
**usahakan like ketika selesai membaca setiap chapter yah
tolong hargain usaha author
salam sayang buat kalian
happy reading**
anastasya berjalan mendekati ayah tanpa mempedulikan orang lain
"ayahhhhhhhh" teriak anastasya dengan mata berkaca kaca
entahlah semenjak berada di dunia ini membuat dirinya seolah berbeda di dunia modern, jika dulu ia terkenal dengan pribadi yang cuek maka berbeda dengan dirinya yang sekarang ia selalu ingin bermanja manja pada orang yang dia sayang
ia pun sempat dibuat bingung dengan perubahan dirinya tapi ia tak mau ambil pusing
jendral jinhu yang mendengar teriakan putri kesayangannya itu mendekat.
dilihatnya wajah cantik itu mata indahnya kini berkaca kaca,jendral jinhu yang menyadari jika putrinya bersedih kini mendekap anastasya dengan erat
"katakan pada ayah kenapa?apa kau terluka? " tanya jendral jinhu panik ketika merasa putrinya tengah terisak
anastasya hanya menggeleng,semua rombongan anastasya kini mendekat dengan raut wajah khawatir
"ayah baju baru ku rusak padahal ini baru saja selesai di buat ,ayah dengan susah payah membawa kain ini untukku tapi di rusak oleh bajingan itu" adu anastasya dengan matanya yang berkaca kaca
"sudah tak apa bukankah kau masih memiliki banyak kain yang ayah belikan? " tanya jendral jinhu lembut ia benar benar tak bisa melihat air mata putri kesayangannya itu.
"hmmm"
"ya sudah tinggal di buat lagi kau tak usah bersedih lagi"
"ayah tidak marah? " tanya anastasya dengan polosnya
"tentu saja tidak mana bisa ayah marah pada putri kesayangan ayah ini" kata jendral jinhu gemas sambil mencubit hidung anastasya
"asya apa benar tak ada yang terluka sayang?" tanya vizia memastikan
"tidak ada mommy aku tak terluka sedikit pun ta ta tapi bajingan itu"
"ahhh tidak tidak tidak jangan menangis kau dengar bukan perkataan ayahmu tadi"
"oh ya bukankah kau ingin melihat hadiah dari mommy mu ini? " tanya vizia mengalihkan pembicaraan
"sebentar saja mommy aku mau tidur sejak tadi aku menahannya" kata anastasya
"ahh baiklah temui mommy jika kau telah beristrahat"
"emm kalau begitu aku pergi dulu mommy aku benar benar mengantuk sekarang" kata anastasya dengan setengah menguap
"cucuku kau tidak menunggu acara ini selesai kaukan sebagai pemenang? " tanya yu zuo
__ADS_1
"ahh itu tidak penting kakek lagi pula aku mengikuti pertandingan ini karna wanita itu yang menantangku menang ataupun tidaknya aku tidak peduli" jelas anastasya
"baiklah baiklah sekarang ayo istirahat" ketika sadar jika cucunya benar benar mengantuk sekarang
"mommy daddy aku pergi dulu" kata anastasya tanpa mempedulikan kaisar lee yang tengah menatapnya
"baiklah"
anastasya melambaikan tangannya kini ia berjalan menuju kediamannya bersama ayah kakek dan bawahannya
kini prajurit mengumumkan kemenangan anastasya meski ia merasa kikuk dan sedikit aneh karna pemenangnya tiba tiba saja pergi dengan alasan mengantuk sungguh ia telah kehabisan kata kata melihat tingkah permaisuri
setelah kaisar ziu membubarkan acara itu semua orang kini tengah beristirahat di tempat mereka masing masing
******
di sebuah paviliun tempat yang di sediakan untuk tamu yang datang di istana bulan
seorang istri sekaligus ibu tengah menangis histeris,semua yang ia lihat bagaikan mimpi yang sangat mengerikan
"aku tidak mau tau kau harus membalas semua yang ia lakukan pada putra kita aku tak bisa menerimanya begitu saja hiks hiks hiks putra ku" tangis yu ri yang tak lain adalah ibu dari putra mahkota akbei
