
**hai kesayangannya author
author bener bener seneng banget lihat komen kalian kebanyakan dukung author
sampe sampe saat baca komen kalian mata otor ini berkaca kaca bener bener ngak nyangka sih kalian semua nungguin cerita author ini
dan kesehatan author juga udah mendingan jadi author bakal usahain up 2 bab perhari buat kalian
semoga author bisa yah hehehe
makanya doain dan dukung author terus yah para readers ku yang baik hati
author ucapin makasih banyak karna komen kalian yang membuat author ini semangat😘
happy reading**
beberapa jam telah berlalu
anastasya tak henti hentinya menguap ia merasa bosan karna sedari tadi namanya tak kunjung di panggil
"mommy bisakah namaku di panggil sekarang aku bosan jika harus menunggu lebih lama" keluh anastasya pada vizia yang duduk di sampingnya
vizia menghentikan makannya kemudian menoleh kearah calon menantu kesayangannya yang sejak tadi mengeluh bosan
meletakkan piring di tangannya yang berisikan puding kemudian tangannya beralih mengelus kepala anastasya dengan penuh kasih sayang
"sayang tunggu sebentar lagi mommy yakin tak kan lama lagi namamu akan di panggil dan kau bisa bermain sepuasnya sabar yah" kata vizia lembut
anastasya mendengus kemudian merebahkan pundaknya pada vizia,vizia hanya terkekeh melihat tingkah mengemaskan anastasya
sedangkan orang lain yang belum mengetahui kekuatan anastasya menjatuhkan rahang mereka ketika mendengar perkataan vizia
bermain? ini bukan tempat bermain melaingkan tempat pertarungan bahka ada banyak orang yang kehilangan nyawa atau terluka dengan parah tapi apa yang tadi mereka dengar membuat mereka kehilangan kata kata
"permaisuri anastasya dari istana bulan melawan pangeran pouli dari klan amber" teriak prajurit mengumumkan peserta yang akan segera bertarung
anastasya yang mendengar namanya di sebut langsung membuka matanya ia kemudian berdiri dari tempat duduknya dengan semangat
"semuanya aku pergi dulu mereka telah mengundangku bermain akan tidak sopan jika aku terlambat" kata anastasya dengan semangat 85
anastasya berjalan dengan riang dan sesekali bersenandung
meski lawannya itu tak seimbang tapi cukuplah untuk membuang sedikit rasa bosannya dalam menunggu
semua orang melihat anastasya tercegang bagaimana seorang wanita begitu bahagia mendatangi arena menakutkan seperti itu bahkan ia terlihat seperti anak kecil yang akan mendapatkan mainan baru
pangeran pouli seketika terpesona dengan kecantikan anastasya namun itu hanya sekedar rasa suka biasa tak lebih
ketika mata anastasya menangkap tatapan pangeran pouli yang terlihat menatapnya dengan intens dengan isengnya anastasya mengedipkan matanya sebelah
pangeran pouli yang merasa dirinya ketahuan mengalihkan pandangannya kearah lain ia merasa malu
__ADS_1
gonggggggg
suara yang menandakan pertarungan telah dimulai
"halo siapa namamu tadi ah pouli tapi itu sangat susah untuk ku sebut bagaimana jika aku memanggilmu dengan puo apa kah kau tidak keberatan?" tanya anastasya dengan muka polosnya
mereka yang mendengar perkataan anastasya menjatuhkan rahang mereka bagaimana bisa permaisuri menyempatkan waktu untuk berkenalan dengan lawannya
tiga kaisar itu menatap pangeran pouli dengan dingin
"ahh itu terserah permaisuri saja" kata pangeran pouli kikuk
"baiklah,sekarang serang aku" kata anastasya santai
tanpa menunggu lama lagi pangeran pouli menyerang anastasya dengan pedangnya
anatasya dengan santainya menghalau serangan pangeran pouli
beberapa saat telah berlalu kini pangeran pouli terlihat serius dalam setiap serangannya ia bahkan tak menyangka jika gadis cantik di depannya bisa dengan mudah mengetahui serangannya dengan mudah
penonton hanya bisa menahan nafas mereka ketika melihat pangeran pouli menyerang permaisuri dengan membabi buta bahkan anastasya menggunakan tangan kosong melawan pangeran pouli yang menggunakan pedang
