
"bagaimana apa semua telah siap untuk menyambut jendral jinhu" tanya kaisar ziu pada pengawal kepercayaannya siapa lagi kalau bukan lexi
"semuanya telah siap yang mulia"
"apa permaisuri juga telah bersiap siap?"
"hamba hanya menyampaikan pada prajurit yang berjaga di kediamannya yang mulia hamba sama sekali tak di izinkan masuk" jawab lexi
"hufffffff" kaisar ziu menghela nafas panjang sudah berapa lama ia tak bertemu dengan permaisurinya ia benar benar sangat merindukannya.
saat ingin menemuinya ada begitu banyak halangan selir lingfei yang selalu saja datang dengan alasan keinginan bayi yang di kandungnya atau para prajurit yang tidak mengizinkan kaisar sekalipun bahkan prajurit itu tak gentar ketika berhadapan dengan kaisar langsung
ketika di tanya alasan mereka mereka dengan tegas menjawab
"kami akan melakukan apapun demi kenyamanan permaisuri meski harus melawan kaisar sekalipun" jawab mereka lantang
dan itu yang membuat kaisar ziu enggan itu memaksa masuk bukan takut,hanya saja ia tak ingin anastasya semakin membencinya kini ia harus menahan kerinduan di hatinya yang sudah meluap luap.
ia tak sadar jika perasaannya pada selir lingfei perlahan telah berkurang dan di gantikan oleh anastasya,dari sikap arogan anastasya,sikap berani,tatapan yang tak gentar yang selalu di perlihatkan anastasya seolah daya pikat yang menariknya dan jangan lupa dengan kecantikan yang dimiliki sungguh sesuatu yang sempurna.
"entah apa yang di lalukan oleh permaisuri aku sudah lama tak melihatnya aku benar benar merindukannya" tatapannya sendu
lexi hanya diam mendengarkan junjungannya itu yang tengah di landa kerinduan.
sedangkan disisi lain anastasya duduk di depan meja riasnya yang baru seja telah tiba,kini tuang hong hanya menghela nafas panjang,saat ia mengantarkan meja rias untuk anastasya ia terbengang kaget melihat lemari yang baru saja ia antar kemarin telah hancur.
tuang hong hanya merasa kasihan pada lemari yang indah itu sangat di sayangkan untuk di rusak bahkan jika lemari itu di lelang pasti akan banyak yang menginginkannya terlebih itu adalah lemari terindah yang pernah ia lihat dan itu hasil dari desain anastasya sendiri.
kini ia benar benar kagum kepada anastasya,tak hanya kecantikannya yang mematikan namun otaknya juga dan ia juga mengetahui jika anastasya pandai dalam racun dan obat di zaman ini siapa yang tidak akan kagum dengan manusia yang bagaikan paket yang lengkap.
kira kira seperti itulah lemari anastasya
**dan seperti inilah meja rias anastasy yang baru saja tiba
gambar hanya pemanis ya gengs jadi maaf maaf aja kalau ngak sesuai sama pemikiran kalian hehe**
"queen wohhhh ini sangat indah" kagum para bawahannya
"ya ini sesuai dengan yang aku minta" jawab anastasya santai
"sekarang kalian keluarlah dulu aku ingin bersiap siap untuk menjemput ayahku"
"baik queen" jawab mereka serempak
"panggilkan duo,lay,jaili,dan ansu ia akan menemaniku keluar" kata anastasya
__ADS_1
"baik queen" setelah mengatakan itu mereka keluar meninggalkan anastasya yang di bantu luo dan zizi untuk bersiap siap
"queen anda ingin menggunakan hanfu yang mana" tanya zizi sedangkan luo membantu anastasya mengeringkan rambutnya
"yang mana saja asal itu tak membuatku risih" jawab anastasya sambil memberi pewarna di bibirnya
untuk masalah riasan anastasya melakukannya sendiri.
"baik queen" jawab zizi
zizi memilihkan hanfu bewarna putih meski terlihat sederhana namun kain yang digunakan adalah kain dengan jenis terbaik dari semua kain yang ada
"oh ya queen kemarin ada seorang anak kecil yang menitipkan sesuatu untuk queen" sahut luo sambil membantu anastasya mengenakan hanfu
"anak kecil? anak kecil dari mana?" tanya anastasya heran
"anak dari salah satu pegawai tuang hong queen,mereka mengatakan jika anak itu sangat menyukai anda"
kemarin saat luo pergi ke tuang hong untuk mengecek meja rias untuk anastasya,ia melihat seorang anak kecil yang sedang menangis.
ia mengurutkan keningnya heran ketika melihat anak itu seolah di tahan oleh para pekerja di tempat tuang hong karna merasa penasaran ia pun mendekat.
"ada apa ini?" tanyanya
"menjawab nona ini anak saya ingin memaksa untuk bertemu dengan nona" jawab wanita itu sambil menunduk
meskipun mereka tau jika wanita di depannya hanyalah seorang pelayan namun mereka tetap segan apa lagi mendengar jika anastasya sangat tidak suka jika ada yang menyinggung orangnya meski itu pelayannya sekalipun bisa di katakan ia tak pandang bulu.
"ada apa" tanya luo pada anak kecil itu
"hamba hanya ingin memberikan ini pada permaisuri tapi mereka menahanku" kata anak kecil itu seolah tengah mengadu
"kemarikan biar aku yang akan memberikannya pada queenku" katanya
"nona tak perlu anak hamba hanya bermain main" cicit wanita tua itu takut
"aku tak berbicara padamu" dingin luo
gluk
wanita tua itu meneguk ludah kasar
"kemarikan saja nanti aku akan memberikannya pada queen"
"ini terima kasih" senang anak kecil itu lalu memberikan benda itu di tangan luo
setelah urusan anak kecil itu telah selesai ia kemudian menemui tuang hong untuk mengecek meja rias anastasya
"hahaha benarkah anak kecil itu penggemarku? coba kemarikan aku ingin lihat apa yang ia berikan" kata anastasya
__ADS_1
luo kemudian bergegas mengambil barang itu,tak lama ia pun kembali
"ini queen" katanya sambil menyerahkan benda yang di pegangnya
"wohh indah anak itu memiliki sesuatu yang istimewa di otaknya" seru anastasya senang
kemudian ia memakai benda itu di kepalanya,dan menatap dirinya di cermin
"katakan pada anak kecil itu kalau aku menyukai pemberiannya dan berikan hadiah 1 tael emas"
"baik queen" jawab luo
"ayo aku telah selesai kita akan pergi menyambut ayahku" kata anastasya dan berlalu pergi zizi dan luo mengikuti anastasya di belakang.
ceklek semua mata tertuju pada gadis cantik yang baru saja keluar
"ayo pergi" kata anastasya pada bawahannya yang ia minta tadi berkumpul
"baik queen" sahut mereka
kini anastasy berjalan keluar bersama para bawahannya
"jangan biarkan siapapun masuk ke kediamanku" ucapnya pada pada prajurit yang berjaga di depan kediamannya
"baik queen" sahut mereka
setelah mengatakan itu anastasya segera pergi kedepan istana di mana semua orang telah menunggu jendral jinhu yang sebentar lagi akan tiba.
semua prajurit dan pelayan yang melihat kedatangan anastasya tidak ada yang tidak terpukau
anastasya mengangkat dagunya tinggi ia jalan dengan anggun beribawa dan jangan lupa aura yang dimiliki terasa sangat misterius
***hai hai sayangnya author
dukung author terus yah
like
comment
rate
vote dan vote
agar author makin rajin update buat kalian
sarangheo😘***
ig:magfiraramadhni
__ADS_1