"iya kita harus membalasnya mengingat jika dia menghabisi nyawa putra kita dengan sangat mengerikan maka akan ku buat kematian jalang itu lebih mengerikan" murka den wi ayah putra mahkota akbei
namun saat pembicaraaan mereka tiba tiba sebuah gulungan terlempar ke arah mereka
mereka melempar pandangan mereka masing masing
den wi kemudian beranjak dari tempatnya dia membuka pintu dan jendela guna mengecek siapa yang melempar gulungan itu ke paviliun tempat mereka istirahat namun ia tak menemuka siapa siapa
menutup pintu dan jendela kembali kemudian mengambil gulungan itu dan duduk di samping istrinya
"siapa? " tanya yu ri penasaran
"aku tidak tau karna saat aku mengeceknya tak ada siapapun" jawab den wi
"ini tak mungkin kebetulan cepat buka" kata yu ri penasaran
den wi hanya mengangguk kemudian membuka gulungan tersebut
namun apa yang ia lihat membuat den wi dan yu ri mengerutkan kening mereka
"aku tau kalian pasti akan membalas kematian putra kalian dan kita bisa bekerja sama karna kita memiliki musuh yang sama
jika kau setuju bekerja sama denganku maka datanglah tengah malam di belakang istana" isi gulungan itu
"siapa yang mengirimnya?" tanya yu ri heran karna orang itu bisa menebak apa yang ingin mereka lakukan
"tidak ada tanda pengirimnya,jadi bagaimana? " tanya den wi pada istrinya
"ikuti saja bukankah itu lebih memudahkan kita untuk membalas jalang itu" tutur yu ri
__ADS_1
"ya kau benar nanti malam kita akan menemuinya" timpal den wi
mereka tersenyum senang memikirkan sebentar lagi mereka bisa membalas kematian putra mereka dengan mudah
****
di sisi lain wui bei mendapatkan gulungan yang sama ia juga bingung karna tidak ada nama pengirim gulungan itu namun ia dengan senang hati menerima ajakan kerja sama itu
ia benar benar tidak bisa menerima kematian putri semata wayangnya itu dengan begitu saja,putrinya yang bagaikan berlian dan dikategorikan jenius kini telah mati di tangan anastasya
membayangkan kembali kematian yang di alami putrinya membuat amarahnya kembali membludak
meski dalam pertandingan itu telah di jelaskan jika kematian para peserta tidak di permasalahkan namun ia tidak bisa menerima itu meski tadi ia hanya diam
"kau akan mati di tanganku bahkan jika itu bisa aku akan membuat kematianmu lebih mengerikan di banding dengan kematian yang di alami oleh putri kesayangan ku" batin wu bei geram
***
"apa kau telah memberikan gulungan itu kepada mereka" tanya orang itu
"ya yang mulia" jawab bawahannya
"apa kau melakukan pekerjaanmu itu dengan benar? akan sangat berbahaya jika ada orang lain yang mengetahui gulungan itu" kata orang itu mengingatkan kembali pelayannya
"hamba telah melakukannya dengan benar dan hati hati yang mulia hamba yakin tak ada orang yang tau tentang gulungan itu" timpal pelayan itu meyakinkan junjungannya
"itu bagus hahahhahahahaha sebentar lagi kau akan menuju alam kematianmu" tawa orang itu menggelegar
***hai hai sayangnya author
makasih buat kalian yang udah baca dan udah setia nungguin cerita author
yang nanya kapan cerai, bentar lagi kok sabar yah sayangku
para readers ku
tetep dukung author yah
like
comment
rate bintang
vote sebanyak banyaknya
biar author makin rajin update buat kalian
karna antusias kalian adalah semangat buat author
sarangheo😘***
__ADS_1
ig:magfiraramadhni