jika orang yang mengetahui kemampuan anastasya terlihat santai maka berbeda dengan orang lain yang belum mengetahuinya
kaisar ziu benar benar mencemaskan permaisurinya ia berniat menghentikan pertarungan itu sedangkan selir lingfei mengetahuinya langsung saja mencegah
"kaisar jika pertarungan ini di hentikan maka kaisar di anggap tidak adil bagi semua peserta lagi pula hamba yakin jika pangeran pouli takkan menyakiti permaisuri jika pun terluka sedikit itupun tak masalah karna hal ini menyangkut pandangan orang lain terhadap kaisar" tutur selir lingfei lembut
kemudian ia mengurungkan niatnya untuk menghentikan pertarungan tersebut meskipun dalam hatinya ia merasa khawatir dengan permaisuri anastasya,namun ini semua menyangkut harga diri kaisar ziu
selir lingfei yang merasa jika perkataannya berhasil menghentikan kaisar ziu merasa sangat senang dalam hati ia bersenandung ria sambil memikirkan kematian yang akan dialami anastasya
"ahh senangnya sebentar lagi kau akan menemui ajalmu tanpa campur tanganku" batin selir lingfei senang
sedangkan kaisar zen memandang pangeran pouli dengan tatapan dinginnya dari jauh
"aku berjanji jika kau menyakiti wanita ku meski hanya sehelai rambutnya saja maka akan ku pastikan jika klanmu akan lenyap dan hanya menyisahkan nama saja" geram kaisar zen
anastasya sudah merasa bosan ia dari tadi menguap,jika tadi ia berfikir pertarungan ini akan menghilangkan sedikit rasa bosannya nyatanya tidak sedikitpun
kalau begini ia akan membuang buang tenaganya saja dengan santainya ia berkata
"aku sudah mengantuk mari kita akhiri ini,ini benar benar membosankan"
mereka yang mendengar perkataan anastasya terdiam mencerna kembali perkataan anastasya
"membosankan?"
anastasya menggunakan elemen esnya dan membentuk sebuah belati kecil
saat semua orang sedang tertegung terutama pangeran pouli dengan santai anastasya menusuk perutnya tidak terlalu dalam tak berhenti sampai disitu anastasya mengibaskan tangannya dan seketika pangeran pouli terlempar keluar dari arena
__ADS_1
orang yang melihat itu tak bisa tak tercegang melihat anastasya dengan santainya mengalahkan pangeran pouli
"kau lihat astaga apa aku bermimpi"
"tidak tidak kau tidak bermimpi ini adalah nyata meski akupun sedikit ragu"
"ternyata selama ini permaisuri menyembunyikan kekuatannya "
" ia kau benar bahkan ia bisa mengalahkan pangeran pouli dengan cepat sekarang aku mengerti jika melihat permaisuri tadi dengan senang manaiki arena ternyata pangeran pouli tak ada apa apanya bagi permaisuri"
"kau benar astaga"
"dan apa kalian tadi melihat jika permaisuri menggunakan elemen es dan angin berarti permaisuri memiliki dua elemen sekaligus saat ini wah ini sangat menakjubkan"
"kita beruntung memiliki permaisuri seperti permaisuri anastasya yang sangat hebat"
"ya kau benar"
sahut orang orang mengagumi kemampuan anastasya
bahkan kaisar ziu dan kaisar zen di buat tak bisa berkata kata dengan apa yang baru ia lihat ia masih terkejut meski ia juga terpesona dengan keahlian anastasya
anastasya hanya menggelengkan kepala ketika mendengar cerita orang lain yang begitu mengagumi kemampuannya dalam mengalahkan pangeran pouli
anastasya merasa itu sangat berlebihan,ia kemudian duduk kembali d tempatnya dengan sigap bay memberikan anastasya air kelapa untuk membuat junjungannya merasa segar kembali
"terima kasih" kata anastasya lalu meneguk air kelapa yang di berikan bay
"sama sama permaisuri" timpal bay
"sangat berlebihan bagaimana jika mereka melihat kemampuan permaisuri sesungguhnya" batin para bawahan anastasya
***hai hai sayangnya aurhor
makasih buat kalian yang udah baca dan udah setia nungguin cerita author
tetep dukung author yah
like
comment
rate bintang
vote sebanyak banyaknya
biar author makin rajin update buat kalian
sarangheo😘***
ig:magfiraramadhni
__ADS_1