
usahakan like ketika selesai membaca setiap chapter yah
tolong hargain usaha author
salam sayang buat kalian
***happy reading***
anastasya telah berada di aula dia duduk dengan manis di antara ayah dan kakeknya
"ayah apakah aku terlihat aneh dengan baju ini?" tanya anastasya untuk kesekian kalinya
"tidak sayang kau terlihat sangat menawan" jawab jendral jinhu ia terkekeh melihat tingkah putrinya yang begitu memperhatikan penampilan
"kau sangat menawan cucuku seperti jendral wanita ahh kau benar benar keturunan ku" puji yu zuo
jendral jinhu hanya menggelengkan kepala mendengar penuturan ayahnya
bibir anastasya tak henti hentinya mengerutu karna baju yang dia gunakan entahlah ia tidak tau apa yang di pakai saat ini
ia bisa saja tak memakainya namun mengingat kembali jika ia telah berjanji pada kaisar lee tak mungkin jika ia mengingkarinya maka dengan terpaksa ia tetap memakainya dengan bibir manyun
penampilan anastasya
"ayah apa ayah yakin untuk ikut berburu? " tanya anastasya
"iya memangnya kenapa" tanya jendral jinhu kembali
"tidak apa apa"
"kita bisa berada dalam kelompok yang sama" kata jendral jinhu kembali
"kelompok? " tanya anastasya heran
ia mengira jika dalam berburu itu dilakukan secara individu
"iya cucu ku memangnya kau tak tau itu?" tanya yu zuo yang ikut nimbrung ketika mendengar percakapan ayah dan anak itu
"tentu saja tidak ayah bukankah ini pertama kalinya asya ikut acara ini" jendral jinhu menjawab
''aku bertanya pada cucu ku bukan kau kenapa kau yang menjawab'' dongkol yu zuo
''ayah benar kakek,jadi kita berdua?'' tanya anastasya
''kakek juga ikut'' kata yu zuo
''ayah apa kau yakin?'' tanya jendral jinhu heran
''tentu saja jangan mengira jika aku ini sudah tua dan tidak sanggup berburu lagi" sungut yu zuo
''ahhh jadi kita bertiga'' kata anastasya menyela dua orang yang sedang beradu argumen itu
''aku juga bergabung''
semua orang menoleh kearah suara itu
"salam hormat kaisar lee" kata yu zuo dan jendral jinhu serempak sedangkan anastasya hanya acuh
''tak perlu seperti itu paman kakek'' sela kaisar lee
__ADS_1
''tunggu tunggu memangnya berapa orang dalam satu kelompok?'' tanya anastasya
''empat orang sayang'' jendral jinhu memberitahu
"akhhhhhhh" anastasya meringis sambil memegang perutnya
''asya kau kenapa sayang ha'' panik jendral jinhu
''ayah perut ku sakit'' keluh anastasya keringat telah mengucur jelas di dahinya
dalam hati ia mengerutu tak hanya di dunia modern ternyata di dunia ini pun sama saja perutnya terasa sangat sakit saat tanggal merahnya tiba
''tabibbbbbbbbbbbbb" teriak kaisar lee panik
ia benar benar cemas ketika melihat anastasya kesakitan dan memegang perutnya
di tambah dengan keringat anastasya yang jelas terlihat di dahinya membuat dia makin panik
"tabibbbbb dimana kau haaaa" murka kaisar lee semua orang terkejut dengan teriakannya
"ada apa dengan kaisar lee kenapa ia terlihat panik"
''entahlah tapi coba kau perhatikan jendral jinhu dan panglima yu zuo pu sama"
"coba perhatikan permaisuri anastasya ia terlihat pucat''
''ahh kau benar tapi kenapa kaisar lee terlihat begitu panik"
''ya kau benar apa kaisar lee juga menyukai permaisuri anastasya"
''hussst kecilkan suara kalian atau diamlah,nasib kalian akan buruk jika sampai terdengar oleh orang orang kekaisaran"
gosip orang orang
''apanya yang tidak apa apa tanganmu dingin seperti ini''
''permaisuri ini'' kata bay sambil menyerahkan botol yang telah di isi air hangat untuk mengompres perutnya
