
"salam yang mulia,salam yang mulia kaisar lee salam nona" sahut prajurit yang menjaga tempat itu
"apa penatua xio ada di dalam?" tanya lee ziajin
"ya yang mulia penatua baru saja telah selesai dari tapanya"
jelas sang prajurit
"baiklah" ucapnya dan berlalu masuk bersama kaisar lee dan anastasya
"salam yang mulia" hormat penatua xio
"hmmm aku kesini untuk mengetahui elemen apa yang dimiliki menantuku" sahut lee ziajin tanpa memperhatikan raut wajah anastasya yang terlihat syok sedangkan kaisar lee hanya diam
"menantu? paman geger otak kah" batinnya heran
namun anastasya tak ambil pusing yang paling penting mengetahui elemen apa yang ia miliki
"emmm maaf yang mulia tapi saya melihat tak ada pencapaian di gadis ini" sahut penatua xio
"lancang kau" murka lee ziajin ia paling tak suka jika ada yang menganggap remeh anastasya karna baginya anastasya sangat istimewa
"ahhh sudahlah paman,hei kakek tua cepat cepat aku ingin tau elemen apa yang aku miliki" sahut anastasya tak sabar
sedangkan penatua xio mukanya merah padam ia merasa tak di hargai oleh gadis kecil di hadapannya,yang baginya tak ada apa apanya namun ia tak berani untuk menunjukkan ketidak sukaannya terlebih melihat kaisar lee dan kaisar terdahulu lee ziajin sangat memperlakukannya istimewa.
"cepat" perintah kaisar lee singkat
"ba ba baik yang mulia" sahut penatua xio gugup
"nona silahkan sentuh bola ini dan pejamkan mata anda lalu konsentrasi" kata penatua xio
"baiklah" anastasya mengikuti setiap instruksi yang di ajukan namun bola itu tak bereaksi apapun
"paman sepertinya aku tak memiliki elemen" sahutnya sedih
"tak apa tak apa yang penting kau jenius paman akan menurunkan ilmu paman padamu jadi jangan bersedih" bujuknya ia tak suka melihat wajah cantik anastasya yang terlihat sedih
"benarkah paman" antusiasnya
__ADS_1
"iya jadi tak perlu bersedih lagi" katanya di sertai senyuman tulus
namun saat anastasya ingin memindahkan tangannya bola itu bergetar hebat dan memancarkan cahaya bewarna
kuning
"yang mulia nona memiliki elemen ehhh" ucapnya kaget ketika melihat cahaya itu kembali berganti warna
putih \= angin
merah\=api
biru\=air
hijau\=tumbuhan
hitam\=petir
ungu\=es
kini bola itu berganti warna kembali yang berhasil mengejutkan semua orang kecuali kaisar lee
bola itu bewarna hitam dan putih
sampai getaran bola itu bertambah hebat dan
Boooommmmmmm
"uhukkkk uhukk" batuk anastasya sambil memukul mukul dadanya yang terasa sesak
"apa yang kau lakukan ha kenapa kau memukul dirimu sendiri" sahut kaisar lee sambil menggenggam tangan anastasya agar berhenti memukul dadanya
"aa air" katanya terbata
"tunggu apa apa lagi kau ha cepat ambilkan air bodoh" teriak kaisar lee murka ia panik ketika melihat muka anastasya memerah
para prajutit lari kocar kacir mendengar teriakan kaisar mereka
"anastasya kau tidak apa apa nak" panik lee ziajin
__ADS_1
"tak apa paman hanya sesak" jawabnya lirih
"kakek tua aku minta maaf sudah memecahkan bola mu aku tak sengaja sungguh" ucapnya
"tak masalah nona" jawab penatua xio kikuk
mana mungkin tak masalah baginya sedangkan bola itu hanya ada dua dan kini yang satu telah meledak namun ia tak berani protes melihat junjungannya memperlakukan gadis berbakat ini dengan istimewa.
"yang mulia ini airnya" kata prajurit takut takut sambil menyerahkan kendi kecil yang berisi air minum
"minumlah" kata kaisar lee lembut sambil membantu anastasya meminumnya
anastasya langsung meminum air yang di sodorkan oleh kaisar lee dadanya benar benar sesak
"terima kasih" jawabnya lirih
"apa kau tak apa apa" tanya kaisar lee khawatir melihat wajah anastasya yang masih terlihat memerah
"tidak apa apa hanya sesak sedikit saja"
"nak apa kau yakin" tanya lee ziajin panik istrinya akan mengamuk jika tau anastasya kenapa napa
"paman aku tidak" sebelum menyelesaikan perkataanya
Buggh
sepatu melayang mengenai kepala lee ziajin
***hai hai sayangnya author
jangan lupa dukung author terus
like
comment
rate
vote dan vote
__ADS_1
sarangheo😘***
ig:magfiraramadhni