
usahakan like ketika selesai membaca setiap chapter yah
tolong hargain usaha author
salam sayang buat kalian
happy reading
mouli menatap heran pada para pelayan dan prajurit tengah berlari. ia merasa penasaran dengan apa yang terjadi
''heii berhenti kau'' teriak mouli pada pelayan yang baru saja melewatinya
pelayan itu berhenti, kemudian berbalik mendekati mouli yang meneriakinya.
''ya putri, apa anda membutuhkan sesuatu?'' tanya pelayan itu tanpa menatap mouli,karna ia tau perilaku gadis di depannya yang sangat congkak dan sombong
''apa yang terjadi, kenapa kalian berlari seperti itu?'' tanya mouli penasaran
''menjawab putri,kami semua ingin melihat pertandingan putri anastasya melawan jendral chen,putri'' jawab pelayan itu sopan
mouli cukup terkejut dengan apa yang dia dengar, namun ia seketika tersenyum sinis
''terlalu memerkan diri hahahha'' tawa mouli pecah
''ia tak melihat kemampuannya yang tak ada apa apanya di banding dengan jendral chen'' ejek mouli
''dasar nenek jelek, kau tidak tau seberapa hebat putri anastasya yang bahkan kau bisa kalah dengan putri anastasya hanya dengan jentikkan jarinya saja'' batin pelayan itu kesal
"ahh kau boleh pergi" usir mouli pada pelayan itu sambil mengibas ngibaskan tangannya
pelayan itu memberi hormat kemudian segera berlari,ia tak ingin melewatkan acara yang menurutnya langka
mouli berjalan menuju tempat pelatihan prajurit, matanya terbelalak lebar melihat anastasya berdiri dengan santai dengan lima orang pria di hadapannya.tentu saja ia mengenal pria pria itu, yang tak lain orang orang hebat di istana langit.mouli tersenyum miring, ia sangat menantikan kekalahan anastasya, tak hanya itu jika perlu kematian, kematian yang sangat menyakitkan dan sadis.
"paman, serang aku dengan bersungguh sungguh yah" pinta anastasya memelas pada pria di hadapannya
"baik putri" jawab mereka serempak
anastasya tersenyum senang
"paman selalu berlatih dengan teknik yang aku ajarkan? tanya anastasya kembali
"tentu saja putri, kami telah menguasainya" jawab jendral chen mewakili teman temannya
"itu bagus" senang anastasya kemudian mengacungkan jempolnya
****
Di tempat lain
__ADS_1
kaisar lee,lee ziajin,vizia, lee bui dan beberapa orang penting istana kini sedang melakukan rapat yang membahas beberapa desa, yang termasuk dalam wilayah kekaisaran utara.
mereka mengalihkan perhatian mereka terhadap prajurit yang baru saja masuk dengan tergesa gesa
''maaf atas kelancangan hamba yang mulia'' sahut prajutit itu menekuk lututnya
''katakan ada apa'' tanya kaisar lee yang langsung pada intinya
''hamba ingin melapor, jika saat ini putri anastasya tengah bertarung dengan jendral chen dan beberapa prajutit lainnya'' jelas prajutit itu
semua orang yang mendengar itu tak lagi kaget,mereka tentu saja mengetahui jika gadis cantik itu sangat pandai beladiri.namun mereka merasa sangat antusias,ingin rasanya mereka meninggalkan rapat lalu pergi menonton gadis cantik itu yang akan bermain.namun mereka tentu saja tak berani melakukannya.
