kaisar lee dan lee ziajin


baginya itu adalah hal yang bagus karna mereka juga sangat merindukan anastasya terlebih kaisar lee meski baru bertemu anastasya beberapa hari yang lalu namun ia sudah sangat merindukannya.


meskipun mereka menolak vizia akan mempunyai seribu satu cara agar permintaannya terpenuhi begitulah vizia


"bagaimana aku bisa beristirahat jika hadiah yang akan kuberikan pada asya belum siap ahhh kenapa semuanya bekerja dengan lambat" bantah vizia ia tak akan beristirahat jika semuanya belum siap,ia bisa beristirahat jika di kereta nanti


"ibunda berapa banyak lagi hadiah yang persiapkan kau telah menyiapkan semua itu dari beberapa hari yang lalu" kata kaisar lee


"apa maksudmu" sengit vizia


"kenapa kau begitu pelit ha meski aku membeli beberapa hadiah bagi asya itu tidak masalah buatku,ku rasa asya tak akan cocok denganmu kaisar yang pelit" sungut vizia


selalu saja begitu entahlah mungkin karna vizia terlalu menyayangi anastasya


"ibu bukan begitu maksudku" kata kaisar lee


kenapa ibunya selalu berpikiran buruk,padahal ia tak bermaksud begitu


"sudahlah kau tenang saja aku akan menjodohkan asya dengan pria yang paling baik pria yang paling kaya raya dan tidak pelit aku rasa asya tak akan menolaknya karna ia begitu menyayangiku dan aku yakin tak ada yang akan menolak asya" sungut vizia kembali

__ADS_1


"ibunda jangan berani" dingin kaisar lee


"apa kau kita akan lihat siapa yang akan lebih di dengar oleh asya" kata vizia dan memberikan tatapan tajam pada putranya


"sayang bukan begitu maksud wanger ia hanya bertanya kenapa persiapanmu belum selesai bukankah kau telah menyiapkan semuanya beberapa hari yang lalu" jelas lee ziajin menghentikan perdebatan ibu dan anak itu


"itu terserah pada ku mau berapa lama aku mempersiapkannya itu adalah urusanku apa masalahnya padamu" sarkas vizia


"baiklah sayang oh ya sayang apa kau telah membelikan asya alas kaki ia pasti sangat senang jika kau membelikannya" kata lee ziajin mencoba mengalihkan pembicaraan


"astaga toko sialan itu belum datang bagaimana ini" panik vizia perhatiannya benar benar teralihkan sekarang.


lee ziajin memandang istrinya penuh cinta sambil tersenyum,kini vizia tengah sibuk dengan pelayannya kembali


di sisi lain


"ahhh aku benar benar kenyang sekarang aku tak pernah makan makanan seenak ini" sahut yu zuo sambil mengelus perutnya yang membuncit karna kekeyangan


"kau benar ayah makanan ini sangat enak" timpal jendral jinhu


"baguslah jika kalian menyukainya,zizi ambilkan makanan penutup untuk ayah dan kakekku" kata anastasya sambil mengusap mulutnya menggunakan lap yang telah ia buat sendiri


"ada lagi? wohh cucu ku aku tak menyangka jika kau pandai memasak bahkan masakan ini sangatlah enak dan tak di jual di manapun"


"kakek bisa saja,oh ya aku telah membuat sebuah toko dan akan launcing ehh maksudku akan ku buka mulai besok" kata anastasya meralat ucapannya


"toko? sayang apa kau kekurangan uang apa kaisar tak memberi uang? " tanya jendral jinhu


"tak perlu membuka toko kekayaanku adalah milikmu cucuku kau tak perlu repot repot kau hanya perlu memintanya pada kakekmu ini" timpal yu zuo


"ahh ayah aku tak kekurangan uang jika aku meminta pun kaisar itu akan langsung memberikannya padaku,aku akan tetap membuka tokoku karna aku tak suka bergantung pada orang lain" jelas anastasya


"kami bukan orang lain nak lagi pula untuk apa kekayaan kakek dan ayahmu jika kau tak menghabiskannya" kata yu zuo lembut


"benar nak semua yang ayah miliki adalah milikmu jadi tak usah membuka toko" timpal jendral jinhu


"apa kalian melarangku membuka toko yang selama ini aku impikan hiks hiks" kata anastasya lirih dengan mata berkaca kaca itu hanya akting tentunya


"heii kau apakan cucuku ha" marah yu zuo pada jendral jinhu

__ADS_1


"lakukan apa yang kau suka nak kakek ini mendukungmu tak usah dengarkan apa kata ayahmu" kata yu zuo lembut sambil mengelus kepala anastasya ia paling tidak bisa melihat air mata cucunya


"ayah apa maksudmu berkata seperti itu bukankah kau tadi juga melarangnya" sahut jendral jinhu tak terima di salahkan oleh ayahnya bukankah tadi ayahnya juga melarang anastasya membuka toko


"kau ini diamlah jangan merusak perasaan cucuku" kata yu zuo


"terserah kau saja" dongkol jendral jinhu pada ayahnya itu


sedangkan anastasya tersenyum penuh kemenangan karna apa yang ia inginkan terpenuhi


"hihihi hanya dengan air mata buaya ku mereka luluh ahh benar benar sangat mudah membujuk mereka" batin anastasya terkikik geli


"oh ya nak kau tadi mengatakan jika kau besok tokomu akan di buka memangnya dimana letak tokohmu itu" tanya jendral jinhu


"di dekat danau wenji ayah" sahut anastasya santai


sedangkan jendral jinhu dan yu zuo terbelalak kaget


"astaga ternyata bangunan besar yang terdiri beberapa ringakat itu adalah tokomu aku kira itu bukanlah sebuah toko karna bangunannya begitu besar dan mewah berbeda dengan bangunan yang pernah ada" sahut jendral jinhu terkejut


"benar kata ayahmu kakek tak menyangka jika itu akan kau jadikah toko,memangnya toko apa yang akan kau buat kenapa besar sekali" tanya yu zuo penasaran


"tempat makan dan baju ayah,akan sudah ku jelaskan aku akan membawa ayah dan kakek ke sana nanti" sahut anastasya


hai hai hai


dukung author terus yah


usahakan like dan comment karna 1 like dan komen kalian berharga author agar popularitas novel author ini bisa cepet naik


selalu dukung author yah


makasih buat kalian yang selalu menanti cerita author


dan juga terima kasih buat kalian yang selalu like dan comment


sarangheo


ig:magfiraramadhni

__ADS_1


__ADS_2