anastasya menerima itu lalu meletakkan di atas perutnya
sejak tadi pagi anastasya anastasya telah mengadu sakit dan kediamannya itu sempat heboh karna semua bawahannya panik ketika mengetahui keadaan junjungannya itu
namun dengan sabar anastasya menjelaskan ia tak apa itu adalah hal yang biasa ia rasakan ketika sedang datang bulan
meskipun mereka masih merasa khawatir karna melihat muka anastasya yang terlihat pucat namun anastasya terus meyakinkan mereka jika ia tidak apa apa
sedangkan kaisar ziu yang sedang menikmati sarapannya bersama selir lingfei terkejut ketika mendapat laporan jika permaisurinya sakit
ia dengan terburu buru pergi menemui anastasya dan meninggalkan selir lingfei yang menggeram marah
kaisar ziu mengepalkan tangannya ketika melihat kaisar lee yang begitu dekat dengan permaisurinya namun ia tak terlalu mau mengambil pusing hal itu karna pikirannya sedang kalut
apa lagi melihat wajah anastasya yang sedikit pucat dan yu zuo yang terlihat sedang menghapus keringat di dahi anastasya
kaisar ziu berjalan mendekat
''ada apa dengan permaisuri?" tanya kaisar ziu cemas
anastasya membuka matanya ketika mendengar suara yang ia kenal
"tak apa,ini biasa terjadi'' sahut anastasya
__ADS_1
''apa ini kenapa tidak ada yang memanggil tabib'' kata kaisar ziu masih dalam kondisi yang cemas
''tabibbbbbbbb'' teriak kaisar ziu
sedangkan sang tabib tergopoh gopoh menghadap kaisar ia baru saja telah membuang yang harus di buang
maksud author buang air besar yah hehehe
''dari mana saja kau ha'' marah kaisar ziu
''tidak usah aku tak apa ini wajar ketika tanggal merah ku tiba''sela anastasya ketika melihat kaisar ziu hendak marah pada tabib di depannya
kaisar ziu mengerutkan keningnya heran karna merasa aneh dengan perkataan anastasya
''tanggal merah?'' tanya kaisar ziu lembut memastikan
''maksud ku datang bulan ini wajar jika perut ku sakit'' jelasnya
''lagi pula perut ku saat ini di kompres dan akan segera membaik'' sambung anastasya
saat di tengah perbincangan kaisar zen juga datang di ikuti dengan orang orangnya bahkan tabib pun ikut
tadi saat ia tengah bersiap siap bawahannya memberitahu jika anastasya sakit dengan sigap ia memanggil tabib dan bergegas untuk melihat keadaan anastasya
''permaisuri anastasya kaisar ini membawa tabib untuk memeriksa keadaan permaisuri'' kata kaisar zen
muka dua kaisar itu jangan di tanya lagi ia benar benar ingin mengamuk saat ini,namum mereka tahan karna melihat kondisi anastasya
jadi hanya aura yang terasa mencekam dan mereka menatap kaisar zen dingin
kaisar zen tau itu tapi ia tak peduli, baginya ketika anastasya tak masalah kenapa ia harus sibuk memikirkan orang lain
sedangkan saat ini ia tengah menjalin pendekatan dengan anastasya
''tak usah aku tak apa'' timpal anastasya,karna ia merasa sakitnya benar benar berkurang saat ini
kaisar zen mengangguk ia tak mau memaksa anastasya dan itu membuat anastasya tak suka padanya
ketika melihat kening anastasya yang di banjiri keringat ia berniat untuk menghapus keringat itu
namun tangannya yang hendak menyentuh anastasya tiba tiba di tangkap
''harap jangan lancang pada permaisuri kami,karna permaisuri kami tak suka di sentuh oleh sembarangan orang'' kata bay dingin
***hai hai kesayangannya author
makasih buat kalian yang udah baca dan udah setia nungguin cerita author
tetep dukung author yah
like
comment
rate bintang
vote sebanyak banyaknya
biar author makin rajin update buat kalian
sarangheo😘***
__ADS_1
ig:magfiraramadhni***