''rapat ini di tunda sampai makan siang selesai'' putus kaisar lee,kemudian meninggalkan tempat itu
yang lain tentu saja bersorak dalam hati mereka, karna mereka tentu saja tak akan menyia nyiakan kesempatan ini untuk menonton anastasya yang bermain
lee ziajin terlihat sangat bersemangat,namun seketika ia meringis ketika istri tercintanya itu menarik telinganya dengan kuat
''a au sayang sakit, memangnya apa salahku?'' keluh lee ziajin ketika vizia telah melepaskan tarikannya
''kau yah, kenapa kau terlihat bahagia? apa kau tidak khawatir sedikitpun pada asya ha,ayah macam apa kau ini'' marah vizia
''sayang,kita tentu saja tau kalau putri kita itu sangat hebat,tentu saja pertandingan ini hanya ajang permainan untuknya'' jelas lee ziajin
''dan lagipula ini hal yang bagus untuk mengecek kembali kemampuan jendral di istana kita'' lanjutnya
''sayang cepatlah, apa kau tak ingin melihat putri kita bermain'' seru lee ziajin yang telah meninggalkan vizia
''awas saja kau, jika putriku sampai terluka kau akan tidur di luar beberapa hari'' sayang sekali lee ziajin tak mendengar apa yang dikatakan istrinya itu
setelah melihat kepergian vizia dan lee bui, semua orang anggota rapat pun turut meninggalkan tempat itu
tak butuh waktu yang lama, tempat pelatihan prajurit itu telah di penuhi banyak orang yang berjejer,seolah mereka semua menghentikan tugasnya hanya untuk melihat pertarungan gadis cantik yang tengah berdiri tegap di tenga lapangan dengan beberapa pria di hadapannya
kaisar lee,lee ziajin, vizia ikut juga mengawasi anastasya
di tempat yabg telah di sediakan oleh prajurit
''sayang berhati hati,jangan sampai terluka'' teriak vizia lantang,kemudian menatap tajam kearah beberapa pria di hadapan calon menantu kesayangannya itu
seolah mengatakan,awas jika sampai permata ku lecet sedikitpun, sedangkan mereka yang di tatap hanya menundukkan kepala takut
''mommy aku mencintaimu'' teriak anastasya manja
ia kemudian menatap pria di hadapannya kemudian berbicara dengan sedikit berbisik, sehingga hanya mereka yang mendengarnya
"paman paman ku yang tampan,kalian tak perlu khawatir,aku mempunyai jurus ampuh untuk meluluhkan mereka.jadi jangan khawatir, bukankah aku telah memberitahu pada kalian,jika aku memiliki ramuan untuk menyembuhkan lukaku jika aku terluka nanti'' kata anastasya panjang lebar
''baik putri '' jawab mereka juga dengan berbisik
__ADS_1
sedangkan mouli menatap sepupunya yang tak lain kaisar lee dengan heran, ahh tak hanya kaisar lee paman dan bibinya pun sama.
''kenapa mereka tidak terlihat khawatir sedikitpun pada jalang itu,atau mereka sebenarnya hanya berpura pura menyayangi jalang itu? ahhh itu mungkin saja hahahaha'' batin mouli tersenyum senang
jendral jinhu dan yu zuo yang baru saja datang ke istana langit merasa heran.karna hanya ada beberpa prajurit saja yang berjaga, itu pun hanya di beberapa tempat.istana langit terlihat sunyi tak seperti biasanya
"ada apa ini? " tanya yu zuo pada jendral jinhu
"aku juga tak tau ayah,tunggu aku akan menanyakannya pada prajurit lain" ucap jendral jinhu kemudian berjalan mendekati seorang prajurit yang tengah berjaga
"hormat kami jendral jinhu" kata dua prajurit itu serempak
"ya,apa yang terjadi? kenapa istana ini telihat sunyi" tanya jendral jinhu,tak lama yu zuo juga menyusul dan berdiri di samping putranya karna penasaran
sebelum menjawab prajurit itu memberi hormat terlebih dahulu pada yu zuo, yu zuo hanya mengangguk
"semua orang sedang melihat pertandingan putri anastasya melawan jendral chen,jendral" jawab prajurit itu
jendral jinhu dan yu zuo tentu saja terkejut,meski mereka tau jika kesayangan mereka itu sangat hebat, tapi tentu saja mereka tetap merasa khawatir
"lalu dimana pertandingan itu di lakukan? " tanya jendral jinhu kembali
"di tempat pelatihan prajurit,jendral"
setelah mendengar perkataan prajurit itu,jendral jinhu dan yu zuo berjalan dengan tergesa gesa mereka benar benar khawatir dengan keadaan anastasya
hai hai kesayangannya author
segini dulu yah,udah ngantuk soalnya hehehe
insyaallah di lanjut besok
makasih buat kalian yang udah baca dan udah setia nungguin cerita author
tetep dukung author yah
like
comment
rate bintang
vote sebanyak banyaknya
biar author makin rajin update buat kalian
sarangheo😘
ig:magfiraramadhni
__ADS_1
please komen dong,komen,komen,komen sebanyak banyaknya,makin banyak komen makin cepet author up